Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Internasional

Kepuasan Publik AS Terhadap Trump Anjlok

Tim Redaksi, Newsreal.id
Selasa, 29 April 2025 20:38 WIB
Kepuasan Publik AS Terhadap Trump Anjlok
NEWSREAL.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: Ist)

SAN FRANSISCO- Sebuah jajak pendapat yang dilakukan baru-baru ini menunjukkan bahwa di saat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendekati 100 hari pertama dalam masa jabatan keduanya, tingkat kepuasan publik terhadap dia jatuh ke level terendah yang pernah dicapai oleh seorang presiden AS pada periode waktu yang sama dalam 80 tahun terakhir.

Masa jabatan kedua Trump akan mencapai 100 hari pertama pada 30 April. Menurut jajak pendapat tersebut, mayoritas publik AS menentang beberapa inisiatif kebijakan utama Trump, menyatakan ketidakpuasan terhadap kondisi ekonomi AS, dan khawatir akan kemungkinan terjadinya resesi.

Jajak pendapat tersebut dilakukan oleh ABC News, The Washington Post, dan Ipsos pada 18-22 April, melibatkan 2.464 responden dewasa AS dalam survei berbahasa Inggris dan Spanyol melalui pengambilan sampel acak. Margin of error dari survei tersebut adalah plus atau minus 2 poin persentase, menurut laporan ABC News.

Menurut jajak pendapat tersebut, hanya 39 persen responden mengaku puas dengan kinerja Trump sebagai presiden, turun 6 poin persentase sejak Februari tahun ini. Rekor kepuasan publik pada 100 hari pertama dalam masa jabatan pertama Trump, yang sebelumnya mencatat rekor terendah di angka 42 persen pada 2017, kini telah terlewati.

Rekor Terburuk

Selain itu, 55 persen responden menyatakan tidak puas dengan kinerja Trump, mencatatkan rekor terburuk baru di antara semua presiden AS yang pernah menjabat dalam delapan dekade terakhir.

Data lainnya dalam jajak pendapat ini juga menunjukkan bahwa kebijakan-kebijakan utama Trump sebagian besar ditentang oleh masyarakat AS.

Tercatat, 64 persen responden tidak menyetujui pendekatan Trump dalam memberlakukan tarif impor dan 71 persen percaya bahwa kebijakan tarifnya akan memperburuk inflasi, 73 persen menilai situasi ekonomi AS buruk, 53 persen berpendapat ekonomi telah memburuk sejak Trump mulai menjabat, dan 72 persen khawatir kebijakan ekonominya dapat memicu resesi dalam jangka pendek.

Selanjutnya, 62 persen percaya pemerintahan Trump tidak menghormati supremasi hukum, 65 persen berpikir pemerintahan Trump telah berusaha menghindari putusan pengadilan federal, dan 64 persen mengkritik perluasan kekuasaan presiden yang berlebihan.

Kemudian, 60 persen responden mengatakan Trump telah menyimpang dari kepentingan mayoritas rakyat AS dan 58 persen khawatir Trump terlalu melemahkan fungsi-fungsi pemerintah federal.

Selain itu, jajak pendapat tersebut menunjukkan bahwa 30 persen responden menyatakan ketidakpercayaan terhadap Partai Republik maupun Partai Demokrat. (Ant,tb)

Share:

Berita Terbaru

Moskow Tegaskan Berdiri di Belakang Iran, Sinyal Beri Bantuan Militer Jika Diminta

NEWSREAL.ID, LONDON- Peta geopolitik perang di Timur Tengah makin panas. Rusia secara terbuka menyatakan tidak bersikap netral dalam konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan...

Tongkat Estafet Revolusi Iran Berpindah: IRGC Langsung Pasang Badan untuk Mojtaba Khamenei

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Iran resmi memasuki babak baru. Setelah wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, Dewan Pakar langsung menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin baru Revolusi Islam....

Trump Kena “Tamparan Teheran”? Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Iran Usai Serangan AS-Israel

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Alih-alih menggoyang kekuasaan Iran, serangan militer Amerika Serikat dan Israel justru memunculkan babak baru yang tak terduga. Penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi...

24 Negara Bagian AS Gugat Tarif Baru Trump, Dinilai Langgar Konstitusi

NEWSREAL.ID, WASHINGTON- Kebijakan tarif impor baru yang diumumkan Presiden Donald Trump memicu gelombang perlawanan dari pemerintah daerah di Amerika Serikat. Sebanyak 24 negara bagian resmi...

Iran Klaim AS Gagal Pecah Belah Negara, Ali Larijani: Salah Perhitungan

NEWSREAL.ID, TEHERAN– Pemerintah Iran menilai strategi Amerika Serikat untuk melemahkan dan memecah belah negara itu justru berakhir dengan kegagalan. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dewan Keamanan...

Tiongkok Mulai Bantu Iran, Rusia Diduga Suplai Citra Satelit untuk Serangan

NEWSREAL.ID, ANKARA- Peta geopolitik konflik Timur Tengah makin panas. Laporan terbaru menyebut Tiongkok mulai menunjukkan tanda-tanda dukungan terhadap Iran, sementara Rusia diduga ikut membantu lewat...

Upaya Batasi Kuasa Perang Trump Kandas di Senat AS, Resolusi soal Iran Ditolak

NEWSREAL.ID, WASHINGTON- Upaya Partai Demokrat di Amerika Serikat untuk membatasi kewenangan militer Presiden dalam konflik dengan Iran berakhir gagal. Senat AS menolak rancangan resolusi yang...

Tegas Tolak Gencatan Senjata, Menlu Iran: Tak Ada Alasan Negosiasi dengan AS

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Pemerintah Iran menegaskan tidak pernah meminta gencatan senjata kepada Amerika Serikat maupun Israel di tengah konflik yang memanas. Teheran bahkan menyatakan siap menghadapi...

Investigasi Pentagon: Serangan yang Tewaskan 160 Siswi Iran Diduga Dilakukan Militer AS

NEWSREAL.ID, WASHINGTON- Penyelidikan internal militer Amerika Serikat mengarah pada dugaan bahwa pasukan AS berada di balik serangan udara yang menghantam sebuah sekolah perempuan di Iran...

Iran Ancam Kapal AS dan Sekutu di Selat Hormuz, Tiongkok-Rusia Dijamin Aman

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Ketegangan di Timur Tengah semakin meningkat setelah Iran menyatakan hanya akan menargetkan kapal milik Amerika Serikat dan negara sekutunya di Selat Hormuz. Kapal-kapal...

Iran Tegas Tutup Pintu Mediasi dengan AS

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Iran kembali menegaskan sikap kerasnya di tengah memanasnya konflik Timur Tengah. Melalui duta besarnya di Jakarta, Teheran menyatakan tidak akan membuka ruang negosiasi...

Trump Ngamuk ke Spanyol: Ancam Putus Dagang Gara-Gara Iran

NEWSREAL.ID, WASHINGTON- Drama geopolitik makin panas. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan ancaman keras ke Spanyol: semua hubungan dagang bisa diputus. Penyebabnya? Madrid menolak memberi...

Leave a comment