Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ekonomi Bisnis

50 Ribu Buruh Terancam PHK

Tim Redaksi, Newsreal.id
Sabtu, 5 April 2025 14:28 WIB
50 Ribu Buruh Terancam PHK
NEWSREAL.ID - PENURUNAN PRODUKSI: Para pekerja di salah satu pabrik tekstil di Jateng. Kebijakan tarif baru impor AS yang berlaku mulai 9 April mendatang mengancam penurunan produksi sejumlah indutri di Indonesia, salah satunya tekstil. (Dok: KSPI)
  • Kebijakan Tarif Baru Impor Trump

JAKARTA- Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) memprediksi lebih dari 50 ribu pekerja di Indonesia bakal terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) buntut kebijakan tarif baru impor ke Amerika Serikat yang ditetapkan Presiden Donald Trump.

Dalam daftar yang dirilis pemerintah AS, produk ekspor Indonesia ke AS dikenakan tarif imbal balik dengan angka senilai 32 persen, ditambah juga terkena tarif global 10 persen untuk semua barang yang masuk ke AS yang berlaku untuk seluruh negara.

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, industri yang terdampak kebijakan itu adalah tekstil, garmen, sepatu, makanan dan minuman yang berorientasi ekspor ke Amerika, sawit, karet hingga pertambangan.

“Kalkulasi sementara Litbang KSPI dan Partai Buruh, gelombang PHK gelombang kedua ini, bisa tembus di angka lebih dari 50 ribu dalam kurun waktu tiga bulan pasca-penetapan tarif berjalan. Kalau saya tidak salah kan tarif berlaku kebijakan tarif berlaku itu tanggal 9 April,” kata Said Iqbal dalam konferensi pers, Sabtu (5/4).

Said menyatakan imbas penerapan tarif itu, maka harga produk Indonesia akan naik di pasar AS, sehingga jumlah pembeli menurun. Ia menyebut hal itu akan berpengaruh pada produksi di Indonesia.

Produksi Turun

“Akibat harga produk Indonesia di Amerika yang mahal, produksi di Indonesia diturunkan, yang dilakukan oleh perusahaan hanya dua, efisiensi kurangi sebagian karyawan, PHK sebagian karyawan, atau kalau enggak mampu sama sekali karena ongkos produksi lebih mahal daripada pendapatan, tutup perusahaan,” ujarnya.

Said menjelaskan angka 50 ribu itu baru sebatas prediksi. Ia mengatakan angka itu dapat dari sejumlah faktor. “Kenapa muncul angka 50 ribu. Kan kita sudah tahu, di industri tekstil anggota KSPI, jumlah anggotanya sekian. Kalau kami prediksi, 50 persen saja PHK, maka ketemulah angka 50 ribu. Jadi prediksi kami, kalau 50 persen ter-PHK, maka dia, 50 ribu muncul angkanya. Terutama di tekstil dan garmen,” ujarnya.

Faktor kedua, KSPI telah mendapat laporan sebelum Idulfitri 2025 bahwa ada perusahaan yang telah oleng. Menurut Said, dengan kebijakan tarif Trump, perusahaan itu bahkan bisa terjerembap.

“Fakta data di lapangan beberapa perusahaan itu oleng sedang mencari format menghindari PHK, tetapi dengan adanya hantaman tarif, kebijakan tarif dari Donald Trump, dari Presiden Amerika Serikat tersebut ya bisa dipastikan terjerembap bukan lagi oleng, terjerembap,” oungkasnya. (cnnind,tb)

Share:

Berita Terbaru

BBM Asia Tenggara Naik Serentak Imbas Perang Iran, RI Masih Bertahan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Lonjakan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah mulai berdampak luas ke kawasan Asia Tenggara. Sejumlah negara kompak menaikkan harga bahan bakar...

Respons Imbauan WFH, Golkar Usul Prioritas di Tiga Provinsi

NEWSREAL.ID, JAKARTA –Wacana kebijakan work from home (WFH) untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik Timur Tengah mendapat sorotan dari Partai Golkar. Mereka meminta...

Menkeu Rem Anggaran Baru K/L, APBN Dijaga Tetap Sehat

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengambil langkah tegas dengan membatasi pengajuan anggaran baru dari kementerian dan lembaga (K/L). Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga...

Prabowo Panggil Airlangga Cs ke Istana, Efisiensi Anggaran dan WFA Dibahas

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri ke Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (19/3/2026), untuk membahas langkah efisiensi pemerintah di tengah tekanan anggaran. Sejumlah pejabat...

Main Harga Pangan Jelang Lebaran? Siap-Siap Kena Pidana

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah memberi peringatan keras kepada pelaku usaha yang nekat memainkan harga pangan menjelang Lebaran 2026. Tak hanya sanksi administratif, ancaman pidana juga disiapkan...

Blusukan ke Beringharjo, Purbaya Bantah Pasar Tradisional ‘Mati Suri’

NEWSREAL.ID, YOGYAKARTA– Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa pasar tradisional di Indonesia tidak mati suri, setelah melihat langsung aktivitas perdagangan di Pasar Beringharjo dan...

Utang RI Tembus 434,7 Miliar Dolar AS, BI: Masih Terkendali

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada awal tahun 2026 tercatat masih dalam kondisi terkendali. Bank Indonesia (BI) mencatat total ULN Indonesia pada...

Eskalasi Perang AS-Iran Meningkat, Menkeu: APBN 2026 Masih Aman

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memang bikin ekonomi global ikut deg-degan. Tapi pemerintah Indonesia masih cukup santai. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa...

Volume Logistik Diprediksi Melonjak 30 Persen Selama Ramadan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ramadhan tak hanya membuat pasar dan dapur lebih sibuk. Sektor logistik nasional juga ikut “ngebut”. Distribusi barang diperkirakan melonjak hingga 30 persen, dipicu...

ATM Mulai Sepi, Warga RI Pindah ke Mobile Banking

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Mesin ATM di Indonesia perlahan mulai “ditinggalkan”. Bukan karena rusak, tapi karena masyarakat kini lebih nyaman bertransaksi lewat ponsel. Dari bayar tagihan sampai...

Menkeu: APBN Masih Tangguh Hadapi Badai Krisis Global

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia masih cukup kuat untuk menghadapi potensi krisis global, termasuk...

Timur Tengah Memanas, DPR Minta Pemerintah Percepat Kemandirian Energi

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan geopolitik global yang meningkat mendorong DPR RI mendesak pemerintah mempercepat program kemandirian energi nasional. Eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan...

Leave a comment