Nasional

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Desak Evaluasi Keanggotaan BoP

Tim Redaksi, Admin
Kamis, 2 April 2026 18:26 WIB
Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Desak Evaluasi Keanggotaan BoP
NEWSREAL.ID - Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin meminta pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto untuk mempertimbangkan kembali keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP), menyusul gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon.

Ketiga prajurit tersebut merupakan bagian dari pasukan UNIFIL yang diduga menjadi korban serangan Israel. Selain korban tewas, sejumlah personel TNI lainnya dilaporkan mengalami luka-luka. Hasanuddin menilai, insiden tersebut menunjukkan tingginya risiko di wilayah konflik, sekaligus menimbulkan keraguan terhadap efektivitas keikutsertaan Indonesia dalam BoP yang diinisiasi oleh Donald Trump.

“Kalau di bawah PBB saja tidak taat, apalagi dalam skema lain seperti BoP. Ini perlu dipertimbangkan matang apakah masih ada manfaatnya,” ujarnya di kompleks parlemen, Rabu (1/4/2026). Peristiwa tragis ini terjadi dalam dua hari berturut-turut seiring meningkatnya eskalasi konflik di Lebanon selatan.

Salah satu korban adalah Praka Farizal Romadhon. Dua prajurit lainnya yang gugur yakni Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri RI menyatakan bahwa pembahasan terkait BoP untuk sementara ditangguhkan (on hold) menyusul meningkatnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Investigasi Menyeluruh

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago menegaskan pemerintah menuntut investigasi menyeluruh atas insiden tersebut. “Pemerintah menuntut penyelidikan PBB yang cepat, transparan, dan komprehensif, serta memastikan pelaku dimintai pertanggungjawaban hukum tanpa kekebalan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (2/4/2026).

Ia menilai, serangan berulang terhadap prajurit TNI merupakan tindakan yang tidak dapat diterima dan mencerminkan rendahnya komitmen pihak bertikai dalam menjamin keselamatan pasukan perdamaian. Pemerintah juga mendorong Dewan Keamanan PBB untuk bertindak tegas dan konsisten dalam menindaklanjuti hasil investigasi demi menjamin keamanan personel penjaga perdamaian.

Sebagai langkah lanjutan, Kemenko Polkam akan memperkuat koordinasi bersama Kementerian Pertahanan RI, Tentara Nasional Indonesia, dan Kementerian Luar Negeri untuk mengevaluasi protokol keamanan bagi personel yang bertugas di wilayah konflik. Diketahui, total tiga prajurit TNI gugur dalam dua serangan di Lebanon selatan dalam kurun waktu 24 jam. Selain korban jiwa, lima personel lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut. (tb)

Berita Terbaru

Lindungi Peternak, Pemerintah Tetapkan Harga Acuan Ayam dan Telur Per 15 Juli

JAYAPURA, NEWSREAL.id – Pemerintah memperkuat perlindungan terhadap peternak rakyat dengan menetapkan harga acuan baru untuk ayam pedaging hidup (live bird) dan telur ayam ras. Kebijakan...

BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem dan Gelombang Tinggi bagi Warga Pesisir

JAKARTA, NEWSREAL.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal dan beraktivitas di kawasan pesisir, untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi gelombang...

Prabowo: Keamanan dan Stabilitas Selat Malaka Jadi Prioritas, Jalur Pelayaran Dunia

JAKARTA, NEWSREAL.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia dan Singapura untuk memperkuat keamanan Selat Malaka sebagai salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia....

Pertemuan dengan PM Modi, Presiden Prabowo Perkuat Diplomasi Asia

JAKARTA, NEWSREAL.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan arah politik luar negeri Indonesia yang berorientasi pada penguatan kemitraan strategis dengan negara-negara sahabat di kawasan Asia. Hal...

Hadapi Ketidakpastian Global, Pemerintah Siap Gelontorkan Rp 26,3 T untuk 100 Sekolah Rakyat

JAKARTA, NEWSREAL.id – Di tengah tekanan ekonomi global dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik, pemerintah menegaskan komitmennya memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui percepatan pembangunan Sekolah...

Diwa Foundation Ucapkan Selamat kepada Irjen Pol Pipit Rismanto, Kapolda Jawa Barat

SOLO,NEWSREAL.id– DIWA Foundation menyampaikan ucapan selamat kepada Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Pipit Rismanto atas amanah baru sebagai Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat (Kapolda Jabar). Pelantikan...

Partai Demokrat Ajak Masyarakat Pilih Logo Resmi HUT Ke-25, AHY: Jadilah Bagian dari Sejarah

JAKARTA, NEWSREAL.id– Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengajak kader, simpatisan, dan masyarakat luas berpartisipasi dalam menentukan logo resmi Hari Ulang Tahun...

OTT Bupati Langkat, KPK Amankan Valas Rp 983 Juta dan Keping Logam Diduga Platinum

Jakarta, NEWSREAL.id-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah mata uang asing saat operasi tangkap tangan (OTT) tersangka kasus korupsi Bupati Langkat Syah Afandin atau akrab disapa...

Kecam Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan, DIWA Foundation: Pelaku Harus Ditindak Tegas

SOLO,NEWSREAL.id– Aktivis perempuan dan pendiri DIWA Foundation, Diah Warih Anjari, kecam keras kasus kekerasan terhadap dua perempuan M (30) warga Cirebon, dan YTR di Bandung,...

7 Nota Kesepahaman Indonesia-Belarus, Presiden Prabowo: Tonggak Penting di Sektor Strategis

JAKARTA, NEWSREAL.id-Pertemuan bilateral Indonesia dan Belarus melahirkan tujuh nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di berbagai sektor strategis. Kesepakatan tersebut diumumkan Presiden Prabowo Subianto usai menggelar...

Jamaah Umrah-Haji Khusus Wajib Tahu Informasi terbaru Per 1 Juli ini

JAKARTA,NEWSREAL.id – Aktivitas umrah dan haji khusus di Tanah Air terbilang besar. Oleh karena itu standar perlindungan jamaah terus ditingkatkan pemerinta. Terkini pemerintah lewat Kementerian Haji...

Kunjungi Indonesia, Presiden Jerman Dipameri Kerukunan Umat Beragama

JAKARTA,NEWSREAL.id — Indonesia menampilkan salah satu praktik baik kerukunan antar umat beragama kepada Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier dan Ibu Negara Elke Büdenbender saat...