Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Internasional

Iran Balas Ancam AS: Infrastruktur Energi dan Air Negara Teluk Jadi Target

Tim Redaksi, Admin
Minggu, 22 Maret 2026 16:10 WIB
Iran Balas Ancam AS: Infrastruktur Energi dan Air Negara Teluk Jadi Target
NEWSREAL.ID - INFRASTRUKTUR DESALINASI: Fasilitas desalinasi di Kuwait. Iran mengancam akan menyerang infrastruktur desalinasi di seluruh Timur Tengah jika Trump menyerang pembangkit listriknya. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran melontarkan ancaman serius terhadap negara-negara Teluk yang memiliki keterkaitan dengan Amerika Serikat dan Israel.

Militer Iran menyatakan siap menyerang infrastruktur vital, termasuk energi dan fasilitas penyedia air bersih, jika serangan terhadap wilayahnya terus berlanjut.

Pernyataan tersebut disampaikan juru bicara Komando Pusat Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, yang menegaskan bahwa fasilitas desalinasi dan infrastruktur teknologi informasi akan menjadi sasaran potensial.

Ancaman ini muncul tak lama setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan ultimatum keras kepada Iran. Trump meminta Teheran membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu 48 jam atau menghadapi serangan terhadap infrastruktur energi utama.

“Jika Iran tidak membuka Selat Hormuz sepenuhnya, Amerika Serikat akan menghancurkan fasilitas energinya,” tulis Trump dalam pernyataannya di media sosial.

Menanggapi tekanan tersebut, Iran memperingatkan bahwa serangan terhadap pembangkit listriknya akan dibalas dengan langkah yang jauh lebih luas, termasuk melumpuhkan pasokan air dan energi di kawasan Teluk. Bahkan, peringatan sebelumnya dari tokoh keamanan Iran menyebutkan bahwa seluruh wilayah bisa mengalami pemadaman dalam waktu singkat jika jaringan listrik Iran diserang.

Situasi ini mempertegas eskalasi konflik sejak serangan 28 Februari 2026 ke Iran, yang memicu rangkaian aksi balasan dari Teheran. Iran sebelumnya telah menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan, yang dilaporkan menewaskan sejumlah personel militer.

Tidak hanya itu, Iran juga sempat merealisasikan ancamannya dengan menutup Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi global yang berdampak signifikan terhadap lonjakan harga minyak dunia hingga mendekati 150 dolar AS per barel.

Ketegangan Meningkat

Ketegangan semakin meningkat setelah serangan terhadap ladang gas Iran di Pars Selatan pada 19 Maret lalu, yang kemudian dibalas Teheran dengan menyerang fasilitas energi di Qatar, Arab Saudi, dan Kuwait. Salah satu dampak terbesar terjadi di kompleks gas alam cair (LNG) Ras Laffan di Qatar, yang mengalami kerusakan serius.

Kondisi tersebut memaksa perusahaan energi negara Qatar, QatarEnergy, menetapkan status force majeure pada kontrak jangka panjangnya. Dampaknya meluas hingga ke sejumlah negara mitra seperti Italia, Belgia, Korea Selatan, dan Tiongkok yang bergantung pada pasokan energi dari kawasan tersebut.

Selain sektor energi, ancaman Iran terhadap fasilitas desalinasi menjadi perhatian serius. Di kawasan Teluk yang minim sumber air tawar, instalasi desalinasi menjadi tulang punggung penyediaan air bersih.

Lebih dari 400 pabrik desalinasi beroperasi di sepanjang pesisir Teluk Arab, memasok sebagian besar kebutuhan air di negara-negara seperti Uni Emirat Arab, Kuwait, Oman, dan Arab Saudi.

Sebagai gambaran, sekitar 90 persen pasokan air di Kuwait dan lebih dari 70 persen di Arab Saudi bergantung pada teknologi ini. Jika fasilitas tersebut terganggu, dampaknya tidak hanya pada kebutuhan domestik, tetapi juga terhadap stabilitas ekonomi dan sosial di kawasan.

Eskalasi terbaru juga ditandai dengan serangan balasan Iran terhadap target di Israel, termasuk wilayah Dimona dan Arad, yang dilaporkan menyebabkan ratusan warga mengalami luka-luka. Serangan tersebut diklaim berhasil menembus sistem pertahanan udara Israel.

