Hukum Kriminal

Berhenti 2 Tahun, Kasus Rudapaksa Anak Berusia 9 di Sragen Jadi Sorotan

Tim Redaksi, newsreal.id
Minggu, 22 Mei 2022 22:44 WIB
Berhenti 2 Tahun, Kasus Rudapaksa Anak Berusia 9 di Sragen Jadi Sorotan

*Diusut Aparat Usai Viral di Medsos

SRAGEN,newsreal.id – Setelah beritanya viral di media sosial (medsos), kasus rudapaksa dengan korban anak usia 9 tahun (saat kejadian) yang mandeng selama 2 tahun akhirnya diusut.

Peristiwa yang masuk wilayah hukum Polres Sragen ini mendapatkan perhatian tidak saja masyarakat luas secara nasional tapi penegak hukum dari kepolisian daerah hingga pusat.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. M. Iqbal Alqudusy mengaku sangat prihatin dengan adanya kasus dugaan pemerkosaan yang menjadi korban adalah anak di bawah umur.

“Polda Jateng turut prihatin atas kasus tersebut karena menyangkut anak dibawah umur. Kami juga amat berempati pada saudara D yang dikabarkan mencari kejelasan perkembangan penanganan perkara yang menimpa anaknya,” ujar Kombes Iqbal seperti yang diposting Solopos.com, Sabtu (21/5).

Senada, Kapolres Sragen, AKBP Piter Yanottama, yang baru dilantik Rabu (11/5/2022), mengungkap proses penyidikan oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Sragen.

“Sampai hari ini [Sabtu, 21/5/2022], penyidik bekerja siang dan malam, melakukan gelar perkara, dan melaksanakan hal-hal yang direkomendasikan tim supervisi Polda Jateng. Tim Ditreskrimum Polda Jateng turun ke Sragen pada Maret atau April lalu bersama-sama penyidik membuat alat bukti dan langkah yang sudah dikerjakan Polres Sragen. Langkah itu menelurkan poin-poin pendalaman yang harus dikerjakan penyidik,” ungkap Kapolres.

Pontang-panting

Seperti diketahui seorang ayah di Kabupaten Sragen, D, selama hampir 2 tahun pontang-panting kesana kemari untuk mencari keadilan untuk sang anak.

Sang anak, W (11) yang waktu itu masih berusia 9 tahun, dilaporkan menjadi korban rudapaksa.

Terduga pelaku adalah tetangganya, seorang pelatih sebuah perguruan silat di Sragen.

Kasus anaknya yang sudah dilaporkan ke Polres Sragen belum ada titik terang hingga kini, meski Polda Jateng sudah pernah melakukan gelar perkara.

Siapa pelakunya masih abu-abu. Polisi berdalih masih mencari bukti yang cukup untuk penetapan tersangka. Yang lebih menyedihkan, hidup keluarga D kerap mendapat teror.

Ditemui usai mendampingi sang anak memberi keterangan di Polres Sragen, Kamis (19/5/2022), D mengaku sering mendapat intimidasi dari sejumlah pihak. D mengatakan, di antara mereka ada yang ‘pejabat daerah’, ada juga oknum perguruan silat.

“Sudah banyak pihak yang mencoba negosiasi, kasusnya diminta untuk tutup saja,” kata D, Kamis (19/5/2022).

https://www.instagram.com/p/CdxNTU2BE3S/?igshid=YmMyMTA2M2Y=

Intimidasi juga dibawa ke dalam pekerjaan D. Pabrik tempat bekerja didatangi seseorang yang mengancam, apabila pabrik tidak memecat D, maka izin operasi akan dicabut. Mengetahui hal tersebut, D mengundurkan diri. Ia kini kesulitan mencari nafkah.

Beralih berjualan cilok, gerobak jualan di Gabugan, Tanon ditabrak orang yang menggunakan kaos berlogo sebuah perguruan silat. Gerobaknya ditabrak tepat satu hari dilaksanakannya gelar perkara di Polda Jawa Tengah, awal April 2022 lalu.

“Saya masih ada fotonya, dengan orang yang sama, memakai logo perguruan silat,” jelasnya. Nasib korban, yakni anak W tak kalah mengenaskan. Kerap dibully oleh teman-teman sekolah.

