Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ekonomi Bisnis

Timur Tengah Memanas, DPR Minta Pemerintah Percepat Kemandirian Energi

Tim Redaksi, Newsreal.id
Minggu, 8 Maret 2026 15:55 WIB
Timur Tengah Memanas, DPR Minta Pemerintah Percepat Kemandirian Energi
NEWSREAL.ID - TERTAHAN DI SELAT HORMUZ: Salah satu kapal tanker milik PT Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan kawasan tersebut akibat serangan AS-Israrel ke Teheran, Iran. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan geopolitik global yang meningkat mendorong DPR RI mendesak pemerintah mempercepat program kemandirian energi nasional. Eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel dinilai menjadi peringatan serius bagi Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada impor energi.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Komisi XIII DPR RI, Bias Layar, mengatakan konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah berpotensi mengganggu stabilitas pasokan energi global. Menurutnya, ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM) dari kawasan tersebut dapat menimbulkan risiko besar bagi perekonomian nasional jika konflik terus berlanjut.

“Ketegangan di sekitar jalur energi global seperti Selat Hormuz yang merupakan salah satu jalur distribusi minyak dunia, dapat memicu lonjakan harga energi secara drastis,” ujar Bias kepada wartawan, Sabtu (7/3/2026). Ia memperingatkan, apabila konflik global semakin meluas, harga minyak dunia berpotensi melonjak hingga menembus lebih dari 100 dolar AS per barel.

Tekanan Besar

Kondisi tersebut dinilai bisa memberikan tekanan besar terhadap ekonomi nasional. Dampaknya, kata Bias, dapat dirasakan dalam berbagai sektor, mulai dari meningkatnya inflasi, kenaikan harga kebutuhan pokok, hingga tekanan terhadap struktur anggaran negara.

Karena itu, ia meminta pemerintah segera mengambil langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak dari Timur Tengah. Salah satunya dengan memperluas kerja sama energi dengan negara lain di kawasan Amerika, Afrika, dan Asia Pasifik.

Selain diversifikasi sumber impor, Bias juga menilai pemerintah perlu mendorong peningkatan produksi energi dalam negeri. Ia meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mempercepat target produksi minyak nasional.

Menurutnya, perusahaan energi nasional Pertamina juga perlu didorong untuk meningkatkan produksi minyak hingga mencapai target 1 juta barel per hari. “Langkah ini harus diiringi pembangunan infrastruktur energi, peningkatan kapasitas penyimpanan cadangan BBM nasional, serta dukungan kebijakan fiskal yang memadai,” katanya.

Lonjakan harga energi global saat ini dipicu oleh konflik yang masih berlangsung antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah. Ketegangan tersebut juga memicu gangguan pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Jika konflik terus berlanjut, sejumlah negara produsen energi memperkirakan harga minyak dunia bisa kembali melonjak lebih tinggi dan memicu gejolak ekonomi global. (tb)

Berita Terbaru

Antisipasi Dampak Perang AS-Iran, Airlangga: Pasokan Energi RI Sudah Diamankan dari Luar Timur Tengah

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah Indonesia menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi gejolak pasokan energi akibat konflik global. Salah satunya dengan mengamankan sumber energi dari berbagai negara di...

Ombudsman Minta Pemerintah Kaji Ulang Rencana Impor 150 Ribu Mobil Niaga dari India

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Rencana pemerintah mengimpor 150 ribu mobil niaga dari India untuk mendukung logistik Koperasi Desa menuai sorotan. Ombudsman RI menyarankan agar kebijakan tersebut dievaluasi...

Mudik Lebaran 2026, PT Pelni Beri Diskon Tiket 30 Persen

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kabar baik buat calon pemudik jalur laut. PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) memberikan diskon tiket kapal sebesar 30 persen selama periode mudik Lebaran...

Malaysia Dukung RI Pimpin D-8, Titip Pesan: Jangan Lupa UMKM!

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Malaysia resmi kasih “lampu hijau plus dukungan penuh” buat Indonesia yang lagi pegang tongkat komando organisasi Developing Eight (D-8). Tapi ada satu catatan...

Airlangga Ingatkan Dampak Perang AS-Iran: Harga BBM Bisa Ikut Terkerek

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran tak hanya berdampak pada geopolitik global, tetapi juga berpotensi memengaruhi harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia. Menteri...

Soal Moratorium Ritel Modern, Menkop: Itu Kewenangan Pemda, Bukan Pemerintah Pusat

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan kebijakan moratorium atau penghentian sementara izin pembangunan ritel modern sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah daerah (pemda), bukan ranah Kementerian...

Kemenaker Pastikan Bonus Hari Raya Ojol Tetap Ada, Maksimal H-7 Lebaran

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ramadan sudah berjalan sepekan, dan pertanyaan klasik menjelang Lebaran kembali muncul: kapan THR cair? Bagi pengemudi ojek online (ojol), kabar baiknya Bonus Hari...

APKLI Desak Penataan Ulang Ritel Modern

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Keberadaan warung kelontong kian terdesak. Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) mencatat jumlah warung kelontong di Indonesia terus menyusut dalam hampir dua dekade...

103 Ribu Kursi Kereta Mudik Lebaran 2026 Masih Tersedia

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Buat kamu yang belum pegang tiket mudik Lebaran 2026, tenang dulu. Masih ada sekitar 103 ribu kursi kereta untuk periode pra-Lebaran 11-20 Maret...

Danantara Hidupkan Lagi Tambang Ombilin, Target Serap 1.000 Pekerja

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mendorong percepatan reaktivasi tambang batu bara Ombilin di Sawahlunto, Sumatera Barat. Jika kembali beroperasi, tambang legendaris ini diproyeksikan...

Ombudsman Buka Posko THR 2026, Soroti Ratusan Aduan yang Belum Tuntas

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ombudsman Republik Indonesia (ORI) berkolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia serta sejumlah pemerintah daerah menyelenggarakan Posko THR Keagamaan 2026 menjelang pencairan tunjangan hari...

Satga Saber Pangan: Harga Bahan Pokok Masih Aman

NEWSREAL.ID, SEMARANG- Memasuki Ramadan 2026, harga bahan pokok di Kota Semarang terpantau relatif stabil. Kepastian itu disampaikan Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pelanggaran Harga,...