Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Internasional

Moskow Tegaskan Berdiri di Belakang Iran, Sinyal Beri Bantuan Militer Jika Diminta

Tim Redaksi, Admin
Senin, 9 Maret 2026 21:44 WIB
Moskow Tegaskan Berdiri di Belakang Iran, Sinyal Beri Bantuan Militer Jika Diminta
NEWSREAL.ID - SAMBUT PUTIN: Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei (kanan) saat menyambut kedatangan Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) di Teheran, pada 2022 lalu. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, LONDON- Peta geopolitik perang di Timur Tengah makin panas. Rusia secara terbuka menyatakan tidak bersikap netral dalam konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel. Moskow bahkan memberi sinyal siap membantu secara militer jika diminta oleh Teheran.

Pemerintah Rusia memastikan berada di pihak Iran dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Pernyataan tegas itu disampaikan Duta Besar Rusia untuk Inggris, Andrei Kelin, dalam wawancara dengan Sky News yang kemudian dikutip oleh Al Jazeera, Minggu (8/3/2026).

“Kami tidak netral. Tidak. Kami tidak netral. Kami mendukung Iran. Dan tentu saja kami memandang negatif apa yang dilakukan terhadap Iran,” kata Kelin. Menurutnya, Moskow menilai serangan militer yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran sebagai tindakan yang tidak adil.

Rusia juga menyatakan simpati terhadap negara-negara di kawasan Teluk yang ikut terdampak oleh konflik tersebut. Kelin menegaskan hubungan Rusia dan Iran selama ini sangat erat, bahkan menyebut Teheran sebagai “tetangga yang baik” bagi Moskow.

“Anda tahu bahwa kami bersimpati kepada Iran. Mereka adalah tetangga kami dan kami selalu memiliki hubungan yang sangat baik. Kami melihat tindakan militer terhadap Iran sama sekali tidak adil,” ujarnya. Meski begitu, Kelin mengungkapkan bahwa hingga saat ini Iran belum meminta bantuan militer secara resmi kepada Rusia.

“Seperti yang sudah pernah kami sampaikan, Iran tidak meminta apa pun dari kami, tidak meminta bantuan apa pun,” katanya. Namun Rusia tetap menegaskan komitmennya untuk mendukung Iran di tengah konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah.

Kelin juga mengkritik keras logika negara-negara Barat yang dinilai selalu menyalahkan Iran, sementara agresi militer dari AS dan Israel justru diabaikan. “Kami tidak memahami logika seperti ini. Negara-negara Barat menyalahkan Iran, tetapi tidak ada yang mengatakan bahwa AS dan Israel yang memulai permusuhan,” kata dia.

Terus Berlanjut

Konflik antara Iran melawan AS dan Israel kini telah memasuki hari kedelapan dengan serangan udara yang terus berbalas. Militer Iran melalui Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) dilaporkan terus meluncurkan rudal dan drone ke sejumlah target militer AS serta wilayah Israel, termasuk pangkalan militer di negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab.

Di sisi lain, laporan intelijen yang dikutip CNN menyebut Rusia diduga telah berbagi citra satelit serta data intelijen penargetan kepada Iran, termasuk informasi pergerakan pasukan Amerika di kawasan tersebut. Sementara itu, Tiongkok juga dilaporkan mulai meningkatkan dukungannya kepada Iran dengan memberikan bantuan finansial serta komponen teknis terkait sistem rudal. Namun Beijing masih berhati-hati agar tidak terlibat langsung dalam konflik terbuka.

Ketegangan di kawasan meningkat tajam sejak serangan besar-besaran AS dan Israel menewaskan lebih dari seribu orang di Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei. Serangan balasan Iran kemudian menargetkan pangkalan militer AS, fasilitas diplomatik, hingga kota-kota di Israel.

