
DI balik toga dan gelar doktor yang kini disandangnya, ada jejak-jejak perjuangan panjang yang tak banyak diketahui orang: bangun sebelum waktu subuh, membantu ibunya yang sudah berangkat ke pasar tradisional untuk dijual kembali di rumah dalam warung tradisional yang sederhana.
Itulah potongan kisah masa kecil Agung Budi Margono, yang pada Rabu (25/6), secara resmi dikukuhkan sebagai Doktor Ilmu Lingkungan dari Universitas Diponegoro. Bagi Agung, hari itu bukan sekadar seremoni akademik. Ia menyebutnya sebagai “penghargaan tertinggi untuk kedua orang tua yang tak pernah lelah mengajarkan arti kerja keras dan kejujuran.”
Di hadapan tujuh penguji yang terdiri dari para profesor dan doktor senior, Agung mempertahankan disertasi bertajuk Model Pengelolaan Waduk Jatibarang di Kota Semarang—hasil riset panjangnya tentang pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan teknologi dalam menyelamatkan waduk dari ancaman sedimentasi.
Di ruang sidang utama Sekolah Pascasarjana Undip, Agung tampil percaya diri. Ia tak hanya berbicara sebagai akademisi, tetapi juga sebagai seorang yang telah menghabiskan dua dekade hidupnya sebagai legislator di DPRD Kota Semarang dan DPRD Provinsi Jawa Tengah.
“Saya menulis bukan hanya berdasarkan teori, tetapi juga dari interaksi nyata dengan warga di sekitar waduk. Mereka bukan sekadar objek riset, tapi bagian dari solusi,” ucapnya dalam presentasi berdurasi 15 menit yang penuh semangat.
Solusi Revolusioner
Ia memaparkan bahwa Waduk Jatibarang kehilangan daya tampungnya hingga 268.000 meter kubik setiap tahun akibat sedimentasi. Tanpa intervensi berbasis bukti dan kerja sama kelembagaan yang kuat, waduk bisa kehilangan fungsinya dalam waktu kurang dari 21 tahun.
Solusi yang ditawarkan Agung tidak rumit, tetapi revolusioner: membentuk Forum Komunitas Peduli Waduk (FKPW) yang memberi ruang legal bagi partisipasi warga. Ia juga mendorong penggunaan teknologi digital untuk pemantauan kondisi waduk secara real-time. “Kami butuh Pergub atau Perwal agar mereka yang menjaga alam diberi pengakuan formal,” tegasnya.
Dukungan pun datang dari pemerintah. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, yang turut hadir dalam sidang terbuka itu, menyampaikan apresiasi. “Disertasi ini bukan hanya kontribusi akademik, tapi juga cetak biru kebijakan. Ini bukan ilmu yang mati di rak perpustakaan, tapi hidup di masyarakat,” tuturnya.
Di akhir acara, sejumlah tokoh masyarakat, akademisi, dan rekan seperjuangan mendekat, menyalami Agung dengan mata berkaca-kaca. Bukan semata karena gelar yang ia raih, tetapi karena perjalanan hidup yang ditenun dari kesederhanaan, kerja keras, dan komitmen untuk membaktikan ilmu bagi perubahan.
Kini, anak penjual sayur dari Bekasi itu telah menjadi doktor. Bukan hanya di atas kertas, tapi doktor yang paham denyut masyarakat, memahami akar masalah, dan bersiap menyambung ilmu dengan aksi nyata di lapangan. (T. Budianto)
Peringatan 67 Tahun Pengabdian Sangha Agung Indonesia, Menag : Rumah Ruang Menemukan Ketenangan
JAKARTA,newsreal.id — Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya memaknai rumah ibadah sebagai ruang untuk membangun ketenangan batin, refleksi diri, dan pendalaman nilai-nilai spiritual. Hal tersebut...
Unggah di Medsos, Presiden Ucapkan Ulang Tahun Titiek Soeharto
JAKARTA, newsreal.id – Bentuk penghargaan dan kedekatan ditunjukkan Presiden Prabowo Subianto kepada Titiek Soeharto. Di “Cerita” akun Instagram resmi Prabowo (@prabowo), Selasa (14/4), presiden RI...
Stafsus Menteri ini Viral Usai Dimaki-maki, Diucapkan Kata-kata Kotor dan Tak Senonoh
NEWSREAL, Jakarta – Salah satu staf khusus (stafsus) Menteri Agama RI bernama Gugun Gumilar, akhir-akhir ini Viral di media sosial. Sosok yang dikenal dengan keaktifannya...
Prabowo Rayakan Ultah Didit, Unggah Foto Masa Kecil Bersama Soeharto
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto membagikan momen hangat perayaan ulang tahun putranya, Didit Hediprasetyo, melalui akun Instagram pribadinya @prabowo pada Minggu (22/3/2026) malam. Unggahan tersebut...
Menteri LH: Tak Satu Pun Daerah Layak Raih Piala Adipura 2025
NEWSREAL.ID, BANDUNG- Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol menyatakan tidak ada satu pun kota maupun kabupaten di Indonesia yang layak meraih Piala Adipura 2025. Penilaian itu...
TransJakarta Izinkan Buka Puasa di Dalam Bus
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kabar ramah Ramadan datang dari transportasi publik Ibu Kota. PT TransJakarta resmi mengizinkan penumpang untuk makan dan minum saat berbuka puasa di dalam...
Kronologi Retaknya Rumah Tangga Atalia Praratya-RK
NEWSREAL.ID, BANDUNG- Pengadilan Agama Kota Bandung resmi mengabulkan gugatan cerai yang diajukan anggota DPR RI Fraksi Golkar, Atalia Praratya, terhadap suaminya, mantan Gubernur Jawa Barat...
Geser Tokyo, Jakarta Resmi Jadi Kota Terpadat Versi PBB
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Jakarta dinobatkan sebagai kota terpadat di dunia berdasarkan laporan terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ibu kota Indonesia itu kini menempati posisi puncak dengan jumlah...
Kemenhut Perketat Pengawalan Taman Nasional Tesso Nilo
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah merespons cepat insiden perusakan pos komando di Taman Nasional (TN) Tesso Nilo, Pelalawan, Riau dengan meningkatkan pengamanan di kawasan yang menjadi rumah...
Cegah Perundungan, KPAI Ingatkan Orang Tua Perkuat Komunikasi dengan Anak
NEWSREAL.ID, TANGERANG- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengimbau para orang tua untuk mempererat komunikasi dengan anak sebagai langkah utama mencegah perundungan di sekolah maupun lingkungan...
Pakar Neurosains Usul Dewan Pers Tambah Tes Neuro-Behavioral di UKW
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Pakar neurosains Dr dr Taufiq F Pasiak mengusulkan Dewan Pers untuk menambahkan modul Journalist Neuro-Behavioral Profile berbasis Pash Brains sebagai bagian dari asesmen...
Indonesia Siap Investasi Rp16 Triliun untuk Hutan Tropis Dunia
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai negara kunci dalam perlindungan hutan tropis dunia. Melalui keikutsertaan aktif di Tropical Forest Forever Facility (TFFF), pemerintah Indonesia...

