Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ekonomi Bisnis

Garuda Indonesia Tekor Rp5,4 Triliun Sepanjang 2025

Tim Redaksi, Admin
Senin, 23 Maret 2026 23:06 WIB
Garuda Indonesia Tekor Rp5,4 Triliun Sepanjang 2025
NEWSREAL.ID - ILUSTRASI: Boeing 737 MAX 8 milik maskapai Garuda Indonesia. Pemerintah berencana mendatangkan 50 unit lagi sebagai kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Maskapai pelat merah Garuda Indonesia kembali mencatat kinerja keuangan negatif sepanjang 2025. Perusahaan membukukan rugi bersih sebesar 319,39 juta dollar AS atau setara sekitar Rp5,42 triliun (asumsi kurs Rp17.000 per dolar AS).

Kerugian tersebut melonjak tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 69,77 juta dollar AS atau sekitar Rp1,18 triliun. Dengan demikian, rugi bersih perseroan meningkat lebih dari empat kali lipat secara tahunan.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), membengkaknya kerugian dipicu oleh penurunan pendapatan perusahaan. Sepanjang 2025, pendapatan Garuda Indonesia turun 5,8 persen dari 3,41 miliar dollar AS menjadi 3,21 miliar dollar AS.

Kontributor terbesar pendapatan masih berasal dari penerbangan berjadwal yang menyumbang 2,14 miliar dollar AS. Sementara itu, penerbangan tidak berjadwal memberikan kontribusi sebesar 340,87 juta dollar AS, dan sisanya berasal dari pendapatan lain-lain sekitar 361,05 juta dollar AS.

Efisiensi Tipis

Di sisi beban, perusahaan sebenarnya mampu melakukan efisiensi tipis. Total beban usaha turun dari 3,11 miliar dollar AS menjadi sekitar 3,1 miliar dollar AS. Namun, penghematan tersebut belum cukup untuk menahan tekanan terhadap kinerja keuangan secara keseluruhan.

Beban operasional penerbangan masih menjadi komponen terbesar dengan nilai mencapai 1,54 miliar dollar AS. Selain itu, beban pemeliharaan dan perbaikan tercatat sebesar 661,36 juta dollar AS. Adapun beban kebandaraan dan pelayanan penumpang masing-masing mencapai 249,14 juta dollar AS dan 216,35 juta dollar AS.

Dari sisi neraca, total aset Garuda Indonesia meningkat menjadi 7,43 miliar dollar AS dari sebelumnya 6,62 miliar dollar AS. Sementara total liabilitas tercatat sebesar 7,33 miliar dollar AS, dengan ekuitas berada di level 91,91 juta dollar AS.

Kondisi ini menunjukkan tekanan finansial yang masih membayangi maskapai nasional tersebut, meskipun upaya efisiensi terus dilakukan. Penurunan pendapatan di tengah beban operasional yang tinggi menjadi tantangan utama bagi Garuda Indonesia dalam memperbaiki kinerja keuangan ke depan. (tb)

Berita Terbaru

Reformasi Sektor Pertambangan Nasional, Bahlil Laporkan Penataan IUP ke Presiden

JAKARTA,newsreal.id – Langkah tegas pemerintah diambil pemerintah dalam penataan izin usaha pertambangan (IUP) di kawasan hutan. Hal ini menandai fase baru dalam reformasi sektor pertambangan...

Indonesia Buka Investasi Rusia untuk Infrastruktur Strategis Nasional

JAKARTA,newsreal.id – Pemerintah Indonesia membuka peluang bagi Rusia untuk memperkuat kerja sama investasi jangka panjang di sektor energi. Kerja sama tersebut tidak hanya mencakup pasokan...

Masyarakat Transportasi Soroti Krisis Energi, Saatnya Berubah ke Transportasi Massal

JAKARTA,newsreal.id – Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) melihat krisis energi global dijadikan momentum strategis untuk melakukan transformasi sistem transportasi nasional secara menyeluruh. MTI mendorong program peralihan...

Diluncurkan 17 Oktober 2023, Whoosh Catat 15 Juta Perjalanan Penumpang

JAKARTA, newsreal.id -Diluncurkan pada 17 Oktober 2023 hingga Selasa (14/4), Whoosh telah melayani lebih dari 15 juta perjalanan penumpang. Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) menandai pertumbuhan...

Peran Serta Masyarakat Bangun Dapur BGN Tinggi, Data Sebut Investasi Capai Rp54 triliun

BOGOR, newsreal.id – Partisipasi masyarakat dalam membantu pemerintah untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sangat tinggi. Hal ini didasarkan pada data yang dicatat Badan...

Penggemar Wisata, Rangkaian New Generation Hadir di KA Bangunkarta dan Singasari

JAKARTA,newsreal.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun berinovasi dalam layanan perkeretaapian. Mereka akan mengoperasikan rangkaian Stainless Steel New Generation (SSNG) yang...

Alarm bagi Pengusaha Rokok Indonesia, Menkeu Beri Tenggat Beralih Ilegal ke Legal

JAKARTA,newsreal.id – Informasi penting disampaikan pemerintah kepada para pengusaha rokok di Indonesia. Informasi ini disampaikan, agar para pengusaha rokok ini segera melengkapi diri izin usaha...

Bentuk Sistem Agroforestri Tradisional, Ini Modal yang Dimiliki Indonesia

NEWSREAL, Jakarta – Diskursus mengenai tanaman komoditas unggulan nasional dalam konteks perubahan iklim kerap terjebak pada simplifikasi sumber masalah atau bagian dari solusi. Dalam kenyataannya,...

KPK Ingatkan Kemenperin Waspadai Risiko Tata Kelola Investasi Rp6,74 Triliun

NEWSREAL.ID, JAKARTA- KPK mengingatkan Kementerian Perindustrian untuk mengantisipasi potensi risiko tata kelola dalam realisasi investasi sebesar Rp6,74 triliun di 175 kawasan industri sepanjang 2025. Kepala...

Hadapi Gejolak Geopolitik, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- PT Pertamina (Persero) mempercepat pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai langkah strategis menjaga ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global. Vice President...

Pengusaha Wanti-wanti Risiko Fiskal di Balik Penahanan Harga BBM

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Kalangan pengusaha mengapresiasi langkah pemerintah menahan harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah lonjakan harga minyak global akibat konflik Timur Tengah. Namun, kebijakan...

Harga BBM Nonsubsidi Belum Naik, Pertamina Tanggung Selisih Sementara

NEWSEAL.ID, JAKARTA- Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi tetap stabil meski terjadi lonjakan harga minyak dunia. Untuk sementara, selisih harga tersebut ditanggung oleh...