Dalam perkembangan terbaru, IRGC menyatakan telah menghantam fasilitas penyulingan minyak Israel di Haifa menggunakan rudal Kheibar Shekan sebagai bagian dari operasi balasan terhadap serangan Israel di Teheran. Dengan dukungan terbuka Rusia dan potensi keterlibatan Tiongkok, konflik Iran dengan AS-Israel kini berpotensi meluas menjadi pertarungan geopolitik yang jauh lebih besar di kawasan Timur Tengah. (tb)

Berita Terbaru

Perundingan Iran-AS Belum Maksimal, Selat Hormuz Jadi Fokus

MOSKOW, newsreal.id – Iran dan Amerika Serikat (AS) gagal mencapai kesepahaman dalam sejumlah isu, karena berbeda pandangan. Diantaranya adalah isu Selat Hormuz serta tuntutan berlebihan...

Militer AS Klaim Bersihkan Ranjau di Selat Hormuz

NEW YORK, newsreal.id – Central Command atau Komando Pusat (CENTCOM) Amerika Serikat (AS) dikabarkan melakukan pembersihan ranjau di Selat Hormuz. Dikabarkan oleh Xinhua, CENTCOM melalui...

Diprediksikan Malam ini, Perundingan AS-Iran Berlangsung di Pakistan

TEHERAN,newsreal.id – Perundingan yang direncanakan antara Iran dan Amerika Serikat di Islamabad diprediksi dimulai pada Sabtu (11/4) malam dan berlangsung selama satu hari, menurut Kantor...

Ini Kondisi Terkini Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei

NEWSREAL, Teheran – Teka-teki kondisi terkini pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei mulai terkuak. Putra mendiang Ali Khamenei ini dilaporkan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan...

Iran Tegas Tolak Usulan Gencatan Senjata dengan AS-Israel

NEWSREAL, Teheran – Pemerintah Iran menolak usulan gencatan senjata dengan Amerika Serikat dan Israel. Hal ini seperti yang diwartakan media pemerintah Iran pada hari Senin...

Desakan BoP ke Hamas Soal Rencana Demiliterisasi Gaza

NEWSREAL, Washington – Hamas didesak agar segera menyelesaikan rancangan kesepakatan demiliterisasi Jalur Gaza paling lambat akhir pekan ini. Desakan ini disampaikan langsung oleh perwakilan Dewan...

Tentara Israel Hancurkan Kamera UNIFIL di Lebanon

NEWSREAL,ID, BEIRUT- Tentara Israel dilaporkan menghancurkan seluruh kamera pengawas yang mengarah ke markas Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) di Naqoura, Lebanon selatan. Tindakan tersebut...

Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Pangan Global 2,4 Persen

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Food and Agriculture Organization (FAO) melaporkan harga pangan global mengalami kenaikan sebesar 2,4 persen pada Maret 2026. Lonjakan ini dipicu meningkatnya biaya energi akibat...

Iran Tolak Gencatan Senjata 48 Jam Usulan AS, Konflik Kian Memanas

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Pemerintah Iran dilaporkan menolak usulan Amerika Serikat (AS) untuk melakukan gencatan senjata selama 48 jam di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur...

Macron Ajak Negara Dunia Kurangi Ketergantungan pada AS

NEWSREAL.ID, SEOUL- Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan sejumlah negara untuk bersatu dan membangun kemandirian global tanpa bergantung pada Amerika Serikat. Seruan tersebut disampaikan saat ia...

Lagi, Tiga Prajurit TNI Terluka Kena Ledakan di Lebanon

NEWSREAL.ID, BEIRUT- Kabar duka kembali datang dari misi perdamaian Indonesia di Lebanon. Tiga prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) dilaporkan...

Austria Tolak Permintaan AS Gunakan Wilayah Udara untuk Serang Iran

NEWSREAL.ID, ISTANBUL– Pemerintah Austria menolak permintaan Amerika Serikat untuk menggunakan wilayah udaranya dalam operasi militer terhadap Iran. Penolakan ini didasarkan pada prinsip netralitas militer yang...