
NEWSREAL.ID, BRUSSELS- Negara-negara Eropa menolak seruan Amerika Serikat untuk mengerahkan pasukan angkatan laut ke Selat Hormuz di tengah meningkatnya konflik dengan Iran. Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menegaskan bahwa Eropa tidak tertarik untuk terlibat dalam konflik militer yang berpotensi berkepanjangan.
“Tidak ada yang ingin secara aktif terlibat dalam perang ini. Kami tidak tertarik pada perang tanpa akhir,” ujarnya usai pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa di Brussels, Senin (16/3/2026). Menurut Kallas, fokus utama Eropa saat ini adalah menjaga keamanan maritim dan kebebasan navigasi, tanpa memperluas operasi militer ke kawasan baru seperti Selat Hormuz.
Senada, Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, menegaskan bahwa misi angkatan laut Uni Eropa saat ini tidak dirancang untuk beroperasi di kawasan tersebut. “Kami bisa memperkuat misi yang ada, tapi bukan memperluasnya ke Selat Hormuz,” katanya.
Sikap tegas juga datang dari Jerman. Kanselir Friedrich Merz menyatakan Berlin tidak akan mengirim pasukan ke Teluk, dan mendorong solusi politik sebagai jalan keluar konflik. Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, menambahkan bahwa setiap pengerahan militer di luar wilayah NATO memerlukan persetujuan hukum dan parlemen.
Solusi Diplomatik
“Ini bukan perang kami. Kami tidak memulainya. Kami menginginkan solusi diplomatik,” tegasnya. Sementara itu, Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, juga menolak tekanan Washington dan memastikan Inggris tidak akan terlibat dalam konflik yang lebih luas tanpa dasar hukum yang jelas.
Negara lain seperti Polandia dan Belgia turut memperkuat sikap serupa, dengan menekankan pentingnya stabilitas kawasan melalui jalur diplomasi. Menteri Luar Negeri Polandia, Radoslaw Sikorski, bahkan mengkritik Presiden Donald Trump yang dinilai mendorong keterlibatan militer Eropa sambil memperlakukan NATO seolah entitas terpisah dari AS.
Sebelumnya, Trump mengklaim “banyak negara” siap membantu AS membuka kembali Selat Hormuz, namun tidak merinci negara mana saja. Selat Hormuz sendiri menjadi pusat perhatian global setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran mengumumkan pembatasan akses kapal di tengah konflik dengan AS dan Israel.
Sebelum konflik, sekitar 20 juta barel minyak per hari melintasi jalur ini. Gangguan distribusi tersebut kini memicu lonjakan harga energi global. (dc)
Iran Ancam Serang Perusahaan AS di Timur Tengah, Konflik Makin Memanas
NEWSREAL.ID, TEHERAN- Korps Garda Revolusi Islam Iran mengancam akan menyerang perusahaan-perusahaan asal Amerika Serikat yang beroperasi di wilayah Timur Tengah. Melalui pernyataan resmi di Sepah...
Luka Usai Serangan AS-Israel, Putin Disebut Kirim Pesawat Militer Bawa Mojtaba Khamenei ke Moskow
NEWSREAL.ID, MOSKOW- Pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, disebut diam-diam diterbangkan ke Rusia menggunakan pesawat militer setelah mengalami luka serius akibat serangan yang diduga dilakukan...
Stok Pencegat Rudal Israel Menipis Dihantam Serangan Iran, Tel Aviv Minta Bantuan AS
NEWSREAL.ID, TEL AVIV- Perang Iran-Israel memasuki fase yang makin panas. Di tengah gempuran rudal yang terus berdatangan, Israel dilaporkan mulai kehabisan persediaan pencegat rudal dan...
Iran Desak Negara Kawasan Usir Pasukan Amerika dari Selat Hormuz
NEWSREAL.ID, TEHERAN- Ketegangan geopolitik di Timur Tengah makin memanas. Iran secara terbuka mendesak negara-negara kawasan untuk mengusir pasukan Amerika Serikat, sambil menuding sistem keamanan Washington...
Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Milik AS Usai Serangan ke Pulau Kharg
NEWSREAL.ID, TEHERAN- Pemerintah Iran mengancam akan melancarkan serangan balasan terhadap fasilitas minyak dan energi di kawasan yang dimiliki atau bekerja sama dengan perusahaan Amerika Serikat...
Mojtaba Khamenei Ultimatum AS: Tutup Pangkalan Militer di Timur Tengah atau Diserang
NEWSREAL.ID, TEHERAN- Ketegangan di Timur Tengah makin memanas. Pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, melontarkan ultimatum keras kepada Amerika Serikat agar menutup seluruh pangkalan militernya...
Rusia dan Turki Coba Jadi Penengah, Iran Masih Ogah Bahas Gencatan Senjata
NEWSREAL.ID, TEHERAN- Upaya meredakan perang di Timur Tengah mulai bermunculan. Rusia dan Turki disebut sudah menawarkan diri menjadi mediator konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan...
Iran Minta Warga Teluk Tunjukkan Posisi Pasukan AS-Israel, Klaim Demi Serangan Lebih Presisi
NEWSREAL.ID, TEHERAN- Ketegangan di Timur Tengah makin panas. Kali ini Iran meminta warga Muslim dan negara-negara di kawasan Teluk untuk membantu menunjukkan lokasi pasukan Amerika...
Korut Pasang Badan untuk Pemimpin Baru Iran, Kecam Serangan AS-Israel
NEWSREAL.ID, PYONGYANG- Peta politik Timur Tengah makin ramai. Kali ini Korea Utara ikut angkat suara dengan menyatakan dukungan terbuka terhadap pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba...
Hubungan Memanas, Spanyol Tarik Permanen Dubesnya dari Israel
NEWSREAL.ID, MADRID- Hubungan diplomatik antara Spanyol dan Israel kian memanas. Pemerintah Spanyol resmi menarik duta besarnya dari Israel secara permanen setelah ketegangan kedua negara meningkat,...
Israel Dihantam Rudal Iran, Dampak Kerusakan Disebut Disensor Ketat
NEWSREAL.ID, TEL AVIV- Serangan rudal Iran ke Israel disebut menimbulkan kerusakan dan korban yang tidak sedikit. Namun di tengah perang yang terus memanas, pemerintah Israel...
Perang Mahal vs Drone Murah: AS Disebut Bakar Rp15 Triliun Sehari Lawan Iran
NEWSREAL.ID, WASHINGTON- Perang antara Amerika Serikat dan Iran memunculkan ironi besar: amunisi supermahal dipakai untuk menghadapi drone murah. Pemerintahan Presiden Donald Trump bahkan disebut menghabiskan...

