Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Internasional

Iran Lirik Pakistan dan Turki Jadi Penengah, Sinyal Damai atau Sekadar Strategi?

Tim Redaksi, Admin
Kamis, 26 Maret 2026 21:09 WIB
Iran Lirik Pakistan dan Turki Jadi Penengah, Sinyal Damai atau Sekadar Strategi?
NEWSREAL.ID - Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Seyed Abbas Araghchi. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Di tengah perang yang terus memanas di Timur Tengah, Iran mulai membuka celah diplomasi. Meski masih lantang menolak negosiasi langsung dengan Amerika Serikat, Teheran mengisyaratkan dua negara, Pakistan dan Turki berpotensi menjadi mediator untuk menjembatani komunikasi damai.

Pemerintah Iran memberi sinyal adanya kemungkinan jalur diplomasi tidak langsung dengan Amerika Serikat di tengah konflik yang telah berlangsung hampir satu bulan. Dua negara yang disebut berpotensi memainkan peran penting sebagai mediator adalah Pakistan dan Turki.

Sumber diplomatik menyebut Pakistan telah lebih dulu menyampaikan proposal dari Washington kepada Teheran. Bahkan, Islamabad dikabarkan siap menjadi tuan rumah pembicaraan tingkat tinggi yang dapat digelar dalam waktu dekat, jika kedua pihak bersedia.

Di sisi lain, Turki juga disebut aktif memainkan peran sebagai penghubung komunikasi. Informasi ini diperkuat oleh pernyataan Harun Armagan yang mengungkap bahwa Ankara telah menyampaikan pesan antara kedua negara yang tengah berseteru.

Langkah ini menandai adanya ruang diplomasi di balik ketegangan militer yang terus meningkat. Namun demikian, sikap resmi Iran masih menunjukkan penolakan keras terhadap negosiasi langsung, terutama dengan pemerintahan Presiden Donald Trump.

Nada penolakan bahkan disampaikan secara terbuka oleh pejabat militer Iran. Juru bicara komando militer gabungan Iran, Ebrahim Zolfaqari, secara tegas menyatakan bahwa Iran tidak akan pernah mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat. “Tidak sekarang, tidak akan pernah,” tegasnya dalam pernyataan yang disiarkan televisi nasional Iran.

Merusak Diplomasi

Senada dengan itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Beghaei menilai, langkah militer AS justru telah merusak jalur diplomasi yang sebelumnya sempat berjalan, khususnya dalam pembahasan isu nuklir.

Ia menyebut serangan yang dilakukan AS sebagai bentuk “pengkhianatan terhadap diplomasi”, sehingga membuat peluang negosiasi semakin kecil. Menurutnya, saat ini fokus utama Iran adalah mempertahankan kedaulatan negara di tengah konflik yang disebutnya sebagai agresi ilegal.

Di tengah dinamika tersebut, posisi Israel juga menjadi faktor penting. Seorang pejabat pertahanan Israel menyatakan keraguan bahwa Iran akan benar-benar menerima syarat perdamaian yang diajukan. Israel bahkan menilai proposal tersebut bisa saja hanya menjadi titik awal negosiasi yang berujung pada kompromi dari pihak AS.

Meski demikian, keterlibatan Pakistan dan Turki membuka kemungkinan baru dalam upaya meredakan konflik. Kedua negara memiliki hubungan diplomatik dengan Iran maupun Amerika Serikat, sehingga dinilai cukup strategis untuk menjembatani komunikasi yang selama ini buntu.

Namun, situasi di lapangan menunjukkan bahwa jalan menuju perdamaian masih panjang. Pernyataan keras dari kedua belah pihak, ditambah eskalasi militer yang belum mereda, membuat peluang negosiasi masih penuh ketidakpastian.

Di satu sisi, sinyal keterlibatan mediator menunjukkan bahwa pintu diplomasi belum sepenuhnya tertutup. Namun di sisi lain, retorika politik dan militer yang semakin tajam justru memperlihatkan bahwa konflik ini belum akan berakhir dalam waktu dekat.

