Nasional

Jusuf Kalla: Indonesia Jangan Netral, Harus Berpihak pada Negara yang Diserang

Tim Redaksi, Admin
Sabtu, 7 Maret 2026 03:16 WIB
Jusuf Kalla: Indonesia Jangan Netral, Harus Berpihak pada Negara yang Diserang
NEWSREAL.ID - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, menilai Indonesia tidak seharusnya bersikap netral dalam konflik internasional ketika ada negara yang diserang. Ia menegaskan Indonesia perlu menunjukkan keberpihakan kepada pihak yang menjadi korban agresi, termasuk dalam konflik yang melibatkan Iran.

Menurut JK, sikap tegas diperlukan agar Indonesia tidak kehilangan arah dalam diplomasi global, terlebih sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. “Sebagai negara dengan penduduk Islam terbesar, mesti ada keberpihakan. Masa kita berpihak ke Israel? Masa kita berpihak pada Amerika yang menyerang?” kata Jusuf Kalla kepada wartawan di kediamannya di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Ia bahkan menyebut secara logis Indonesia seharusnya berpihak kepada Iran sebagai pihak yang diserang, meskipun terdapat perbedaan mazhab antara mayoritas Muslim Indonesia dan Iran. “Logikanya kita harus berpihak kepada negara Iran itu, walaupun mungkin berbeda Syiah,” ujarnya.

Selain soal keberpihakan, JK juga menyoroti pentingnya peran forum internasional seperti Board of Peace (BoP) dalam meredakan konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Ia menilai Indonesia sebagai anggota forum tersebut seharusnya aktif mendorong upaya perdamaian.

Bahkan, menurutnya pemerintah Indonesia perlu mendesak Presiden Amerika Serikat saat ini, Donald Trump, agar memanfaatkan forum tersebut untuk menghentikan konflik. “Harus diusulkan kepada Trump agar memanfaatkan Board of Peace ini untuk mengatasi kericuhan dan perang ini,” kata JK.

Patut Dipertanyakan

Ia menambahkan, jika forum tersebut tidak mampu berperan dalam meredakan konflik besar, maka keanggotaan Indonesia di dalamnya patut dipertanyakan.

Di sisi lain, JK mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan kesiapan Indonesia untuk memediasi konflik di Timur Tengah. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa proses mendamaikan pihak yang berperang bukan perkara mudah.

Menurutnya, jika Indonesia benar-benar ingin mendorong penghentian serangan terhadap Iran, maka pendekatan diplomatik seharusnya diarahkan terlebih dahulu kepada pihak yang melakukan serangan, yakni pemerintah Amerika Serikat.

“Saya kira tentu niat baik, bagus. Tapi mendamaikan perang seperti ini tidak mudah. Justru yang harus didatangi adalah Trump, karena dia yang menyerang,” ujarnya.

JK juga mengungkapkan bahwa situasi konflik di Timur Tengah, termasuk perkembangan di Iran, sempat dibahas dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah tokoh nasional di Istana Kepresidenan Jakarta beberapa waktu lalu.

Dalam diskusi tersebut, para tokoh berharap ada simpati dan perhatian lebih dari komunitas internasional terhadap situasi yang dihadapi Iran. (tb)

Berita Terbaru

Diah Warih: Sudaryono Jadi Dirigen Handal untuk BGN

Jakarta,NEWSREAL.com-Diah Warih Anjari, pendiri Diwa Foundatioan, beri apresiasi atas pelantikan Dr. Sudaryono, B.Eng.,M., MBA menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Dewan Pembina Nasional (DPN) Tani...

Kebijakan Prabowo: Indonesia Terbuka bagi Investor Dunia, Kepentingan Nasional Tetap Prioritas

JAKARTA,TAPALBATAS.co-Presiden Prabowo Subianto menegaskan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang tetap terbuka terhadap seluruh negara untuk menjalin kerja sama. Namun, ia menekankan setiap kemitraan harus...

Diangkat Jadi Dewan Kehormatan SBNI, Hercules: NKRI Harga Mati

JAKARTA , NEWSREAL.id– Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, Rozario Marshal atau yang dikenal sebagai Hercules, kembali mendapat kepercayaan untuk mengemban peran di...

Prabowo: KDKMP Jadi Pusat Pelayanan Ekonomi Desa yang Terintegrasi

JAKARTA,NEWSREAL.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat sekaligus mempercepat...

Belum Putuskan Pengganti Febrie, Istana Tunggu Usulan Jaksa Agung

JAKARTA,NEWSREAL.id– Soal pengganti Febrie Adriansyah, pemerintah menunggu usulan resmi dari Jaksa Agung ST Burhanuddin. Hingga saat ini, Presiden Prabowo Subianto belum dapat menerbitkan keputusan pengangkatan...

Bupati Sukoharjo Jadi Tersangka KPK, Ini Respons Gubernur Jateng Ahmad Luthfi

BATANG, NEWSREAL.id – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Sukoharjo tetap berjalan normal meski Bupati Sukoharjo Etik Suryani telah...

Instruksi Prabowo, Aparatur Negara Introspeksi dan Pemerintahan Harus Bersih dari Korupsi

JAKARTA,NEWSREAL.id – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh aparatur negara untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki kinerja demi mewujudkan pemerintahan yang bersih, berintegritas, serta berpihak kepada kepentingan...

Rachmat Gobel Meninggal Dunia, Indonesia Kehilangan Tokoh Pengusaha dan Politikus Nasional

JAKARTA, NEWSREAL.id– Indonesia berduka atas wafatnya pengusaha nasional sekaligus politikus Partai NasDem, Rachmat Gobel, yang meninggal dunia pada Jumat (10/7/2026) pukul 03.20 WIB di Jakarta....

Berantas Penangkapan Ikan Ilegal, KKP Tambah 10 Kapal Patroli di Laut Natuna Utara

JAKARTA, NEWSREAL.id– Pemerintah terus memperkuat pengamanan di Laut Natuna Utara dengan menambah armada kapal pengawas dan meningkatkan infrastruktur pengawasan guna mengantisipasi maraknya praktik penangkapan ikan...

Soal OTT Bupati Sukoharjo, KPK Ungkap Dugaan soal Kasus Pemerasan

JAKARTA, NEWSREAL.id– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya mengungkap konstruksi awal operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Sukoharjo, Etik Suryani. KPK sebut OTT tersebut berkaitan...

Gugun Gumilar: Indonesia Emas 2045 Memerlukan Pemuda yang Mampu Merawat Kerukunan

MANADO,NEWSREAL.id– Staf Khusus Menteri Agama RI, H. Gugun Gumilar, M.A., Ph.D., menegaskan bahwa keberhasilan Peta Jalan Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh kualitas generasi muda...

Berantas Korupsi, Diwa : Sinergitas TNI/Polri, Kejaksaan Dijaga demi Bangsa

JAKARTA, NEWSREAL.id– Pendiri DIWA Foundation, Diah Warih Anjari, mendorong sinergitas TNI, Polri dan Kejaksaan, untuk memberantas korupsi di Indonesia. Pernyataan itu muncul setelah Diwa, sapaan...