Politik

Soal Siaga 1, DPR Berencana Panggil Panglima TNI

Tim Redaksi, Admin
Rabu, 11 Maret 2026 15:49 WIB
Soal Siaga 1, DPR Berencana Panggil Panglima TNI
NEWSREAL.ID - Ketua DPR, Puan Maharani. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Status Siaga 1 yang diumumkan TNI gara-gara memanasnya konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran bikin DPR angkat alis. Ketua DPR RI Puan Maharani memastikan parlemen bakal memanggil Agus Subiyanto untuk meminta penjelasan langsung soal urgensi keputusan tersebut.

Keputusan TNI menetapkan status Siaga 1 sebagai langkah antisipasi dampak konflik di Timur Tengah mulai dipertanyakan DPR. Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan pihaknya akan menugaskan Komisi I DPR memanggil Panglima TNI Agus Subiyanto guna meminta penjelasan resmi.

Menurut Puan, DPR perlu mengetahui secara jelas alasan di balik penerbitan Surat Telegram yang menetapkan status siaga tersebut. “Terkait Siaga 1 itu, kami akan meminta komisi terkait untuk menanyakan langsung kepada TNI,” kata Puan usai memimpin rapat paripurna pembukaan masa sidang IV di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3).

Puan menegaskan kesiapsiagaan memang menjadi tugas utama aparat keamanan, termasuk TNI, dalam menjaga stabilitas pertahanan dan keamanan nasional. Namun, ia menilai perlu ada penjelasan lebih rinci jika sampai diterbitkan instruksi Siaga 1 dalam situasi seperti saat ini.

“Kalau kemudian sampai ada surat seperti itu dalam kondisi sekarang, tentu perlu dijelaskan apakah memang diperlukan atau tidak,” ujarnya. Karena itu, DPR meminta TNI memberikan penjelasan konkret terkait dasar pertimbangan penerbitan telegram tersebut. Klarifikasi itu nantinya akan dibahas melalui Komisi I DPR yang membidangi pertahanan.

Tujuh Instruksi

Instruksi Siaga 1 sendiri tertuang dalam Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026 yang diteken Asisten Operasi Panglima TNI Bobby Rinal Makmun pada 1 Maret 2026. Dalam telegram itu, terdapat tujuh instruksi strategis kepada jajaran TNI untuk meningkatkan kesiapsiagaan jika eskalasi konflik antara Iran dan koalisi Amerika Serikat–Israel terus meningkat.

Salah satu poin penting dalam instruksi tersebut adalah penyiagaan prajurit serta langkah pemantauan terhadap kondisi warga negara Indonesia di kawasan terdampak konflik. Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI juga diminta menginstruksikan para atase pertahanan Indonesia di negara-negara yang terdampak konflik agar memetakan kondisi WNI serta menyiapkan rencana evakuasi jika situasi memburuk.

Selain itu, BAIS diminta memperkuat koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Kedutaan Besar RI di negara terkait, serta otoritas setempat sesuai perkembangan situasi di Timur Tengah. Langkah antisipatif ini diambil sebagai bentuk kewaspadaan pemerintah terhadap potensi dampak konflik global, terutama yang bisa berimbas pada keamanan warga negara Indonesia di luar negeri.

Meski begitu, DPR menilai transparansi tetap penting agar publik memahami alasan di balik status Siaga 1 yang diberlakukan TNI. Di tengah dunia yang lagi panas-panasnya karena konflik Timur Tengah, DPR tampaknya ingin memastikan satu hal: Indonesia siaga, tapi alasannya juga harus jelas. (tb)

Berita Terbaru

Berdiskusi dengan Duta Mario Ignacio, Stafsus Menag Gugun Gumilar Perkuat Hubungan Indonesia-Chili

JAKARTA,NEWSREAL.id – Hubungan Indonesia–Chili semakin dipererat secara harmonis. Sebuah pertemuan hangat dan akrab berlangsung antara Mario Ignacio Artaza Loyola, Duta Besar Chili untuk Indonesia, ASEAN,...

Serangan Terstruktur dan Masiv Diarahkan ke Prabowo, Ini Kata Pengamat Intelejen

Serangan kepada Prabowo Subianto dilihat di berbagai platform digital seperti Facebook, X, YouTube, Instagram, hingga Threads. Pemerintah diminta waspada terhadap serangan modern ini. Amir Hamzah menyebut operasi semacam itu dikenal sebagai psychological operation atau psyops digital.

Keterwakilan Perempuan Minimal 30 Persen! Ormas G-Nesia : Keputusan MK Wajib Didukung

JAKARTA,NEWSREAL.id– Mahkamah Konstitusi menyatakan partai politik dapat digugurkan atau tidak diikutsertakan dalam pemilu di daerah pemilihan tertentu apabila tidak memenuhi kuota caleg perempuan sebesar 30...

Kurban Presiden Pakai APBN, Stafsus Menang :Sah Secara Agama dan Hukum Negara

JAKARTA,NEWSREAL.id – Program bantuan hewan kurban Presiden Prabowo Subianto yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan viral di medsos belakangan ini, bukan sesuatu...

Danantara Disorot, Proyek Perkampungan Haji di Mekkah Belum Tunjukkan Progres Nyata

JAKARTA,NEWSREAL.id – Ketua Umum Relawan Pemenangan Prabowo– Gibran saat Pilpres 2024 Logis 08, Anshar Ilo menyoroti belum terlihatnya perkembangan yang signifikan terkait realisasi proyek Perkampungan...

Cerita Hercules Pada HUT GRIB JAYA, DItawari Uang Setengah Triliun Agar Tak Dukung Prabwo

JAKARTA – Ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB ) Jaya merayakan ulang tahun ke-15 nya, Minggu (10/5/2026). Puncak peringatan milad ormas terbesar di Indonesia ini...

Marahnya JK, Hingga Sebut-sebut Termul

JAKARTA, newsreal.id – Nada tinggi Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) terdengar di hadapan wartawan saat jumpa pers di kediamannya, Jakarta...

MBG Berdampak baik bagi Ekonomi Masyarakat, Ini Penilaian Gubernur Lemhanas

JAKARTA,newsreal.id – Program makan bergizi gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah menuai reaksi pro dan kontra. Seperti yang disampaikan oleh Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Ace...

PDIP Desak PBB Lebih Tegas ke Israel Usai Delapan Prajurit TNI Jadi Korban di Lebanon

NEWSREAL.ID, JAKARTA- PDI Perjuangan (PDIP) menilai insiden yang menimpa delapan prajurit TNI di Lebanon harus menjadi momentum bagi PBB untuk bersikap lebih tegas terhadap Israel....

DPR Dorong Perlindungan Pekerja Kreatif, Kasus Amsal Jadi Sorotan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Anggota Komisi VII DPR RI, Siti Mukaromah mendorong kementerian-kementerian strategis untuk berkolaborasi dalam memberikan perlindungan bagi pekerja kreatif, menyusul kasus yang menimpa videografer...

Andrie Yunus Masih Dirawat Intensif, Kontras: Kondisi Belum Stabil

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketua Badan Pengurus Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Indria Fernida, mengungkapkan kondisi Andrie Yunus yang menjadi korban penyiraman air...

DPR Usul Pelanggaran THR Dijerat Pidana, Bukan Sekadar Sanksi Administratif

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mendorong pelanggaran pembayaran tunjangan hari raya (THR) oleh perusahaan agar dipertimbangkan masuk ranah pidana, tidak lagi...