Kondisi ini menempatkan dunia pada posisi waspada, mengingat konflik di kawasan Timur Tengah tidak hanya berdampak regional, tetapi juga berpotensi memicu ketidakstabilan global, terutama di sektor energi dan keamanan internasional. (dc)

Berita Terbaru

Perundingan Iran-AS Belum Maksimal, Selat Hormuz Jadi Fokus

MOSKOW, newsreal.id – Iran dan Amerika Serikat (AS) gagal mencapai kesepahaman dalam sejumlah isu, karena berbeda pandangan. Diantaranya adalah isu Selat Hormuz serta tuntutan berlebihan...

Militer AS Klaim Bersihkan Ranjau di Selat Hormuz

NEW YORK, newsreal.id – Central Command atau Komando Pusat (CENTCOM) Amerika Serikat (AS) dikabarkan melakukan pembersihan ranjau di Selat Hormuz. Dikabarkan oleh Xinhua, CENTCOM melalui...

Diprediksikan Malam ini, Perundingan AS-Iran Berlangsung di Pakistan

TEHERAN,newsreal.id – Perundingan yang direncanakan antara Iran dan Amerika Serikat di Islamabad diprediksi dimulai pada Sabtu (11/4) malam dan berlangsung selama satu hari, menurut Kantor...

Ini Kondisi Terkini Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei

NEWSREAL, Teheran – Teka-teki kondisi terkini pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei mulai terkuak. Putra mendiang Ali Khamenei ini dilaporkan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan...

Iran Tegas Tolak Usulan Gencatan Senjata dengan AS-Israel

NEWSREAL, Teheran – Pemerintah Iran menolak usulan gencatan senjata dengan Amerika Serikat dan Israel. Hal ini seperti yang diwartakan media pemerintah Iran pada hari Senin...

Desakan BoP ke Hamas Soal Rencana Demiliterisasi Gaza

NEWSREAL, Washington – Hamas didesak agar segera menyelesaikan rancangan kesepakatan demiliterisasi Jalur Gaza paling lambat akhir pekan ini. Desakan ini disampaikan langsung oleh perwakilan Dewan...

Tentara Israel Hancurkan Kamera UNIFIL di Lebanon

NEWSREAL,ID, BEIRUT- Tentara Israel dilaporkan menghancurkan seluruh kamera pengawas yang mengarah ke markas Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) di Naqoura, Lebanon selatan. Tindakan tersebut...

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Pangan Global 2,4 Persen

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Food and Agriculture Organization (FAO) melaporkan harga pangan global mengalami kenaikan sebesar 2,4 persen pada Maret 2026. Lonjakan ini dipicu meningkatnya biaya energi akibat...

Iran Tolak Gencatan Senjata 48 Jam Usulan AS, Konflik Kian Memanas

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Pemerintah Iran dilaporkan menolak usulan Amerika Serikat (AS) untuk melakukan gencatan senjata selama 48 jam di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur...

Macron Ajak Negara Dunia Kurangi Ketergantungan pada AS

NEWSREAL.ID, SEOUL- Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan sejumlah negara untuk bersatu dan membangun kemandirian global tanpa bergantung pada Amerika Serikat. Seruan tersebut disampaikan saat ia...

Lagi, Tiga Prajurit TNI Terluka Kena Ledakan di Lebanon

NEWSREAL.ID, BEIRUT- Kabar duka kembali datang dari misi perdamaian Indonesia di Lebanon. Tiga prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) dilaporkan...

Austria Tolak Permintaan AS Gunakan Wilayah Udara untuk Serang Iran

NEWSREAL.ID, ISTANBUL– Pemerintah Austria menolak permintaan Amerika Serikat untuk menggunakan wilayah udaranya dalam operasi militer terhadap Iran. Penolakan ini didasarkan pada prinsip netralitas militer yang...