Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ekonomi Bisnis

Tiongkok Patok 84 Persen untuk Produk AS

Tim Redaksi, Newsreal.id
Rabu, 9 April 2025 23:52 WIB
Tiongkok Patok 84 Persen untuk Produk AS
NEWSREAL.ID - Ilustrasi Perang dagang USA dan Tiongkok. (Dok: Shutterstock)
  • Balas Tarif 104 Persen Trump

BEIJING- Tiongkok memberlakukan tarif sebesar 84 persen terhadap barang-barang asal Amerika Serikat mulai Kamis (10/4) sebagai balasan atas peningkatan tarif yang diberlakukan AS terhadap produk Negeri Tirai Bambu sebesar 104 persen.

Kementerian Keuangan Tiongkok mengatakan, pemberlakuan tarif terhadap barang AS ini naik dari yang diumumkan sebelumnya yakni sebanyak 34 persen. Langkah ini menjadi balasan terbaru dari Tiongkok terhadap “perang dagang” yang dikobarkan Presiden AS Donald Trump yang mulai, Rabu (9/4).

Tarif baru dari Tiongkok ini juga merupakan balasan setelah AS menambah bea masuk impor produk dari Tiongkok menjadi 104 persen.  Dikutip Reuters, AS mulai menerapkan tarif perdagangan ke puluhan negara mulai hari ini. Selain Tiongkok, Uni Eropa pun tengah menyiapkan langkah membalas tarif resiprokal dari Trump ini yang akan diumumkan pada Rabu malam waktu setempat.

Tarif yang dijatuhkan Trump telah mengguncang tatanan perdagangan global yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Kebijakan ini memicu kekhawatiran akan resesi dan menghapus nilai pasar triliunan dolar dari berbagai perusahaan besar dunia.

Alasan Trump menerapkan peningkatan tarif dagang ke puluhan negara ini karena merasa neraca perdagangan AS dengan negara-negara tersebut tidak adil. Trump merasa AS lebih banyak menerima produk-produk impor ketimbang produk AS yang diekspor ke luar negeri.

Peringatkan AS

Sementara itu, Tiongkok menganggap surplus perdagangannya dengan AS sebagai sesuatu yang tak terelakkan. Beijing memperingatkan AS bahwa Tiongkok memiliki “tekad dan kemampuan” untuk terus melawan jika Trump tetap menargetkan produk-produk Tiongkok.

Mata uang Tiongkok, yuan, berada di bawah tekanan hebat dan mencatat rekor terendah di pasar luar negeri akibat kebijakan tarif ini. Namun, sumber Reuters menyebut bahwa bank sentral Tiongkok telah meminta bank-bank milik negara untuk mengurangi pembelian dolar AS, dan tidak akan membiarkan yuan terdepresiasi terlalu tajam.

Tiongkok juga menyampaikan keluhannya kepada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terkait perang tarif Trump ini. Beijing menyatakan bahwa tarif yang diberlakukan AS berpotensi semakin mengganggu stabilitas perdagangan global.

“Situasinya semakin berbahaya… Sebagai salah satu pihak yang terdampak, Tiongkok menyampaikan keprihatinan mendalam dan penolakan keras terhadap langkah sembrono ini,” tulis pernyataan resmi Tiongkok melalui perwakilannya di WTO. (cnnind,tb)

Share:

Berita Terbaru

Mendag: Larangan Impor Pakaian Bekas Demi Kesehatan dan UMKM

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan larangan impor pakaian bekas dilakukan pemerintah untuk melindungi kesehatan masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan pelaku usaha mikro, kecil, dan...

BEI Tunjuk Jeffrey Hendrik sebagai Pjs Dirut

NEWSREAL.ID, JAKARTA– PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menunjuk Jeffrey Hendrik sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama. Penunjukan tersebut diputuskan melalui rapat direksi (radir) yang...

Inflasi Januari 2026 Naik Tajam, BPS Ungkap Efek Diskon Listrik

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year-on-year/yoy) pada Januari 2026 mencapai 3,55 persen. Kenaikan tersebut dipengaruhi fenomena low base effect akibat stimulus...

Mudik Lebaran 2026, Pemerintah Siapkan Diskon Tiket dan Tol

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Kabar baik buat pemudik. Pemerintah menyiapkan program diskon tiket transportasi hingga tarif jalan tol untuk mendukung mobilitas masyarakat selama libur Ramadhan dan Lebaran...

Perputaran Uang Tambang Emas Ilegal Nyaris Rp1.000 Triliun

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap besarnya perputaran uang dari aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Indonesia. Dalam periode 2023-2025,...

Purbaya Siap Evaluasi Total Pajak dan Bea Cukai

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Target penerimaan negara yang meleset menjadi alarm keras bagi Kementerian Keuangan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tak akan memberi toleransi jika kinerja...

Oleh-Oleh Haji Kini Bisa Dibeli dari Tanah Air

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Tradisi membawa oleh-oleh sepulang haji tak lagi harus bergantung pada belanja di Tanah Suci. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tengah menyiapkan terobosan digital...

Masuk 2026, Properti Masih Ngebut: Gudang, Industri, hingga Hotel Jadi Andalan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Setelah melewati tahun 2025 yang penuh dinamika, sektor properti nasional tak kehilangan optimisme. Memasuki 2026, sejumlah subsektor diprediksi tetap tumbuh, dengan pergudangan dan...

Komisi VII DPR Puji Industri yang Pakai Bahan Lokal

NEWSREAL.ID, SEMARANG- Industri jamu nasional dinilai punya daya tahan kuat di tengah tantangan global. Komisi VII DPR RI memberikan apresiasi terhadap industri farmasi tradisional yang...

Freeport Siapkan Langkah Perpanjangan Izin di RI

NEWSREAL.ID JAKARTA- Operasi tambang raksasa Freeport di Papua belum mau berhenti dalam waktu dekat. Setelah proyek smelter hampir tuntas, Freeport-McMoRan Inc. mulai membuka bab baru:...

Pipa Bocor, RI Kehilangan 2 Juta Barel Minyak

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Awal tahun 2026 diwarnai gangguan serius pada sektor energi nasional. Kebocoran pipa migas di wilayah Sumatra berdampak pada terhentinya aliran gas ke salah...

Menkeu Purbaya Siap Bersih-bersih Pajak

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan tidak ada toleransi bagi oknum internal Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang melakukan pelanggaran. Dengan dukungan penuh Presiden...

Leave a comment