Nasional

Pakar Ingatkan RI Hati-hati di BoP, Jangan Terjebak Benturan Kepentingan

Tim Redaksi, Admin
Selasa, 3 Maret 2026 13:53 WIB
Pakar Ingatkan RI Hati-hati di BoP, Jangan Terjebak Benturan Kepentingan
NEWSREAL.ID - TANDATANGANI BOP: Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu pemimpin negara yang menandatangani Board of Peace Charter, Kamis (22/1/2025) di Davos, Swiss. (Foto: Setkab)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) kembali jadi sorotan. Pakar Hubungan Internasional Universitas Nasional, Hendra Maulana Saragih mengingatkan pemerintah agar mewaspadai potensi benturan kepentingan antarnegara di tengah situasi konflik global yang kian memanas.

Menurut Hendra, politik luar negeri bebas aktif yang dianut Indonesia harus benar-benar dijaga agar tidak terseret dalam konflik kepentingan negara lain. “Sebagai negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan banyak pihak, Indonesia perlu berhati-hati untuk tidak terlibat dalam konflik kepentingan atau politik internal negara manapun,” ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Selasa, (3/3/2026).

Ia menekankan setiap kebijakan luar negeri perlu dipertimbangkan secara matang agar tidak berdampak pada renggangnya hubungan diplomatik Indonesia dengan negara lain.

Sorotan terhadap keanggotaan Indonesia di Board of Peace menguat di tengah eskalasi konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat. Sebanyak 65 tokoh lintas profesi bersama lebih dari 70 organisasi masyarakat sipil mendesak pemerintah untuk keluar dari BoP.

Petisi

Desakan tersebut tertuang dalam petisi bertajuk “Melawan Imperialisme Baru” yang terbit pada Minggu (1/3). Petisi itu juga menyoroti sejumlah kebijakan luar negeri Indonesia, termasuk rencana kontribusi terhadap International Stabilization Force (ISF) di Gaza serta perjanjian dagang Indonesia-AS yang diteken Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Washington DC pada 19 Februari 2026.

Hendra menilai desakan publik tersebut bisa menjadi momentum refleksi bagi pemerintah. “Justru ini momentum besar untuk Indonesia berpikir ulang,” katanya. Dalam petisi itu, para tokoh juga mendesak pemerintah dan DPR agar menarik Indonesia dari keanggotaan BoP serta menolak pengiriman satuan tugas TNI ke Gaza.

Mereka menilai Dewan Perdamaian seharusnya mampu menjaga stabilitas, namun konflik geopolitik di Timur Tengah hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Di tengah dinamika global yang kompleks, langkah Indonesia di panggung internasional dinilai akan sangat menentukan arah diplomasi dan posisi strategisnya ke depan. (tb)

Berita Terbaru

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla

JAKARTA,NEWSREAL.ID – Pemerintah terus mengerahkan seluruh kekuatan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia. Melalui operasi darat hingga udara, upaya penanganan...

Pemerintah Gencarkan Gerakan Indonesia ASRI, Bedah Rumah Masyarakat TLDH

BOGOR,NEWSREAL.ID – Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus bagi masyarakat yang tidak mempunyai rumah layak huni. Dalam rapat terbatas bersama sejumlah menteri di Hambalang, Kabupaten...

1.000 Perwira TNI-Polri Dikerahkan Atasi Karhutla Sumatera

JAKARTA,NEWSREAL.ID – Sebanyak 1.000 perwira TNI dan Polri untuk diturunkan bersama jajaran di daerah untuk memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi...

Kemenkes Kirim 314 Nakes-logistik ke Respons Dampak Karhutla

JAKARTA,NEWSREAL.ID-Sebanyak 314 tenaga medis/tenaga kesehatan dan ratusan ribu logistik kesehatan ke tujuh provinsi terdampak kebakaran hutan dan lahan. Pengiriman ini dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk...

Presiden Prabowo Masuk Hutan Cek Lokasi Kebakaran di Limbung Kalbar

PONTIANAK,NEWSREAL.ID – Selepas melaksanakan rapat singkat di Posko Karhutla Pontianak, Presiden Prabowo Subianto bergegas melanjutkan agenda untuk mengecek langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan di...

Presiden Prabowo Terbang ke Kalimantan Pimpin Langsung Penanganan Karhutla

JAKARTA,NEWSREAL.ID – Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Kalimantan pada Sabtu pagi, 22 Agustus 2026. Kepala Negara akan meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus...

Kapolda NTT dan Ketua Bhayangkari Hadirkan Kepedulian di Tengah Pengungsi Gempa di Gelora Samador Maumere

MAUMERE,NEWSREAL.ID — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi Flores terus ditunjukkan jajaran Polda NTT. Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., bersama Ketua...

100 Penyandang Disabilitas Semringah Masuk Istana Agung, Foto Bareng Tamu Penting dan Lihat Museum

YOGYAKARTA,Newsreal.id-Sebanyak 100-an siswa beserta pendamping dari sekolah luar biasa (SLB) di wilayah Yogyakarta tak melewatkan kesempatan langka masuk Istana Kepresidenan Yogyakarta atau Gedung Agung, Rabu...

Dukung MBG, Kadin Apresiasi Kepemimpinan Presiden Prabowo yang Visioner

JAKARAT,NEWSREAL.id – Kalangan dunia usaha mengapresiasi agenda transformasi yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri...

Menag Usulkan Strategis terkait MBG, Ini Masukannya

JAKARTA,NEWSREAL.id- Kementerian Agama memberikan sejumlah usulan terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar menyampaikan tiga usulan strategis dalam rangka peningkatan...

Diah Warih: Sudaryono Jadi Dirigen Handal untuk BGN

Jakarta,NEWSREAL.com-Diah Warih Anjari, pendiri Diwa Foundatioan, beri apresiasi atas pelantikan Dr. Sudaryono, B.Eng.,M., MBA menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Dewan Pembina Nasional (DPN) Tani...

Kebijakan Prabowo: Indonesia Terbuka bagi Investor Dunia, Kepentingan Nasional Tetap Prioritas

JAKARTA,TAPALBATAS.co-Presiden Prabowo Subianto menegaskan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang tetap terbuka terhadap seluruh negara untuk menjalin kerja sama. Namun, ia menekankan setiap kemitraan harus...