Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ekonomi Bisnis

Antisipasi Dampak Perang AS-Iran, Airlangga: Pasokan Energi RI Sudah Diamankan dari Luar Timur Tengah

Tim Redaksi, Newsreal.id
Sabtu, 7 Maret 2026 05:00 WIB
Antisipasi Dampak Perang AS-Iran, Airlangga: Pasokan Energi RI Sudah Diamankan dari Luar Timur Tengah
NEWSREAL.ID - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah Indonesia menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi gejolak pasokan energi akibat konflik global. Salah satunya dengan mengamankan sumber energi dari berbagai negara di luar kawasan Timur Tengah.

Pemerintah Indonesia memastikan pasokan energi nasional tetap aman meskipun situasi geopolitik global memanas akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut pemerintah telah menyiapkan sejumlah sumber pasokan energi alternatif dari luar Timur Tengah.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi mitigasi agar ketahanan energi nasional tetap terjaga di tengah ketidakpastian global. “Kalau dari segi energi, karena kita sudah menandatangani ART, suplai energi kita juga sudah melakukan MoU dengan Amerika Serikat, dan Pertamina punya akses pasokan dari Venezuela,” kata Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah saat ini terus memantau perkembangan situasi global yang sulit diprediksi. Indonesia, kata dia, belajar dari pengalaman saat konflik Rusia dan Ukraina yang sempat memicu lonjakan harga energi dunia. Dalam kondisi tersebut, pemerintah menyiapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai penyangga untuk meredam gejolak harga energi agar tidak membebani masyarakat.

Fluktuasi Harga

“Subsidi tetap kita jaga. APBN menjadi buffer untuk meredam fluktuasi harga. Tapi di sisi lain, kalau harga  komoditas naik, tentu ada tambahan penerimaan negara,” ujarnya. Meski demikian, Airlangga menilai masih terlalu dini untuk memperkirakan dampak penuh konflik Timur Tengah terhadap perekonomian global.

“Situasinya masih terlalu awal untuk disimpulkan,” kata dia. Lebih lanjut, ia menilai ketidakpastian global juga membuat investor cenderung menahan ekspansi bisnis. Oleh karena itu, ketahanan ekonomi menjadi faktor penting agar Indonesia tetap menarik bagi investasi.

Dalam dokumen kesepakatan perdagangan timbal balik antara Indonesia dan Amerika Serikat, pemerintah juga berkomitmen melakukan pembelian komoditas energi dari AS senilai sekitar 15 miliar dolar AS. Nilai tersebut mencakup impor LPG sebesar 3,5 miliar dolar AS, minyak mentah 4,5 miliar dolar AS, serta bensin hasil kilang sekitar 7 miliar dolar AS.

Langkah diversifikasi pasokan energi ini diharapkan mampu menjaga stabilitas energi nasional di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang. (tb)

Berita Terbaru

Ombudsman Minta Pemerintah Kaji Ulang Rencana Impor 150 Ribu Mobil Niaga dari India

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Rencana pemerintah mengimpor 150 ribu mobil niaga dari India untuk mendukung logistik Koperasi Desa menuai sorotan. Ombudsman RI menyarankan agar kebijakan tersebut dievaluasi...

Mudik Lebaran 2026, PT Pelni Beri Diskon Tiket 30 Persen

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kabar baik buat calon pemudik jalur laut. PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) memberikan diskon tiket kapal sebesar 30 persen selama periode mudik Lebaran...

Malaysia Dukung RI Pimpin D-8, Titip Pesan: Jangan Lupa UMKM!

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Malaysia resmi kasih “lampu hijau plus dukungan penuh” buat Indonesia yang lagi pegang tongkat komando organisasi Developing Eight (D-8). Tapi ada satu catatan...

Airlangga Ingatkan Dampak Perang AS-Iran: Harga BBM Bisa Ikut Terkerek

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran tak hanya berdampak pada geopolitik global, tetapi juga berpotensi memengaruhi harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia. Menteri...

Soal Moratorium Ritel Modern, Menkop: Itu Kewenangan Pemda, Bukan Pemerintah Pusat

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan kebijakan moratorium atau penghentian sementara izin pembangunan ritel modern sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah daerah (pemda), bukan ranah Kementerian...

Kemenaker Pastikan Bonus Hari Raya Ojol Tetap Ada, Maksimal H-7 Lebaran

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ramadan sudah berjalan sepekan, dan pertanyaan klasik menjelang Lebaran kembali muncul: kapan THR cair? Bagi pengemudi ojek online (ojol), kabar baiknya Bonus Hari...

APKLI Desak Penataan Ulang Ritel Modern

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Keberadaan warung kelontong kian terdesak. Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) mencatat jumlah warung kelontong di Indonesia terus menyusut dalam hampir dua dekade...

103 Ribu Kursi Kereta Mudik Lebaran 2026 Masih Tersedia

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Buat kamu yang belum pegang tiket mudik Lebaran 2026, tenang dulu. Masih ada sekitar 103 ribu kursi kereta untuk periode pra-Lebaran 11-20 Maret...

Danantara Hidupkan Lagi Tambang Ombilin, Target Serap 1.000 Pekerja

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mendorong percepatan reaktivasi tambang batu bara Ombilin di Sawahlunto, Sumatera Barat. Jika kembali beroperasi, tambang legendaris ini diproyeksikan...

Ombudsman Buka Posko THR 2026, Soroti Ratusan Aduan yang Belum Tuntas

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ombudsman Republik Indonesia (ORI) berkolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia serta sejumlah pemerintah daerah menyelenggarakan Posko THR Keagamaan 2026 menjelang pencairan tunjangan hari...

Satga Saber Pangan: Harga Bahan Pokok Masih Aman

NEWSREAL.ID, SEMARANG- Memasuki Ramadan 2026, harga bahan pokok di Kota Semarang terpantau relatif stabil. Kepastian itu disampaikan Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pelanggaran Harga,...

MA AS Coret Tarif Trump, Prabowo: Kita Hormati Politik Mereka

NEWSREAL.ID, WASHINGTON- Presiden Prabowo Subianto merespons putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan kebijakan tarif global Presiden Donald Trump dengan nada tenang. Indonesia, kata dia,...