Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Internasional

Trump Sebut Iran ‘Pecundang Timur Tengah’, Akademisi: Itu Cuma Retorika Politik

Tim Redaksi, Newsreal.id
Selasa, 10 Maret 2026 01:42 WIB
Trump Sebut Iran ‘Pecundang Timur Tengah’, Akademisi: Itu Cuma Retorika Politik
NEWSREAL.ID - BERI HORMAT: Presiden AS Donald Trump memberi hormat saat tim tentara membawa jenazah Kepala Perwira Robert Marzan di Pangkalan Angkatan Udara Dover di Delaware yang tewas akibat rudal Iran, (Foto: AP Photo)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pernyataan keras Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut Iran sebagai “pecundang Timur Tengah” dinilai tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan. Akademisi hubungan internasional menilai pernyataan itu lebih merupakan strategi komunikasi politik ketimbang gambaran nyata situasi perang.

Associate Professor dari Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (Uhamka), Emaridial Ulza, menilai pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait kondisi Iran lebih bersifat retorika politik. Hal itu disampaikan Emaridial menanggapi unggahan Trump di platform Truth Social yang menyebut Iran sebagai “The Loser of the Middle East” atau “pecundang Timur Tengah”.

Dalam unggahan tersebut, Trump juga mengklaim Iran telah “menyerah” kepada negara-negara tetangganya setelah serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel. “Donald Trump memiliki kebiasaan komunikasi mengambil kemenangan sebagai pesan pertama untuk mencoba menekan lawan secara psikologis,” kata Emaridial dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu, (8/3/2026).

Menurutnya, pernyataan tersebut justru menunjukkan adanya kontradiksi yang menandakan situasi perang di lapangan sangat kompleks. Ia menilai klaim kemenangan sepihak kerap digunakan dalam konflik internasional sebagai bagian dari strategi negosiasi sekaligus untuk membentuk opini publik.

“Dalam banyak situasi perang, deklarasi kemenangan sepihak biasanya digunakan sebagai bagian dari strategi negosiasi untuk membangun opini publik,” ujarnya. Emaridial menambahkan pola komunikasi seperti ini bukan pertama kali dilakukan Trump. Strategi serupa pernah muncul dalam berbagai isu global, mulai dari negosiasi perdagangan dengan Tiongkok hingga ketegangan dengan Korea Utara.

Framing Politik

Ia juga menilai klaim bahwa Iran telah menyerah kemungkinan besar hanya merupakan framing politik yang ditujukan untuk konsumsi domestik di Amerika Serikat. Menurutnya, narasi kemenangan semacam itu kerap digunakan untuk membangun citra kuat seorang pemimpin di mata publik.

“Deklarasi kemenangan di media sosial bukanlah perdamaian. Dalam banyak kasus sejarah, retorika seperti ini justru dapat memperpanjang siklus eskalasi konflik,” kata Emaridial. Ia juga menyoroti fakta bahwa sejumlah negara sekutu Amerika tidak ikut terlibat langsung dalam konflik tersebut, seperti Britania Raya, Spanyol, dan Jerman.

Kondisi tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa situasi geopolitik masih sangat cair dan membuka ruang negosiasi. Emaridial menilai saat ini baik Amerika Serikat maupun Iran sama-sama berada dalam posisi yang tertekan sehingga diperlukan peran mediator untuk meredakan ketegangan.

Dalam konteks itu, ia menilai Indonesia berpotensi memainkan peran diplomatik, misalnya melalui Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) atau forum internasional lainnya. Selain itu, posisi Indonesia yang juga tergabung dalam BRICS dinilai dapat membuka peluang untuk menjembatani komunikasi antara pihak-pihak yang berkonflik.

