Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Perguruan Tinggi

Undip Bantu Petani Babadan Kembangkan Pestisida Nabati Ramah Lingkungan

Tim Redaksi, Newsreal.id
Senin, 11 Agustus 2025 22:36 WIB
Undip Bantu Petani Babadan Kembangkan Pestisida Nabati Ramah Lingkungan
NEWSREAL.ID - OBSERVASI LAHAN: Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Tim KKN-T IBDU 24 melakukan observasi lahan pertanian untuk menangani permasalahan hama yang menyerang tanaman khususnya padi di Dusun Babadan, Desa Kepuhrejo, Takeran, Magetan. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, MAGETAN- Petani di Dusun Babadan, Desa Kepuhrejo, Magetan, kini memiliki senjata baru melawan hama wereng dan hawar daun. Berkat inovasi mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip), mereka dapat memproduksi pestisida nabati dari tanaman lokal tanpa mengandalkan bahan kimia berbahaya.

Serangan hama wereng dan hawar daun selama ini menjadi momok bagi petani Dusun Babadan. Tak hanya menggerus hasil panen, penggunaan pestisida kimia sebagai penanggulangan juga menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan petani dan kesuburan tanah.

Kondisi tersebut mendorong Kelompok Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Iptek Bagi Desa Binaan (IBDU) Tim 24 Undip untuk menghadirkan solusi yang ramah lingkungan. Melalui pendampingan intensif, mereka merumuskan dan mensosialisasikan formulasi pestisida nabati berbahan daun binahong, lengkuas, dan lidah buaya, tanaman yang mudah ditemukan di sekitar desa.

Panen Menurun

“Penggunaan pestisida kimia memang membuat hama cepat mati, tapi lama-lama tanah menjadi keras dan hasil panen menurun. Kami butuh alternatif yang aman dan tetap efektif,” ujar Sjafudin, Ketua Kelompok Tani “Babadan Makmur”, saat ditemui.

Agar efektif secara ilmiah, perumusan pestisida ini dilakukan dengan bimbingan Dr Dian Safitri, SP, MSi, dosen Agroekoteknologi Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Undip. “Bahan alami seperti binahong dan lidah buaya memiliki senyawa antimikroba dan insektisida alami yang dapat menghambat perkembangan hama sekaligus lebih aman bagi lingkungan,” kata Dian Safitri.

Ketua Tim KKN-T 24, Novalia Ika mengatakan, program ini tidak hanya sekadar memberi formula, tetapi juga mengajarkan petani cara membuatnya secara mandiri. “Kami membuat modul berisi langkah pembuatan dan cara penggunaan pestisida nabati. Harapannya, petani tidak perlu membeli pestisida kimia lagi,” jelasnya.

Dengan adanya inovasi ini, petani di Babadan mulai mencoba beralih ke metode pertanian organik. “Kalau hasilnya bagus, kami akan ajak kelompok tani di desa lain ikut memakai,” tambah Sjafudin. (dc)

Berita Terbaru

Mendiktisaintek: Kampus Harus Jadi Motor Pemajuan Kebudayaan Indonesia

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Perguruan tinggi dinilai memiliki posisi strategis dalam menjaga sekaligus mengembangkan kebudayaan nasional. Pandangan tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian...

Kemdiktisaintek Genjot Hilirisasi Sepanjang 2025

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Pemerintah terus mendorong agar hasil riset tidak berhenti di laporan atau jurnal. Sepanjang tahun anggaran 2025, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek)...

Mutu Riset Jadi Kunci Kampus Indonesia Tembus Peringkat Dunia

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan bahwa kualitas serta dampak penelitian perguruan tinggi di Indonesia menjadi faktor kunci dalam...

Undip Gandeng King’s College London dan Puskesmas Rowosari Kuatkan Psikoedukasi Pasien Diabetes

NEWSREAL.ID, SEMARANG- Pendekatan pengelolaan diabetes kini tak lagi hanya berfokus pada aspek medis semata. Dukungan psikologis dan kemampuan merawat diri menjadi kunci penting dalam meningkatkan...

Kemenag Buka Beasiswa S2 Gelar Ganda Indonesia-Australia

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kesempatan studi lanjut ke luar negeri kembali dibuka bagi insan pendidikan keagamaan. Kementerian Agama resmi meluncurkan pendaftaran Beasiswa S2 Double Degree yang menggabungkan...

Gandeng Kampus Top Inggris, RI Siap Bangun Universitas STEM dan Kedokteran

NEWSREAL.ID, LONDON- Presiden RI Prabowo Subianto menjajaki penguatan kerja sama pendidikan dengan universitas-universitas terkemuka di Inggris Raya. Salah satu rencana besarnya adalah pembangunan kampus kedokteran...

Istana Ungkap Isi Diskusi Prabowo dengan 1.200 Akademisi

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Istana Kepresidenan mengungkap sejumlah topik strategis yang dibahas Presiden Prabowo Subianto bersama sekitar 1.200 akademisi dalam forum diskusi di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis...

Undip Lepas 2.102 Mahasiswa KKN

NEWSREAL.ID, SEMARANG- Universitas Diponegoro (Undip)kembali mengirim ribuan mahasiswanya ke tengah masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Program pengabdian ini menjadi wadah aktualisasi ilmu sekaligus...

Ratusan Rektor Teken Kontrak Kinerja, Dorong Kampus Lebih Berdampak

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ratusan pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) menandatangani Kontrak Kinerja Perguruan Tinggi Berdampak 2026, sebagai upaya menyelaraskan pengelolaan kampus...

Kemendikti Terbitkan Permen Baru soal Dosen, Status Tetap dan Tidak Tetap Diperjelas

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi menerbitkan Peraturan Menteri Nomor 52 Tahun 2025 yang mengatur ketentuan baru terkait dosen di perguruan...

FK Unnes Gelar Layanan Kesehatan Gratis Warga Bener Meriah

NEWSREAL.ID, BENER MERIAH– Tim medis Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (FK Unnes) bekerja sama dengan Puskesmas Lampahan, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, menggelar...

Riset Ekspedisi Patriot Jadi Rujukan Kebijakan Kementerian Transmigrasi

NEWSREAL.ID, YOGYAKARTA- Kementerian Transmigrasi menegaskan komitmennya menjadikan hasil riset Tim Ekspedisi Patriot (TEP) sebagai rekomendasi utama dalam penyusunan kebijakan dan program transmigrasi ke depan, khususnya...

Leave a comment