
- Kebijakan Tarif Baru Impor Trump
JAKARTA- Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) memprediksi lebih dari 50 ribu pekerja di Indonesia bakal terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) buntut kebijakan tarif baru impor ke Amerika Serikat yang ditetapkan Presiden Donald Trump.
Dalam daftar yang dirilis pemerintah AS, produk ekspor Indonesia ke AS dikenakan tarif imbal balik dengan angka senilai 32 persen, ditambah juga terkena tarif global 10 persen untuk semua barang yang masuk ke AS yang berlaku untuk seluruh negara.
Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, industri yang terdampak kebijakan itu adalah tekstil, garmen, sepatu, makanan dan minuman yang berorientasi ekspor ke Amerika, sawit, karet hingga pertambangan.
“Kalkulasi sementara Litbang KSPI dan Partai Buruh, gelombang PHK gelombang kedua ini, bisa tembus di angka lebih dari 50 ribu dalam kurun waktu tiga bulan pasca-penetapan tarif berjalan. Kalau saya tidak salah kan tarif berlaku kebijakan tarif berlaku itu tanggal 9 April,” kata Said Iqbal dalam konferensi pers, Sabtu (5/4).
Said menyatakan imbas penerapan tarif itu, maka harga produk Indonesia akan naik di pasar AS, sehingga jumlah pembeli menurun. Ia menyebut hal itu akan berpengaruh pada produksi di Indonesia.
Produksi Turun
“Akibat harga produk Indonesia di Amerika yang mahal, produksi di Indonesia diturunkan, yang dilakukan oleh perusahaan hanya dua, efisiensi kurangi sebagian karyawan, PHK sebagian karyawan, atau kalau enggak mampu sama sekali karena ongkos produksi lebih mahal daripada pendapatan, tutup perusahaan,” ujarnya.
Said menjelaskan angka 50 ribu itu baru sebatas prediksi. Ia mengatakan angka itu dapat dari sejumlah faktor. “Kenapa muncul angka 50 ribu. Kan kita sudah tahu, di industri tekstil anggota KSPI, jumlah anggotanya sekian. Kalau kami prediksi, 50 persen saja PHK, maka ketemulah angka 50 ribu. Jadi prediksi kami, kalau 50 persen ter-PHK, maka dia, 50 ribu muncul angkanya. Terutama di tekstil dan garmen,” ujarnya.
Faktor kedua, KSPI telah mendapat laporan sebelum Idulfitri 2025 bahwa ada perusahaan yang telah oleng. Menurut Said, dengan kebijakan tarif Trump, perusahaan itu bahkan bisa terjerembap.
“Fakta data di lapangan beberapa perusahaan itu oleng sedang mencari format menghindari PHK, tetapi dengan adanya hantaman tarif, kebijakan tarif dari Donald Trump, dari Presiden Amerika Serikat tersebut ya bisa dipastikan terjerembap bukan lagi oleng, terjerembap,” oungkasnya. (cnnind,tb)
Mendag: Larangan Impor Pakaian Bekas Demi Kesehatan dan UMKM
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan larangan impor pakaian bekas dilakukan pemerintah untuk melindungi kesehatan masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan pelaku usaha mikro, kecil, dan...
BEI Tunjuk Jeffrey Hendrik sebagai Pjs Dirut
NEWSREAL.ID, JAKARTA– PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menunjuk Jeffrey Hendrik sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama. Penunjukan tersebut diputuskan melalui rapat direksi (radir) yang...
Inflasi Januari 2026 Naik Tajam, BPS Ungkap Efek Diskon Listrik
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year-on-year/yoy) pada Januari 2026 mencapai 3,55 persen. Kenaikan tersebut dipengaruhi fenomena low base effect akibat stimulus...
Mudik Lebaran 2026, Pemerintah Siapkan Diskon Tiket dan Tol
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Kabar baik buat pemudik. Pemerintah menyiapkan program diskon tiket transportasi hingga tarif jalan tol untuk mendukung mobilitas masyarakat selama libur Ramadhan dan Lebaran...
Perputaran Uang Tambang Emas Ilegal Nyaris Rp1.000 Triliun
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap besarnya perputaran uang dari aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Indonesia. Dalam periode 2023-2025,...
Purbaya Siap Evaluasi Total Pajak dan Bea Cukai
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Target penerimaan negara yang meleset menjadi alarm keras bagi Kementerian Keuangan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tak akan memberi toleransi jika kinerja...
Oleh-Oleh Haji Kini Bisa Dibeli dari Tanah Air
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Tradisi membawa oleh-oleh sepulang haji tak lagi harus bergantung pada belanja di Tanah Suci. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tengah menyiapkan terobosan digital...
Masuk 2026, Properti Masih Ngebut: Gudang, Industri, hingga Hotel Jadi Andalan
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Setelah melewati tahun 2025 yang penuh dinamika, sektor properti nasional tak kehilangan optimisme. Memasuki 2026, sejumlah subsektor diprediksi tetap tumbuh, dengan pergudangan dan...
Komisi VII DPR Puji Industri yang Pakai Bahan Lokal
NEWSREAL.ID, SEMARANG- Industri jamu nasional dinilai punya daya tahan kuat di tengah tantangan global. Komisi VII DPR RI memberikan apresiasi terhadap industri farmasi tradisional yang...
Freeport Siapkan Langkah Perpanjangan Izin di RI
NEWSREAL.ID JAKARTA- Operasi tambang raksasa Freeport di Papua belum mau berhenti dalam waktu dekat. Setelah proyek smelter hampir tuntas, Freeport-McMoRan Inc. mulai membuka bab baru:...
Pipa Bocor, RI Kehilangan 2 Juta Barel Minyak
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Awal tahun 2026 diwarnai gangguan serius pada sektor energi nasional. Kebocoran pipa migas di wilayah Sumatra berdampak pada terhentinya aliran gas ke salah...
Menkeu Purbaya Siap Bersih-bersih Pajak
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan tidak ada toleransi bagi oknum internal Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang melakukan pelanggaran. Dengan dukungan penuh Presiden...

