Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Internasional

Iran Ancam Tebar Ranjau Laut, Teluk Persia Terancam Lumpuh Total

Tim Redaksi, Newsreal.id
Senin, 23 Maret 2026 20:30 WIB
Iran Ancam Tebar Ranjau Laut, Teluk Persia Terancam Lumpuh Total
NEWSREAL.ID - PATROLI IRGC: Kapal patroli milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) di Selat Hormuz. (Foto: Xinhua)

NEWSREAL.ID, ISTANBUL- Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas. Iran mengeluarkan ancaman keras dengan menyatakan siap menebar ranjau laut di seluruh wilayah Teluk Persia apabila terjadi serangan dari Amerika Serikat dan Israel ke wilayah pantai maupun pulau-pulau mereka.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Dewan Pertahanan Nasional Iran dan dikutip kantor berita Fars, Senin (23/3/2026). Dalam pernyataannya, Iran menegaskan bahwa setiap agresi militer dari pihak yang mereka sebut sebagai “musuh” akan dibalas dengan langkah strategis yang dapat melumpuhkan jalur pelayaran penting dunia.

Iran menyebut, penebaran ranjau akan dilakukan di berbagai jalur akses dan komunikasi maritim di kawasan tersebut. Ranjau yang digunakan tidak hanya terbatas pada satu jenis, melainkan mencakup berbagai varian, termasuk ranjau terapung yang bisa diluncurkan langsung dari garis pantai.

Langkah ini dinilai sangat serius karena berpotensi membuat seluruh kawasan Teluk Persia berada dalam kondisi serupa dengan Selat Hormuz, jalur sempit namun vital bagi perdagangan energi global.

Jika ancaman itu benar-benar direalisasikan, maka lalu lintas kapal, terutama pengangkut minyak, bisa terhenti dalam waktu lama. “Seluruh Teluk Persia akan menghadapi kondisi seperti Selat Hormuz untuk jangka panjang,” demikian isi pernyataan tersebut.

Iran juga menegaskan bahwa tanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan akan berada di pihak yang memulai serangan. Lebih lanjut, Iran menyebut hanya negara-negara yang dianggap “non-agresif” yang dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman, itupun harus melalui koordinasi langsung dengan pihak Teheran.

Kontrol Ketat

Pernyataan ini memperlihatkan potensi kontrol ketat Iran terhadap salah satu jalur energi terpenting di dunia. Sebagai informasi, Selat Hormuz merupakan jalur vital yang setiap harinya dilalui sekitar 20 juta barel minyak. Gangguan terhadap jalur ini sejak awal Maret telah memicu lonjakan biaya pengiriman serta mendorong kenaikan harga minyak global.

Eskalasi konflik di kawasan ini terus meningkat sejak serangan gabungan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan menggunakan drone dan rudal ke berbagai target, termasuk wilayah Israel serta negara-negara seperti Yordania, Irak, dan sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat.

Serangan tersebut menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, hingga gangguan pada aktivitas penerbangan dan pasar global. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran internasional akan potensi krisis energi dan keamanan jalur pelayaran dunia.

Jika ancaman Iran benar-benar diwujudkan, dampaknya tidak hanya dirasakan di kawasan Timur Tengah, tetapi juga berpotensi mengguncang perekonomian global secara luas. (tb)

Berita Terbaru

Kim Jong Un Kembali Terpilih Pimpin Korea Utara

NEWSREAL.ID, PYONGYANG- Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un kembali terpilih untuk memimpin pemerintahan setelah parlemen negara tersebut secara resmi menunjuknya sebagai Presiden Urusan Negara. Keputusan...

Mufti Agung Libya Serukan Umat Islam Dukung Iran

NEWSREAL.ID, TRIPOLI- Mufti Agung Libya, Sheikh Sadiq al-Ghariani menyerukan umat Islam untuk memberikan dukungan kepada Iran di tengah konflik yang terus memanas dengan Amerika Serikat...

Iran Balas Ancam AS: Infrastruktur Energi dan Air Negara Teluk Jadi Target

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran melontarkan ancaman serius terhadap negara-negara Teluk yang memiliki keterkaitan dengan Amerika Serikat dan Israel....

Menlu Iran Ucapkan Selamat Idulfitri, Apresiasi Solidaritas Indonesia untuk Iran

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah kepada umat Muslim di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia....

IRCS Klaim 80 Ribu Lokasi Sipil Diserang AS-Israel, Korban Jiwa Terus Bertambah

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Presiden Iranian Red Crescent Society (IRCS), Pirhossein Kolivand, mengungkapkan bahwa lebih dari 80.000 lokasi sipil di Iran telah menjadi sasaran serangan sejak pecahnya...

Pesan Nowruz, Pemimpin Iran Klaim Musuh Mulai Dikalahkan

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyatakan pihak-pihak yang memusuhi negaranya mulai mengalami kekalahan di tengah konflik yang memanas di kawasan. Pernyataan itu disampaikan dalam...

Rusia Akui Beri Informasi Intelijen ke Iran

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Rusia mengakui telah memberikan informasi intelijen kepada Iran di tengah eskalasi konflik dengan Amerika Serikat. Pengakuan ini mencuat dalam pertemuan pejabat tinggi kedua...

Israel Tutup Al-Aqsa Saat Idulfitri, Umat Muslim Dilarang Shalat Ied

NEWSREAL.ID, YERUSALEM– Otoritas Israel dilaporkan melarang umat Islam menunaikan salat Id di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur, dengan alasan keamanan di tengah konflik regional. Sejumlah sumber...

Iran Minta Negara Kawasan Tutup Akses untuk Serangan AS-Israel

NEWSREAL.ID, ISTANBUL– Iran mendesak negara-negara di kawasan untuk tidak memberikan akses wilayah maupun fasilitas militer bagi Amerika Serikat dan Israel dalam melancarkan serangan. Juru bicara...

Rudal Iran Hujani Israel, Kilang Minyak Haifa Terdampak

NEWSREAL.ID, HAIFA– Serangan rudal bertubi-tubi dari Iran ke Israel terus berlanjut. Salah satu dampaknya, kilang minyak Bazan di Haifa dilaporkan mengalami kerusakan akibat pecahan proyektil...

AS Kirim Pasukan ke Timur Tengah, Iran Santai: “Belajar dari Kekalahan di Vietnam”

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Ketegangan memanas setelah Amerika Serikat mengerahkan ribuan personel militernya ke kawasan Timur Tengah. Langkah ini memicu spekulasi soal potensi operasi lanjutan, termasuk upaya...

Bos Kontraterorisme AS Mundur, Sebut Serangan ke Iran Dipicu Informasi Menyesatkan

NEWSREAL.ID, WASHINGTON– Pejabat tinggi kontraterorisme Amerika Serikat, Joe Kent, resmi mengundurkan diri di tengah memanasnya konflik dengan Iran. Dalam surat pengunduran dirinya, ia mengklaim serangan...