
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Perjanjian dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat kembali menuai polemik. Sejumlah organisasi masyarakat sipil resmi menggugat kesepakatan tersebut ke pengadilan karena dinilai merugikan kepentingan nasional dan dibuat tanpa melibatkan publik maupun DPR.
Empat organisasi masyarakat sipil menggugat perjanjian perdagangan resiprokal Indonesia-Amerika Serikat atau The Agreement on Reciprocal Trade (ART) ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Keempat organisasi tersebut yakni Center of Economic and Law Studies (Celios), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Indonesia for Global Justice (IGJ), dan Perserikatan Solidaritas Perempuan. Gugatan ini juga mendapat dukungan dari Walhi Nasional serta Trend Asia.
Gugatan didampingi tim advokat dari Celios yang terdiri dari Muhamad Saleh, Mazdan Maftukha Assyayuti, dan Yuniar Riza Hakiki. Para penggugat mempersoalkan tindakan Presiden Prabowo Subianto yang menandatangani perjanjian tersebut pada 19 Februari 2026. Mereka menilai penandatanganan itu merupakan perbuatan melawan hukum oleh pemerintah (onrechtmatige overheidsdaad).
Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira menegaskan, pihaknya meminta agar perjanjian tersebut dinyatakan batal demi hukum. “Pesannya jelas, kami meminta agar perjanjian dagang resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat dinyatakan batal demi hukum dan tidak sah,” ujar Bhima kepada wartawan di PTUN Jakarta.
Menurutnya, kesepakatan itu dinilai bersifat sepihak karena lebih banyak menuntut perubahan kebijakan domestik dari Indonesia, sementara kewajiban dari pihak Amerika Serikat dianggap sangat minim.
Tidak Transparan
Selain substansi perjanjian, Bhima juga menyoroti proses pembuatannya yang dinilai tidak transparan karena tidak melibatkan DPR maupun masyarakat. “DPR dan publik hanya menjadi penonton. Tidak pernah ada konsultasi atau persetujuan dalam perjanjian perdagangan ini,” katanya.
Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen, Nany Afrida, juga menyoroti klausul publisher right dalam perjanjian tersebut. Ia menilai aturan itu berpotensi merugikan industri media nasional, terutama terkait pembagian pendapatan dari platform digital dan kepemilikan media oleh pihak asing.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia for Global Justice, Rahmat Maulana mengkritik sikap DPR yang dianggap tidak cukup kritis terhadap kesepakatan tersebut.
Menurut Rahmat, konstitusi sebenarnya memberi kewenangan kepada DPR untuk menolak perjanjian perdagangan yang berpotensi merugikan kepentingan nasional.
Ia juga mengingatkan potensi dampak lingkungan dari perjanjian tersebut, khususnya terkait eksploitasi mineral kritis dan unsur tanah jarang yang disebut dapat membuka peluang eksplorasi lebih luas bagi perusahaan Amerika Serikat di Indonesia.
Para penggugat berharap PTUN Jakarta dapat membatalkan perjanjian tersebut agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap ekonomi nasional, kedaulatan kebijakan, serta pengelolaan sumber daya alam Indonesia. (tb)
Bela Negara Tanpa Batas, Wamenhan Ajak Penyandang Disabilitas Ikut Jaga Semangat Pancasila
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Semangat bela negara tak hanya milik mereka yang berseragam. Pemerintah kini mendorong keterlibatan penyandang disabilitas dalam menumbuhkan rasa cinta Tanah Air, sebagai bagian...
Diminta Tak Kejar Profit, Diah Warih: MBG adalah Investasi Menuju Indonesia Emas 2045
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Program makan bergizi bagi anak-anak Indonesia dinilai bukan sekadar agenda sosial jangka pendek, melainkan investasi strategis untuk menyiapkan generasi unggul menuju visi besar...
Koalisi Sipil Desak Perintah Siaga 1 TNI Dicabut
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Instruksi siaga 1 dari Panglima TNI di tengah memanasnya konflik Timur Tengah menuai sorotan. Sejumlah organisasi masyarakat sipil menilai langkah tersebut tidak memiliki...
Pemerintah Siapkan Benih Jagung Gratis untuk 1 Juta Hektare, Dorong Target Swasembada Pangan
NEWSREAL.ID, OGAN ILIR- Pemerintah melalui Kementerian Pertanian menyiapkan bantuan benih jagung gratis untuk lahan seluas hingga 1 juta hektare sebagai upaya mempercepat peningkatan produksi jagung...
BGN Luruskan Isu Menu MBG: Program Ini Cuma Penuhi Sepertiga Kebutuhan Gizi Harian
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ramai kritik soal porsi dan kandungan gizi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), akhirnya dijawab pemerintah. Badan Gizi Nasional menegaskan program tersebut memang...
Lebaran, Mendagri Minta Kepala Daerah Siaga
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menjelang arus mudik dan libur panjang Idul Fitri, pemerintah pusat ingin memastikan daerah tetap terkendali. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian meminta seluruh...
BGN: SPPG Jadi Wajah Program Makan Bergizi Gratis di Masyarakat
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi garda terdepan dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis...
Hari Perempuan Internasional, Menteri PPPA Soroti Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Peringatan Hari Perempuan Internasional yang jatuh setiap 8 Maret menjadi momentum bagi pemerintah untuk kembali menegaskan pentingnya perlindungan bagi pekerja rumah tangga (PRT)...
Jusuf Kalla Soal BoP: Kalau Hanya Bela AS-Israel, Indonesia Tak Perlu Jadi Anggota
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla menegaskan bahwa keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) harus benar-benar digunakan...
Reformasi Polri Mulai Difinalkan, Jimly Segera Serahkan Laporan ke Prabowo
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komite Percepatan Reformasi Polri (KPRP) memastikan rekomendasi perubahan besar di tubuh Kepolisian telah rampung. Laporan tersebut rencananya akan diserahkan kepada Presiden sebelum Lebaran...
Prabowo Siap Keluar dari BoP Jika Tak Bisa Perjuangkan Palestina
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden RI Prabowo Subianto disebut siap mundur dari keanggotaan Board of Peace (BoP) jika forum tersebut tidak memberikan manfaat nyata bagi perjuangan kemerdekaan...
Nusron Beberkan Sikap Prabowo soal BoP: Pilih Jalur Diplomasi, Belum Bicara Keluar
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah menegaskan Presiden Prabowo Subianto tetap membuka ruang terhadap kritik dan masukan terkait keanggotaan Indonesia dalam forum perdamaian internasional Board of Peace (BoP)....