“Indonesia bisa menjadi penghubung, meskipun tidak secara langsung. Setidaknya niat baik diplomasi yang dilakukan dapat membantu menurunkan ketegangan,” ujar Emaridial.  (tb)

Berita Terbaru

Jurnalis India Viral: Dampak Rudal Iran di Israel Disebut Disensor, Kerusakan Diklaim Lebih Parah

NEWSREAL.ID, NEW DELHI- Sebuah video pengakuan jurnalis India mendadak viral di media sosial. Ia mengklaim kerusakan di Israel akibat serangan rudal Iran jauh lebih besar...

Moskow Tegaskan Berdiri di Belakang Iran, Sinyal Beri Bantuan Militer Jika Diminta

NEWSREAL.ID, LONDON- Peta geopolitik perang di Timur Tengah makin panas. Rusia secara terbuka menyatakan tidak bersikap netral dalam konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan...

Tongkat Estafet Revolusi Iran Berpindah: IRGC Langsung Pasang Badan untuk Mojtaba Khamenei

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Iran resmi memasuki babak baru. Setelah wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, Dewan Pakar langsung menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin baru Revolusi Islam....

Trump Kena “Tamparan Teheran”? Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Iran Usai Serangan AS-Israel

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Alih-alih menggoyang kekuasaan Iran, serangan militer Amerika Serikat dan Israel justru memunculkan babak baru yang tak terduga. Penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi...

24 Negara Bagian AS Gugat Tarif Baru Trump, Dinilai Langgar Konstitusi

NEWSREAL.ID, WASHINGTON- Kebijakan tarif impor baru yang diumumkan Presiden Donald Trump memicu gelombang perlawanan dari pemerintah daerah di Amerika Serikat. Sebanyak 24 negara bagian resmi...

Iran Klaim AS Gagal Pecah Belah Negara, Ali Larijani: Salah Perhitungan

NEWSREAL.ID, TEHERAN– Pemerintah Iran menilai strategi Amerika Serikat untuk melemahkan dan memecah belah negara itu justru berakhir dengan kegagalan. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dewan Keamanan...

Tiongkok Mulai Bantu Iran, Rusia Diduga Suplai Citra Satelit untuk Serangan

NEWSREAL.ID, ANKARA- Peta geopolitik konflik Timur Tengah makin panas. Laporan terbaru menyebut Tiongkok mulai menunjukkan tanda-tanda dukungan terhadap Iran, sementara Rusia diduga ikut membantu lewat...

Upaya Batasi Kuasa Perang Trump Kandas di Senat AS, Resolusi soal Iran Ditolak

NEWSREAL.ID, WASHINGTON- Upaya Partai Demokrat di Amerika Serikat untuk membatasi kewenangan militer Presiden dalam konflik dengan Iran berakhir gagal. Senat AS menolak rancangan resolusi yang...

Tegas Tolak Gencatan Senjata, Menlu Iran: Tak Ada Alasan Negosiasi dengan AS

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Pemerintah Iran menegaskan tidak pernah meminta gencatan senjata kepada Amerika Serikat maupun Israel di tengah konflik yang memanas. Teheran bahkan menyatakan siap menghadapi...

Investigasi Pentagon: Serangan yang Tewaskan 160 Siswi Iran Diduga Dilakukan Militer AS

NEWSREAL.ID, WASHINGTON- Penyelidikan internal militer Amerika Serikat mengarah pada dugaan bahwa pasukan AS berada di balik serangan udara yang menghantam sebuah sekolah perempuan di Iran...

Iran Ancam Kapal AS dan Sekutu di Selat Hormuz, Tiongkok-Rusia Dijamin Aman

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Ketegangan di Timur Tengah semakin meningkat setelah Iran menyatakan hanya akan menargetkan kapal milik Amerika Serikat dan negara sekutunya di Selat Hormuz. Kapal-kapal...

Iran Tegas Tutup Pintu Mediasi dengan AS

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Iran kembali menegaskan sikap kerasnya di tengah memanasnya konflik Timur Tengah. Melalui duta besarnya di Jakarta, Teheran menyatakan tidak akan membuka ruang negosiasi...