Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ekonomi Bisnis

Sri Mulyani: Indonesia Cermati Ancaman Tarif Tambahan dari Trump

Tim Redaksi, Newsreal.id
Senin, 7 Juli 2025 22:49 WIB
Sri Mulyani: Indonesia Cermati Ancaman Tarif Tambahan dari Trump
NEWSREAL.ID - HADIRI RAPAT KERJA: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menghadiri rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Senin (7/7). (Foto: Kemenkeu)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati merespons ancaman tarif 10 persen yang dilontarkan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap negara-negara BRICS.

Menkeu menegaskan, Indonesia akan terus mencermati situasi global tersebut dan berhati-hati dalam menyusun kebijakan fiskal ke depan.

“Indonesia masih dalam tahap pembicaraan dengan Pemerintah Amerika Serikat. Kami akan terus mengikuti dinamika yang berkembang,” ujar Sri Mulyani di Jakarta, Senin (7/7), usai menghadiri rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI.

Ancaman tarif tambahan itu disampaikan Trump melalui platform Truth Social, menuding negara-negara BRICS mendukung kebijakan yang bertentangan dengan kepentingan AS. Ia bahkan menyatakan bahwa tidak akan ada pengecualian dalam kebijakan tarif tersebut.

Tekanan Global

Sri Mulyani menyatakan, ketidakpastian global termasuk kebijakan dagang unilateral seperti yang dikemukakan Trump menjadi salah satu faktor penting dalam penyusunan asumsi dasar ekonomi makro dan kerangka fiskal untuk RAPBN 2026.

“Dunia saat ini menghadapi tekanan global yang sangat kompleks, termasuk dari arah kebijakan perdagangan negara-negara besar. Karena itu, penyusunan RAPBN 2026 harus dilakukan secara cermat, dengan mempertimbangkan kondisi eksternal dan kebutuhan domestik,” jelasnya.

Ancaman ini mencuat bersamaan dengan digelarnya KTT BRICS di Rio de Janeiro, Brasil, yang dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto. BRICS tengah mendorong penguatan kerja sama ekonomi, termasuk langkah-langkah mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS atau dedolarisasi, yang juga menjadi sorotan Trump.

Trump bahkan memperingatkan bahwa jika BRICS tetap mendorong penggunaan mata uang alternatif dalam perdagangan internasional, mereka bisa dikenakan tarif hingga 100 persen.

Sri Mulyani menekankan bahwa Indonesia tidak akan gegabah dalam merespons situasi tersebut. Pemerintah, katanya, akan terus mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menjaga stabilitas fiskal dan ekonomi nasional.

“Kami akan memformulasikan kebijakan yang responsif, adaptif, dan realistis terhadap perkembangan global. Prinsip kehati-hatian akan selalu menjadi dasar dalam menjaga keberlanjutan ekonomi Indonesia,” pungkasnya. (tb)

Berita Terbaru

Mendag: Larangan Impor Pakaian Bekas Demi Kesehatan dan UMKM

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan larangan impor pakaian bekas dilakukan pemerintah untuk melindungi kesehatan masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan pelaku usaha mikro, kecil, dan...

BEI Tunjuk Jeffrey Hendrik sebagai Pjs Dirut

NEWSREAL.ID, JAKARTA– PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menunjuk Jeffrey Hendrik sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama. Penunjukan tersebut diputuskan melalui rapat direksi (radir) yang...

Inflasi Januari 2026 Naik Tajam, BPS Ungkap Efek Diskon Listrik

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year-on-year/yoy) pada Januari 2026 mencapai 3,55 persen. Kenaikan tersebut dipengaruhi fenomena low base effect akibat stimulus...

Mudik Lebaran 2026, Pemerintah Siapkan Diskon Tiket dan Tol

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Kabar baik buat pemudik. Pemerintah menyiapkan program diskon tiket transportasi hingga tarif jalan tol untuk mendukung mobilitas masyarakat selama libur Ramadhan dan Lebaran...

Perputaran Uang Tambang Emas Ilegal Nyaris Rp1.000 Triliun

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap besarnya perputaran uang dari aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Indonesia. Dalam periode 2023-2025,...

Purbaya Siap Evaluasi Total Pajak dan Bea Cukai

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Target penerimaan negara yang meleset menjadi alarm keras bagi Kementerian Keuangan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tak akan memberi toleransi jika kinerja...

Oleh-Oleh Haji Kini Bisa Dibeli dari Tanah Air

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Tradisi membawa oleh-oleh sepulang haji tak lagi harus bergantung pada belanja di Tanah Suci. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tengah menyiapkan terobosan digital...

Masuk 2026, Properti Masih Ngebut: Gudang, Industri, hingga Hotel Jadi Andalan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Setelah melewati tahun 2025 yang penuh dinamika, sektor properti nasional tak kehilangan optimisme. Memasuki 2026, sejumlah subsektor diprediksi tetap tumbuh, dengan pergudangan dan...

Komisi VII DPR Puji Industri yang Pakai Bahan Lokal

NEWSREAL.ID, SEMARANG- Industri jamu nasional dinilai punya daya tahan kuat di tengah tantangan global. Komisi VII DPR RI memberikan apresiasi terhadap industri farmasi tradisional yang...

Freeport Siapkan Langkah Perpanjangan Izin di RI

NEWSREAL.ID JAKARTA- Operasi tambang raksasa Freeport di Papua belum mau berhenti dalam waktu dekat. Setelah proyek smelter hampir tuntas, Freeport-McMoRan Inc. mulai membuka bab baru:...

Pipa Bocor, RI Kehilangan 2 Juta Barel Minyak

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Awal tahun 2026 diwarnai gangguan serius pada sektor energi nasional. Kebocoran pipa migas di wilayah Sumatra berdampak pada terhentinya aliran gas ke salah...

Menkeu Purbaya Siap Bersih-bersih Pajak

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan tidak ada toleransi bagi oknum internal Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang melakukan pelanggaran. Dengan dukungan penuh Presiden...

Leave a comment