“Selama dua tahun dirundung, dibilang enak to diperkosa, kok nggak hamil, saya sudah laporkan ke Dinas Pendidikan,” jelasnya. Meski ditekan menutup kasus dan bersedia damai dengan sejumlah uang, D bersikeras akan terus lanjut, sampai sang anak mendapat keadilan.(Red)

Berita Terbaru

Dalam Sejarah Dugaan Penyadapan Terungkap, Ketum G-Nesia: Jangan Korbankan Kepercayaan Publik Terhadap Polri

JAKARTA,NEWSREAL.ID – Ketua Umum Gen Emas Indonesia (G-Nesia), Diah Warih Anjari atau yang akrab disapa Diwa, menilai pengungkapan kasus dugaan penyadapan ilegal yang menyeret sejumlah...

Diusulkan, TGPF soal penggeledahan Ponpes Sukoharjo

JAKARTA,NEWSREAL.ID– Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengusulkan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen untuk mencari titik terang terkait penggeledahan di Pondok Pesantren (Ponpes)...

Komnas HAM Desak Pemulihan Psikologis Santriwati Pesantren Sukoharjo

JAKARTA,NEWSREAL.ID – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta pemulihan psikologis bagi santriwati, ustazah, dan balita yang diduga mengalami trauma akibat penggeledahan aparat di...

243 Orang dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla, Ini Penjelasan Kapolri

JAKARTA,NEWSREAL.ID– Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Suyudi Ario Seto mengungkapkan sebanyak 243 orang dan 13 korporasi menjadi tersangka dalam kasus kebakaran hutan...

Heboh Temuan Ombusmand RI di Lapas Cibinong, Diah Warih: Keadilan Tak Boleh Mengenal Kasta di Balik Jeruji

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Keadilan tidak boleh mengenal kasta, termasuk di balik jeruji besi. Prinsip itulah yang ditegaskan Founder Diwa Foundation Diah Warih Anjari dalam menyoroti hasil...

Temuan Ombudsman dan Kementerian Imipas di Lapas Cibinong Berbeda, Komisi XIII : Harus Diusut Tuntas

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso meminta perbedaan hasil pemeriksaan Ombudsman RI dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) di Lapas Kelas...

Terkait Proyek Dinas PUTR, KPK Gelar OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara

JAKARTA,NEWSREAL.ID– Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena menjadi bupati yang ditarget Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkini. Sirajudin terkait dugaan korupsi...

Tersangka Kasus Pedagang Cermin Tewas di Pejompongan Ditetapkan, Diwa: Isu Anggota GRIB Terlibat Hoaks

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Misteri kasus meninggalnya pedagang cermin di kawasan Pejompongan memasuki babak baru. Kepolisian telah menetapkan tersangka dalam perkara tersebut. Perkembangan ini sekaligus menjadi penegasan...

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus Tewasnya Pedagang Cermin di Pejompongan

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan kekerasan yang menyebabkan tewasnya pedagang cermin Bambang Setiawan (59) di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat....

Polri Ungkap 72 Tersangka Karhutla, Ditangani Sembilan Polda

JAKARTA,NEWSREAL.ID — Jajaran Polri telah menerbitkan 89 laporan polisi terkait dugaan tindak pidana karhutla di sembilan Polda, yakni Polda Riau, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Jambi,...

Tangis Pilu Anak Terduga Pencuri Ayam yang Tewas Dikeroyok Massa di Tabanan

TABANAN, NEWSREAL.com-Suara tangis seorang bocah perempuan yang terus memanggil ayahnya menjadi potret paling memilukan dari peristiwa pengeroyokan yang menewaskan pria berinisial KD di Banjar Dinas...

DPR Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Penyekapan oleh Oknum Polisi di Jateng

JAKARTA, NEWSREAL.id – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI soroti kasus dugaan penyekapan dan penyiksaan terhadap seorang perempuan berinisial M (30), warga Cirebon, Jawa Barat (Jabar)....

Leave a comment

2 Comments

  • NURA
    Senin, 23 Mei 2022 07:30 WIB

    Segera diusut dan diungkap kasus ini secara terang benderang… #BravoPolri

    Reply
  • Setya
    Senin, 23 Mei 2022 07:52 WIB

    Kasihan korban yg anak-anak..
    Kami mohon aparat kepolisian mengungkap kasus ini..

    Reply