Situasi ini menempatkan kawasan Timur Tengah pada titik rawan konflik yang lebih luas. Ancaman terhadap infrastruktur vital seperti energi dan air dinilai dapat memicu krisis kemanusiaan dan ekonomi yang tidak hanya berdampak regional, tetapi juga global.

Sejumlah pengamat menilai, jika eskalasi ini terus berlanjut tanpa adanya jalur diplomasi, maka risiko gangguan pasokan energi dunia dan krisis air di kawasan Teluk akan semakin besar. (dc)

Berita Terbaru

Perundingan Iran-AS Belum Maksimal, Selat Hormuz Jadi Fokus

MOSKOW, newsreal.id – Iran dan Amerika Serikat (AS) gagal mencapai kesepahaman dalam sejumlah isu, karena berbeda pandangan. Diantaranya adalah isu Selat Hormuz serta tuntutan berlebihan...

Militer AS Klaim Bersihkan Ranjau di Selat Hormuz

NEW YORK, newsreal.id – Central Command atau Komando Pusat (CENTCOM) Amerika Serikat (AS) dikabarkan melakukan pembersihan ranjau di Selat Hormuz. Dikabarkan oleh Xinhua, CENTCOM melalui...

Diprediksikan Malam ini, Perundingan AS-Iran Berlangsung di Pakistan

TEHERAN,newsreal.id – Perundingan yang direncanakan antara Iran dan Amerika Serikat di Islamabad diprediksi dimulai pada Sabtu (11/4) malam dan berlangsung selama satu hari, menurut Kantor...

Ini Kondisi Terkini Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei

NEWSREAL, Teheran – Teka-teki kondisi terkini pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei mulai terkuak. Putra mendiang Ali Khamenei ini dilaporkan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan...

Iran Tegas Tolak Usulan Gencatan Senjata dengan AS-Israel

NEWSREAL, Teheran – Pemerintah Iran menolak usulan gencatan senjata dengan Amerika Serikat dan Israel. Hal ini seperti yang diwartakan media pemerintah Iran pada hari Senin...

Desakan BoP ke Hamas Soal Rencana Demiliterisasi Gaza

NEWSREAL, Washington – Hamas didesak agar segera menyelesaikan rancangan kesepakatan demiliterisasi Jalur Gaza paling lambat akhir pekan ini. Desakan ini disampaikan langsung oleh perwakilan Dewan...

Tentara Israel Hancurkan Kamera UNIFIL di Lebanon

NEWSREAL,ID, BEIRUT- Tentara Israel dilaporkan menghancurkan seluruh kamera pengawas yang mengarah ke markas Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) di Naqoura, Lebanon selatan. Tindakan tersebut...

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Pangan Global 2,4 Persen

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Food and Agriculture Organization (FAO) melaporkan harga pangan global mengalami kenaikan sebesar 2,4 persen pada Maret 2026. Lonjakan ini dipicu meningkatnya biaya energi akibat...

Iran Tolak Gencatan Senjata 48 Jam Usulan AS, Konflik Kian Memanas

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Pemerintah Iran dilaporkan menolak usulan Amerika Serikat (AS) untuk melakukan gencatan senjata selama 48 jam di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur...

Macron Ajak Negara Dunia Kurangi Ketergantungan pada AS

NEWSREAL.ID, SEOUL- Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan sejumlah negara untuk bersatu dan membangun kemandirian global tanpa bergantung pada Amerika Serikat. Seruan tersebut disampaikan saat ia...

Lagi, Tiga Prajurit TNI Terluka Kena Ledakan di Lebanon

NEWSREAL.ID, BEIRUT- Kabar duka kembali datang dari misi perdamaian Indonesia di Lebanon. Tiga prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) dilaporkan...

Austria Tolak Permintaan AS Gunakan Wilayah Udara untuk Serang Iran

NEWSREAL.ID, ISTANBUL– Pemerintah Austria menolak permintaan Amerika Serikat untuk menggunakan wilayah udaranya dalam operasi militer terhadap Iran. Penolakan ini didasarkan pada prinsip netralitas militer yang...