Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ekonomi Bisnis

BP BUMN: Rasionalisasi Perusahaan Negara Tetap Berjalan

Tim Redaksi, Newsreal.id
Jumat, 31 Oktober 2025 01:49 WIB
BP BUMN: Rasionalisasi Perusahaan Negara Tetap Berjalan
NEWSREAL.ID - DATANGI BP BUMN: Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Tedi Bharata mendatangi Kantor Badan Pengaturan (BP) BUMN usai dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Kepala BP BUMN, beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Upaya pemerintah untuk memangkas jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tetap berlanjut. Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN, Tedi Bharata menegaskan, langkah perampingan tersebut akan dilakukan secara bertahap dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, terutama para karyawan.

“Soal perampingan jumlah BUMN tetap berjalan. Tapi semua stakeholder kita libatkan. Karyawan tentu menjadi pusat perhatian,” ujar Tedi di sela peluncuran Pameran Jurnalistik dan Buku Haluan Merah Putih di Antara Heritage Center, Jakarta, Kamis (30/10).

Penegasan itu sekaligus menindaklanjuti pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya menyebutkan bahwa pengurangan jumlah BUMN dari sekitar 1.000 menjadi 200 entitas merupakan langkah strategis untuk meningkatkan rasio profitabilitas perusahaan negara terhadap total aset (Return on Assets/RoA).

Menurut Tedi, pesan Presiden tersebut mencerminkan dorongan kuat agar BUMN bertransformasi menjadi lebih efisien dan kompetitif. “Harapan besar dari Pak Prabowo adalah BUMN harus lebih bagus lagi, lebih maju, dan memberikan dampak yang lebih besar kepada masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, baik kontribusi finansial maupun nonfinansial BUMN ke depan diharapkan meningkat signifikan. Hal itu akan menjadi bagian dari Key Performance Indicator (KPI) bagi seluruh insan BUMN. “Itu amanah Presiden. Artinya, kinerja karyawan juga harus meningkat,” tegasnya.

Bisnis Inti

Selain fokus pada efisiensi, pemerintah mendorong setiap BUMN untuk kembali ke bisnis inti (core business) masing-masing. Langkah ini diyakini dapat memperkuat posisi perusahaan dalam ekosistem bisnis global.

Dua pekan sebelumnya, Presiden Prabowo telah memberikan arahan langsung kepada CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, untuk melaksanakan rasionalisasi dan penguatan tata kelola BUMN.

“Saya sudah memberikan arahan kepada pimpinan Danantara untuk memangkas dari sekitar 1.000 BUMN menjadi angka yang lebih rasional, mungkin 200 atau 230,” ujar Prabowo.

Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan BUMN dengan standar bisnis internasional, termasuk perekrutan talenta terbaik dari dalam maupun luar negeri. Langkah rasionalisasi ini diharapkan dapat menjadikan BUMN lebih efisien, transparan, dan berdaya saing global. Dengan transformasi tersebut, Presiden optimistis rasio RoA BUMN yang selama ini hanya di kisaran 1-2 persen dapat meningkat secara signifikan. (tb)

Berita Terbaru

Respons Imbauan WFH, Golkar Usul Prioritas di Tiga Provinsi

NEWSREAL.ID, JAKARTA –Wacana kebijakan work from home (WFH) untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik Timur Tengah mendapat sorotan dari Partai Golkar. Mereka meminta...

Menkeu Rem Anggaran Baru K/L, APBN Dijaga Tetap Sehat

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengambil langkah tegas dengan membatasi pengajuan anggaran baru dari kementerian dan lembaga (K/L). Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga...

Prabowo Panggil Airlangga Cs ke Istana, Efisiensi Anggaran dan WFA Dibahas

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri ke Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (19/3/2026), untuk membahas langkah efisiensi pemerintah di tengah tekanan anggaran. Sejumlah pejabat...

Main Harga Pangan Jelang Lebaran? Siap-Siap Kena Pidana

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah memberi peringatan keras kepada pelaku usaha yang nekat memainkan harga pangan menjelang Lebaran 2026. Tak hanya sanksi administratif, ancaman pidana juga disiapkan...

Blusukan ke Beringharjo, Purbaya Bantah Pasar Tradisional ‘Mati Suri’

NEWSREAL.ID, YOGYAKARTA– Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa pasar tradisional di Indonesia tidak mati suri, setelah melihat langsung aktivitas perdagangan di Pasar Beringharjo dan...

Utang RI Tembus 434,7 Miliar Dolar AS, BI: Masih Terkendali

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada awal tahun 2026 tercatat masih dalam kondisi terkendali. Bank Indonesia (BI) mencatat total ULN Indonesia pada...

Eskalasi Perang AS-Iran Meningkat, Menkeu: APBN 2026 Masih Aman

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memang bikin ekonomi global ikut deg-degan. Tapi pemerintah Indonesia masih cukup santai. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa...

Volume Logistik Diprediksi Melonjak 30 Persen Selama Ramadan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ramadhan tak hanya membuat pasar dan dapur lebih sibuk. Sektor logistik nasional juga ikut “ngebut”. Distribusi barang diperkirakan melonjak hingga 30 persen, dipicu...

ATM Mulai Sepi, Warga RI Pindah ke Mobile Banking

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Mesin ATM di Indonesia perlahan mulai “ditinggalkan”. Bukan karena rusak, tapi karena masyarakat kini lebih nyaman bertransaksi lewat ponsel. Dari bayar tagihan sampai...

Menkeu: APBN Masih Tangguh Hadapi Badai Krisis Global

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia masih cukup kuat untuk menghadapi potensi krisis global, termasuk...

Timur Tengah Memanas, DPR Minta Pemerintah Percepat Kemandirian Energi

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan geopolitik global yang meningkat mendorong DPR RI mendesak pemerintah mempercepat program kemandirian energi nasional. Eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan...

Antisipasi Dampak Perang AS-Iran, Airlangga: Pasokan Energi RI Sudah Diamankan dari Luar Timur Tengah

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah Indonesia menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi gejolak pasokan energi akibat konflik global. Salah satunya dengan mengamankan sumber energi dari berbagai negara di...

Leave a comment