NEWSREAL.ID, JAKARTA- Status Siaga 1 yang diumumkan TNI gara-gara memanasnya konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran bikin DPR angkat alis. Ketua DPR RI Puan Maharani memastikan parlemen bakal memanggil Agus Subiyanto untuk meminta penjelasan langsung soal urgensi keputusan tersebut.
Keputusan TNI menetapkan status Siaga 1 sebagai langkah antisipasi dampak konflik di Timur Tengah mulai dipertanyakan DPR. Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan pihaknya akan menugaskan Komisi I DPR memanggil Panglima TNI Agus Subiyanto guna meminta penjelasan resmi.
Menurut Puan, DPR perlu mengetahui secara jelas alasan di balik penerbitan Surat Telegram yang menetapkan status siaga tersebut. “Terkait Siaga 1 itu, kami akan meminta komisi terkait untuk menanyakan langsung kepada TNI,” kata Puan usai memimpin rapat paripurna pembukaan masa sidang IV di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3).
Puan menegaskan kesiapsiagaan memang menjadi tugas utama aparat keamanan, termasuk TNI, dalam menjaga stabilitas pertahanan dan keamanan nasional. Namun, ia menilai perlu ada penjelasan lebih rinci jika sampai diterbitkan instruksi Siaga 1 dalam situasi seperti saat ini.
“Kalau kemudian sampai ada surat seperti itu dalam kondisi sekarang, tentu perlu dijelaskan apakah memang diperlukan atau tidak,” ujarnya. Karena itu, DPR meminta TNI memberikan penjelasan konkret terkait dasar pertimbangan penerbitan telegram tersebut. Klarifikasi itu nantinya akan dibahas melalui Komisi I DPR yang membidangi pertahanan.
Tujuh Instruksi
Instruksi Siaga 1 sendiri tertuang dalam Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026 yang diteken Asisten Operasi Panglima TNI Bobby Rinal Makmun pada 1 Maret 2026. Dalam telegram itu, terdapat tujuh instruksi strategis kepada jajaran TNI untuk meningkatkan kesiapsiagaan jika eskalasi konflik antara Iran dan koalisi Amerika Serikat–Israel terus meningkat.
Salah satu poin penting dalam instruksi tersebut adalah penyiagaan prajurit serta langkah pemantauan terhadap kondisi warga negara Indonesia di kawasan terdampak konflik. Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI juga diminta menginstruksikan para atase pertahanan Indonesia di negara-negara yang terdampak konflik agar memetakan kondisi WNI serta menyiapkan rencana evakuasi jika situasi memburuk.
Selain itu, BAIS diminta memperkuat koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Kedutaan Besar RI di negara terkait, serta otoritas setempat sesuai perkembangan situasi di Timur Tengah. Langkah antisipatif ini diambil sebagai bentuk kewaspadaan pemerintah terhadap potensi dampak konflik global, terutama yang bisa berimbas pada keamanan warga negara Indonesia di luar negeri.
Meski begitu, DPR menilai transparansi tetap penting agar publik memahami alasan di balik status Siaga 1 yang diberlakukan TNI. Di tengah dunia yang lagi panas-panasnya karena konflik Timur Tengah, DPR tampaknya ingin memastikan satu hal: Indonesia siaga, tapi alasannya juga harus jelas. (tb)
Golkar Tegur Fadia Arafiq: Pejabat Publik Wajib Paham Aturan
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar merespons pengakuan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq yang menyatakan tidak memahami aturan pemerintahan setelah terjerat operasi tangkap tangan...
Megawati Sampaikan Surat Duka untuk Khamenei, Kecam Serangan AS-Israel
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menyampaikan surat duka cita atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Amerika...
Golkar: PDIP Tak Pernah Tolak Anggaran MBG di Banggar dan Paripurna DPR
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi Golkar, Yahya Zaini, menegaskan bahwa seluruh fraksi di DPR, termasuk Fraksi PDI Perjuangan, menyetujui anggaran...
PDIP Keluarkan Instruksi Tegas, Kader Dilarang Jadikan MBG Ajang Cari Untung
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) secara resmi melarang seluruh kadernya memanfaatkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk kepentingan pribadi, termasuk mencari keuntungan finansial...
Kasus ABK Fandi Disorot, DPR Akan Panggil BNN dan Kejari Batam
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Komisi III DPR RI bakal turun tangan dalam polemik kasus sabu hampir 2 ton dari kapal Sea Dragon di perairan Kepulauan Riau (Kepri)....
DPR Minta Kerja Sama Intelijen Diperkuat, Antisipasi Jalur Narkoba Baru
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menilai pemerintah perlu memperkuat kerja sama intelijen internasional guna mengantisipasi munculnya jalur baru penyelundupan narkoba ke...
13 DPC PSI Kota Semarang Mundur Serentak, Protes Penunjukan Plt Ketua DPD
NEWSREAL.ID, SEMARANG- Sebanyak 13 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Kota Semarang resmi mengundurkan diri dari jajaran struktural partai. Pengunduran diri itu...
Sahroni Resmi Kembali Jadi Wakil Ketua Komisi III DPR
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Anggota DPR RI Ahmad Sahroni kembali ditetapkan sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI setelah sebelumnya menjalani sanksi penonaktifan dari partainya dan Mahkamah...
PDIP: RUU Perampasan Aset Tak Bisa Berdiri Sendiri
NEWSREAL.ID, JAKARTA- PDI Perjuangan menegaskan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset merupakan bagian tak terpisahkan dari agenda besar reformasi hukum nasional. Artinya, pembahasannya tidak bisa dipisah-pisahkan...
Bahlil Minta Kader Golkar Naikkan Suara 20 Persen
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mematok target ambisius untuk Pemilu 2029. Ia meminta seluruh kader menaikkan perolehan suara partai hingga 20 persen...
Golkar Tunggu “Kode” Prabowo Soal Cawapres 2029
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Wacana Pilpres 2029 mulai disinggung. Partai Golkar mengaku akan menunggu sinyal dari Presiden Prabowo Subianto terkait sosok calon wakil presiden jika kembali maju....
Komisi III DPR Kebut RUU Perampasan Aset, KUHPerdata Masuk Daftar Prioritas 2026
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Agenda legislasi Komisi III DPR RI di tahun 2026 dipastikan bakal padat. Sejumlah rancangan undang-undang (RUU) strategis, mulai dari RUU Perampasan Aset hingga...


