
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Maskapai pelat merah Garuda Indonesia kembali mencatat kinerja keuangan negatif sepanjang 2025. Perusahaan membukukan rugi bersih sebesar 319,39 juta dollar AS atau setara sekitar Rp5,42 triliun (asumsi kurs Rp17.000 per dolar AS).
Kerugian tersebut melonjak tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 69,77 juta dollar AS atau sekitar Rp1,18 triliun. Dengan demikian, rugi bersih perseroan meningkat lebih dari empat kali lipat secara tahunan.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), membengkaknya kerugian dipicu oleh penurunan pendapatan perusahaan. Sepanjang 2025, pendapatan Garuda Indonesia turun 5,8 persen dari 3,41 miliar dollar AS menjadi 3,21 miliar dollar AS.
Kontributor terbesar pendapatan masih berasal dari penerbangan berjadwal yang menyumbang 2,14 miliar dollar AS. Sementara itu, penerbangan tidak berjadwal memberikan kontribusi sebesar 340,87 juta dollar AS, dan sisanya berasal dari pendapatan lain-lain sekitar 361,05 juta dollar AS.
Efisiensi Tipis
Di sisi beban, perusahaan sebenarnya mampu melakukan efisiensi tipis. Total beban usaha turun dari 3,11 miliar dollar AS menjadi sekitar 3,1 miliar dollar AS. Namun, penghematan tersebut belum cukup untuk menahan tekanan terhadap kinerja keuangan secara keseluruhan.
Beban operasional penerbangan masih menjadi komponen terbesar dengan nilai mencapai 1,54 miliar dollar AS. Selain itu, beban pemeliharaan dan perbaikan tercatat sebesar 661,36 juta dollar AS. Adapun beban kebandaraan dan pelayanan penumpang masing-masing mencapai 249,14 juta dollar AS dan 216,35 juta dollar AS.
Dari sisi neraca, total aset Garuda Indonesia meningkat menjadi 7,43 miliar dollar AS dari sebelumnya 6,62 miliar dollar AS. Sementara total liabilitas tercatat sebesar 7,33 miliar dollar AS, dengan ekuitas berada di level 91,91 juta dollar AS.
Kondisi ini menunjukkan tekanan finansial yang masih membayangi maskapai nasional tersebut, meskipun upaya efisiensi terus dilakukan. Penurunan pendapatan di tengah beban operasional yang tinggi menjadi tantangan utama bagi Garuda Indonesia dalam memperbaiki kinerja keuangan ke depan. (tb)
BBM Asia Tenggara Naik Serentak Imbas Perang Iran, RI Masih Bertahan
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Lonjakan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah mulai berdampak luas ke kawasan Asia Tenggara. Sejumlah negara kompak menaikkan harga bahan bakar...
Respons Imbauan WFH, Golkar Usul Prioritas di Tiga Provinsi
NEWSREAL.ID, JAKARTA –Wacana kebijakan work from home (WFH) untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik Timur Tengah mendapat sorotan dari Partai Golkar. Mereka meminta...
Menkeu Rem Anggaran Baru K/L, APBN Dijaga Tetap Sehat
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengambil langkah tegas dengan membatasi pengajuan anggaran baru dari kementerian dan lembaga (K/L). Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga...
Prabowo Panggil Airlangga Cs ke Istana, Efisiensi Anggaran dan WFA Dibahas
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri ke Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (19/3/2026), untuk membahas langkah efisiensi pemerintah di tengah tekanan anggaran. Sejumlah pejabat...
Main Harga Pangan Jelang Lebaran? Siap-Siap Kena Pidana
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah memberi peringatan keras kepada pelaku usaha yang nekat memainkan harga pangan menjelang Lebaran 2026. Tak hanya sanksi administratif, ancaman pidana juga disiapkan...
Blusukan ke Beringharjo, Purbaya Bantah Pasar Tradisional ‘Mati Suri’
NEWSREAL.ID, YOGYAKARTA– Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa pasar tradisional di Indonesia tidak mati suri, setelah melihat langsung aktivitas perdagangan di Pasar Beringharjo dan...
Utang RI Tembus 434,7 Miliar Dolar AS, BI: Masih Terkendali
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada awal tahun 2026 tercatat masih dalam kondisi terkendali. Bank Indonesia (BI) mencatat total ULN Indonesia pada...
Eskalasi Perang AS-Iran Meningkat, Menkeu: APBN 2026 Masih Aman
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memang bikin ekonomi global ikut deg-degan. Tapi pemerintah Indonesia masih cukup santai. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa...
Volume Logistik Diprediksi Melonjak 30 Persen Selama Ramadan
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ramadhan tak hanya membuat pasar dan dapur lebih sibuk. Sektor logistik nasional juga ikut “ngebut”. Distribusi barang diperkirakan melonjak hingga 30 persen, dipicu...
ATM Mulai Sepi, Warga RI Pindah ke Mobile Banking
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Mesin ATM di Indonesia perlahan mulai “ditinggalkan”. Bukan karena rusak, tapi karena masyarakat kini lebih nyaman bertransaksi lewat ponsel. Dari bayar tagihan sampai...
Menkeu: APBN Masih Tangguh Hadapi Badai Krisis Global
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia masih cukup kuat untuk menghadapi potensi krisis global, termasuk...
Timur Tengah Memanas, DPR Minta Pemerintah Percepat Kemandirian Energi
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan geopolitik global yang meningkat mendorong DPR RI mendesak pemerintah mempercepat program kemandirian energi nasional. Eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan...

