Komunitas
Home » TITD Low Lie Bio Semarang Peringati Hari Kelahiran Dewi Kwan Im

TITD Low Lie Bio Semarang Peringati Hari Kelahiran Dewi Kwan Im

DOA BERSAMA: Umat dan Pengurus Yayasan Kelenteng Kebun Jeruk berdoa bersama di depan altar dipimpin Pandita Dhamma Amaro di Tempat Ibadah Tri Dharma Low Lie Bio atau Kelenteng Kebun Jeruk, Semarang, Senin (17/3) malam. (tb)

SEMARANG- Ratusan umat Tri Dharma memenuhi Klenteng Kebun Jeruk/TITD Low Lie Bio yang berlokasi di Jl Rorojonggrang Timur XIII No 10, Manyaran, Semarang, Senin (17/3). Malam itu, umat merayakan hari kelahiran Kwan See Im Poo Sat atau yang dikenal Dewi Welas Asih.

Ketua Yayasan Kebun Jeruk (YKJ) Semarang, Indra Satya Hadinata mengatakan, kegiatan ini rutin dilakuan setiap tahun pada Jie Gwee 19 penanggalan Imlek. Dikatakan, peringatan ini untuk memuliakan Sang Dewi Welas Asih serta para dewa-dewi yang lain agar senantiasa memberikan pancaran kasih, kesehatan, keselamatan, kelimpahan rejeki dan kesejahteraan.

Acara doa bersama ini juga dimanfaatkan untuk turut mendoakan bangsa dan negara Indonesia tercinta. “Semoga di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, rakyat semakin makmur dan negara aman,” kata Indra didampingi Bendahara YKJ Tintin dan Ari Wibowo.

Lantunan Pujian

Tepat pukul 19.00, acara doa bersama dimulai. Berbalut nuansa altar serba merah, umat berkumpul di ruang altar untuk mengikuti doa bersama yang dipimpin Pandita Dhamma Amaro dan diikuti para pengurus dan  Cia/Hu Locu. Pada perayaan kali ini, bertindak sebagai Cia dan Hu Locu adalah Verawati dan The Sentosa.

Jogja Jadi Pelopor, Paguyuban Batik Sawit Pertama di Indonesia Resmi Terbentuk

Lantunan puji-pujian berkumandang dalam acara doa bersama diakhiri dengan pradasikna mengelilingi altar tiga kali sembari menghormat kepada para Hudco dan para Sien Beng yang berada di ruang altar.

Setelah ritual selesai  umat melanjutkannya dengan ramah tamah serta makan malam bersama. Selain itu ada pula hiburan musik dengan solo organ dengan penampilan sejumlah penyanyi Kota Semarang. Suasana yang semula khusyuk, sontak menjadi meriah.

Tepat tengah malam, sebagai penutup dilaksanakan upacara sembahyangan kebesaran yang diikuti oleh segenap pengurus yayasan, para Locu dan sebagian umat yang ada. Tak hanya dari Jateng, dikatakan Indra, umat yang datang berasal dari luar Pulau Jawa seperti Palembang, Pontianak, Bali, Makasar dan Riau.  (tb)

Berita Populer

01

Polda Jateng Identifikasi 11 Ormas yang Diduga Terafiliasi Premanisme

02

10 Hewan Paling Imut, Lucu dan Menggemaskan

03

Empat Tahun Menggantung, 1.411 Guru Lulus PPPK di Jateng Masih Tanpa Kepastian

04

Prabowo Tetapkan 18 Agustus 2025 Sebagai Libur Tambahan

05

PBSI Rombak Total Ganda Putri, Target Tembus Kasta Elite Dunia

Berita Terbaru


Menkeu Terbitkan Diskon Pajak untuk Aksi Merger BUMN



Kategori