
NEWSREAL.ID, TEHERAN- Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak. Iran mengungkap adanya dugaan rencana invasi terhadap Pulau Kharg yang disebut melibatkan dukungan negara di kawasan Teluk Persia.
Teheran pun tak tinggal diam, ancaman serangan balasan ke infrastruktur vital negara yang terlibat langsung dilontarkan. Pemerintah Iran melalui Juru Bicara Parlemen, Mohammad Bagher Ghalibaf mengklaim telah menerima laporan intelijen terkait rencana invasi terhadap Pulau Kharg.
Pulau strategis ini dikenal sebagai pusat pengolahan dan ekspor minyak utama Iran, menjadikannya target krusial dalam konflik energi global. Dalam pernyataannya, Ghalibaf menegaskan bahwa militer Iran saat ini terus memantau pergerakan pihak yang dianggap sebagai “musuh”.
Ia memperingatkan, jika invasi benar terjadi, Iran tidak akan ragu melancarkan serangan balasan secara berkelanjutan terhadap infrastruktur vital negara yang terlibat. “Jika mereka mengambil langkah, kami akan menyerang tanpa henti,” tegasnya.
Situasi di Pulau Kharg sendiri dilaporkan semakin diperketat. Iran disebut telah memperkuat pertahanan dengan pemasangan ranjau, pengerahan pasukan tambahan, serta sistem pertahanan udara untuk mengantisipasi kemungkinan operasi militer dari Amerika Serikat.
Laporan media internasional menyebutkan bahwa langkah ini juga mencakup penempatan ranjau anti-personel dan anti-kendaraan lapis baja di sepanjang garis pantai yang berpotensi menjadi titik pendaratan pasukan. Selain itu, sistem pertahanan udara portabel turut disiagakan guna menghadapi ancaman serangan udara.
Pantau Situasi
Di sisi lain, United States Central Command (CENTCOM) dikabarkan terus memantau perkembangan situasi di pulau tersebut, termasuk mendeteksi perubahan taktis di lapangan.
Ketegangan semakin meningkat setelah laporan menyebutkan sekitar 2.000 personel militer AS telah dikerahkan ke kawasan Timur Tengah. Bahkan, dua unit marinir disebut tengah dalam perjalanan menuju kawasan Teluk Persia.
Sebelumnya, Presiden Donald Trump dilaporkan mempertimbangkan opsi untuk memaksa Iran membuka kembali jalur energi global di Selat Hormuz dengan cara mengambil alih Pulau Kharg. Opsi ini disebut sebagai bagian dari strategi menekan Iran di tengah konflik yang terus memanas.
Tak hanya itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga menyatakan bahwa semua opsi masih terbuka, termasuk kemungkinan pengerahan pasukan ke wilayah tersebut.
Di tengah eskalasi ini, muncul spekulasi mengenai keterlibatan negara-negara Teluk sebagai sekutu AS. Nama Uni Emirat Arab dan Bahrain mencuat setelah seorang analis keamanan Iran, Morteza Simiyari, menyebut kedua negara tersebut berpotensi menjadi bagian dari skenario konflik.
Simiyari bahkan mengklaim Iran memiliki kemampuan untuk melancarkan invasi pesisir ke kedua negara tersebut jika terjadi eskalasi lebih lanjut. Ia juga memperingatkan bahwa jika aset Iran di kawasan dipindahkan atau terancam, maka pusat keuangan dan infrastruktur vital di negara-negara tersebut akan menjadi target serangan.
Ketegangan kawasan semakin kompleks setelah Iran menolak wacana gencatan senjata yang diusulkan AS. Di saat yang sama, serangan udara Israel ke wilayah Iran masih terus berlangsung, memperparah konflik yang kini melibatkan banyak pihak. (dc)
Perundingan Iran-AS Belum Maksimal, Selat Hormuz Jadi Fokus
MOSKOW, newsreal.id – Iran dan Amerika Serikat (AS) gagal mencapai kesepahaman dalam sejumlah isu, karena berbeda pandangan. Diantaranya adalah isu Selat Hormuz serta tuntutan berlebihan...
Militer AS Klaim Bersihkan Ranjau di Selat Hormuz
NEW YORK, newsreal.id – Central Command atau Komando Pusat (CENTCOM) Amerika Serikat (AS) dikabarkan melakukan pembersihan ranjau di Selat Hormuz. Dikabarkan oleh Xinhua, CENTCOM melalui...
Diprediksikan Malam ini, Perundingan AS-Iran Berlangsung di Pakistan
TEHERAN,newsreal.id – Perundingan yang direncanakan antara Iran dan Amerika Serikat di Islamabad diprediksi dimulai pada Sabtu (11/4) malam dan berlangsung selama satu hari, menurut Kantor...
Ini Kondisi Terkini Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei
NEWSREAL, Teheran – Teka-teki kondisi terkini pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei mulai terkuak. Putra mendiang Ali Khamenei ini dilaporkan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan...
Iran Tegas Tolak Usulan Gencatan Senjata dengan AS-Israel
NEWSREAL, Teheran – Pemerintah Iran menolak usulan gencatan senjata dengan Amerika Serikat dan Israel. Hal ini seperti yang diwartakan media pemerintah Iran pada hari Senin...
Desakan BoP ke Hamas Soal Rencana Demiliterisasi Gaza
NEWSREAL, Washington – Hamas didesak agar segera menyelesaikan rancangan kesepakatan demiliterisasi Jalur Gaza paling lambat akhir pekan ini. Desakan ini disampaikan langsung oleh perwakilan Dewan...
Tentara Israel Hancurkan Kamera UNIFIL di Lebanon
NEWSREAL,ID, BEIRUT- Tentara Israel dilaporkan menghancurkan seluruh kamera pengawas yang mengarah ke markas Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) di Naqoura, Lebanon selatan. Tindakan tersebut...
Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Pangan Global 2,4 Persen
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Food and Agriculture Organization (FAO) melaporkan harga pangan global mengalami kenaikan sebesar 2,4 persen pada Maret 2026. Lonjakan ini dipicu meningkatnya biaya energi akibat...
Iran Tolak Gencatan Senjata 48 Jam Usulan AS, Konflik Kian Memanas
NEWSREAL.ID, TEHERAN- Pemerintah Iran dilaporkan menolak usulan Amerika Serikat (AS) untuk melakukan gencatan senjata selama 48 jam di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur...
Macron Ajak Negara Dunia Kurangi Ketergantungan pada AS
NEWSREAL.ID, SEOUL- Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan sejumlah negara untuk bersatu dan membangun kemandirian global tanpa bergantung pada Amerika Serikat. Seruan tersebut disampaikan saat ia...
Lagi, Tiga Prajurit TNI Terluka Kena Ledakan di Lebanon
NEWSREAL.ID, BEIRUT- Kabar duka kembali datang dari misi perdamaian Indonesia di Lebanon. Tiga prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) dilaporkan...
Austria Tolak Permintaan AS Gunakan Wilayah Udara untuk Serang Iran
NEWSREAL.ID, ISTANBUL– Pemerintah Austria menolak permintaan Amerika Serikat untuk menggunakan wilayah udaranya dalam operasi militer terhadap Iran. Penolakan ini didasarkan pada prinsip netralitas militer yang...

