Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ekonomi Bisnis

Kadin Diminta Tarik Minat Negara Asing

Tim Redaksi, Newsreal.id
Sabtu, 12 April 2025 15:15 WIB
Kadin Diminta Tarik Minat Negara Asing
NEWSREAL.ID - DISKUSI KADIN: Menteri P2MI, Abdul Kadir Karding menghadiri acara Kadin Monthly Economic Diplomatic Breakfast yang diselenggarakan Kadin Indonesia di Aryaduta Hotel, Jakarta, Jumat (11/4). (Dok: BP2MI)
  • Serap 425 Ribu Pekerja Migran Indonesia

JAKARTA- Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding mengatakan Indonesia memililiki potensi menempatkan 425.000 warga negaranya bekerja di luar negeri secara legal sepanjang tahun 2025. 

Menurutnya, diperlukan kerja sama dengan pemangku kepentingan terkait untuk mengejar target dalam upaya mensejahterakan masyarakat tersebut. “Kami ingin bisa mengirimkan 425.000 pekerja migran sebagai target ke depannya,” kata Menteri Karding saat memenuhi undangan sebagai pembicara di acara Kadin Monthly Economic Diplomatic Breakfast yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) di Aryaduta Hotel, Jakarta, Jumat (11/4).

Karding mengatakan, Kadin juga dapat berpartisipasi dengan membuka peluang pasar kerja di luar negeri untuk para pekerja migran Indonesia yang tentunya mengurangi pengangguran dalam negeri. 

“Di sini lah, kita harap dapat menjalin kerja sama juga dengan Kadin untuk jaringan-jaringan dan pasar kerja yang bisa diperoleh dan tentunya dapat kita penuhi,” ujar Karding.

Lebih lanjut dia menambahkan, pasar kerja untuk masyarakat Indonesia pada prinsipnya seperti yang telah disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat kabinet. 

Namun yang pasti, upaya menarik minat negara lain menyerap tenaga kerja Indonesia, lanjut dia, harus sejalan dengan jaminan pelindungan pekerja migran. Pada sejumlah kesempatan, Presiden dikatakannya terus mendorong agar seluruh anggaran diarahkan ke penciptaan lapangan pekerjaan, termasuk saat rapat kabinet.

Untuk memperkuat pelindungan yang pertama harus dipastikan bahwa PMI yang berangkat sesuai prosedural. “Memenuhi berdasarkan undang-undang seperti ijin keluarga, rekomendasi kepala desa, hasil MCU, memiliki BPJS, sertifikasi, kontrak kerja, dan visa kerja” tuturnya.

Peluang Kerja

Dalam acara ini, Menteri Karding usai menjadi pembicara berdiskusi ringan membahas rencana penempatan pekerja dan peluang kerja ke berbagai negara. Promosi dan pemanfaatan peluang kerja, serta employment business meeting turut dibahas dalam hal rencana menjalin kerja sama antara KemenP2MI dan Kadin. 

Seperti diketahui, komposisi pekerja migran Indonesia  pada tahun 2024 tercatat 80 persen domestic worker, seperti asisten rumah tangga, caregiver, pembersih, hingga driver

Dengan perubahan tata kelola pekerja migran Indonesia dari badan menjadi kementerian pada tahun 2025 ini, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) berupaya untuk mengikis tingginya low skilled migrant workers tahun 2024 dengan meningkatkan komposisinya kepada arah professional worker atau pekerja profesional. (tb)

Share:

Berita Terbaru

Mendag: Larangan Impor Pakaian Bekas Demi Kesehatan dan UMKM

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan larangan impor pakaian bekas dilakukan pemerintah untuk melindungi kesehatan masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan pelaku usaha mikro, kecil, dan...

BEI Tunjuk Jeffrey Hendrik sebagai Pjs Dirut

NEWSREAL.ID, JAKARTA– PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menunjuk Jeffrey Hendrik sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama. Penunjukan tersebut diputuskan melalui rapat direksi (radir) yang...

Inflasi Januari 2026 Naik Tajam, BPS Ungkap Efek Diskon Listrik

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year-on-year/yoy) pada Januari 2026 mencapai 3,55 persen. Kenaikan tersebut dipengaruhi fenomena low base effect akibat stimulus...

Mudik Lebaran 2026, Pemerintah Siapkan Diskon Tiket dan Tol

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Kabar baik buat pemudik. Pemerintah menyiapkan program diskon tiket transportasi hingga tarif jalan tol untuk mendukung mobilitas masyarakat selama libur Ramadhan dan Lebaran...

Perputaran Uang Tambang Emas Ilegal Nyaris Rp1.000 Triliun

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap besarnya perputaran uang dari aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Indonesia. Dalam periode 2023-2025,...

Purbaya Siap Evaluasi Total Pajak dan Bea Cukai

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Target penerimaan negara yang meleset menjadi alarm keras bagi Kementerian Keuangan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tak akan memberi toleransi jika kinerja...

Oleh-Oleh Haji Kini Bisa Dibeli dari Tanah Air

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Tradisi membawa oleh-oleh sepulang haji tak lagi harus bergantung pada belanja di Tanah Suci. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tengah menyiapkan terobosan digital...

Masuk 2026, Properti Masih Ngebut: Gudang, Industri, hingga Hotel Jadi Andalan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Setelah melewati tahun 2025 yang penuh dinamika, sektor properti nasional tak kehilangan optimisme. Memasuki 2026, sejumlah subsektor diprediksi tetap tumbuh, dengan pergudangan dan...

Komisi VII DPR Puji Industri yang Pakai Bahan Lokal

NEWSREAL.ID, SEMARANG- Industri jamu nasional dinilai punya daya tahan kuat di tengah tantangan global. Komisi VII DPR RI memberikan apresiasi terhadap industri farmasi tradisional yang...

Freeport Siapkan Langkah Perpanjangan Izin di RI

NEWSREAL.ID JAKARTA- Operasi tambang raksasa Freeport di Papua belum mau berhenti dalam waktu dekat. Setelah proyek smelter hampir tuntas, Freeport-McMoRan Inc. mulai membuka bab baru:...

Pipa Bocor, RI Kehilangan 2 Juta Barel Minyak

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Awal tahun 2026 diwarnai gangguan serius pada sektor energi nasional. Kebocoran pipa migas di wilayah Sumatra berdampak pada terhentinya aliran gas ke salah...

Menkeu Purbaya Siap Bersih-bersih Pajak

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan tidak ada toleransi bagi oknum internal Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang melakukan pelanggaran. Dengan dukungan penuh Presiden...

Leave a comment