pemkab-sumba-barat-daya-difo
KERJASAMA : Pertemuan Diwa Foundation (DiFo) dengan jajaran Pemkab Sumba Barat Daya, Selasa (12/10/2021) malam di rumah dinas bupati dihadiri Bupati dr. Kornelius Kodi Mete, Kepala Dinas Pariwisata Ir Nyoman Agus S, MT, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Rofinus Kaleka, SP, pelaku UMKM Kopi Adi Bolo, dan dari Yayasan Diwa Foundation diwakil ketua umumnya Harry BM membahas penjajakan kerjasama.

NTT,newsreal.id – Salah satu kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memiliki potensi besar dan wajib disentuh modernisasi adalah Kabupaten Sumba Barat Daya. Di kabupaten ini, bidang pertanian dan pariwisata menjadi sektor paling keren karena sumber kekayaannya

Bahkan, bila dikelola dengan manajemen yang baik dan profesional tentu saja akan meningkatkan pendapatan asli daerah atau devisa negara.

Hal itu terungkap dalam pertemuan Diwa Foundation (DiFo) dengan jajaran Pemkab Sumba Barat Daya, Selasa (12/10/2021) malam. Pertemuan di rumah dinas bupati dihadiri Bupati dr. Kornelius Kodi Mete, Kepala Dinas Pariwisata Ir Nyoman Agus S, MT, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Rofinus Kaleka, SP, pelaku UMKM Kopi Adi Bolo, dan dari Yayasan Diwa Foundation diwakil ketua umumnya Harry BM.

Harry BM saat dihubungi newsreal.id memaparkan, dalam pertemuan penuh kekeluargaan tersebut, Bupati Sumba Barat Daya membuka pintu selebar-lebarnya kepada pihak luar yang hendak berkontribusi di wilayahnya, seperti investasi, transfer ilmu pengetahuan, teknologi dan lain-lain.

Seperti penawaran dari Yayasan Diwa Center atau Diwa Foundation (DiFo) yang tertarik mengeksplorasi bidang pariwisata dan pertanian di kawasan ini.

“Jadi kami (DiFo-red) datang jauh- jauh dari Solo terbang ke Sumba ini dengan maksud dan tujuan pertemuan adalah diskusi tentang potensi Kabupaten Sumba Barat Daya.”

“Yang diharapkan dari pertemuan terjadi sinergi antara Diwa Foundation dengan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya terutama dalam mengoptimalkan sektor pariwisata berbasis alam dan budaya lokal, juga komoditas hasil pertanian,” terang Harry

Di Sektor pariwisata, Bupati berharap demi mengoptimalkan sektor pariwisata bisa dibantu untuk infrastruktur jalan menuju ke lokasi wisata.

Di sektor kebudayaan, Bupati berharap adanya program untuk mulai mengajak masyarakat menulis tentang budaya. Karena selama ini yg ada masih berupa budaya lisan secara turun temurun.

“Khusus di sektor pertanian, Bupati berharap adanya pendampingan untuk pengolahan hasil panen sehingga masyarakat tidak lagi menjual bahan mentah, tetapi produk jadi. Yang tentunya minta didampingi pemasarannya,” beber Harry.

Dalam kesempatan itu, dipaparkan pula komoditi unggulan, yakni jambu mete, kopi, coklat, panili, dan pisang.

pemkab-sumba-barat-daya-difo
KOLABORASI : Bupati Sumba Barat Daya dr. Kornelius Kodi Mete (kanan) menerima cinderamata dari Ketum Di-Fo Harry BM dan bersiap berkolaborasi menggenjot potensi labupaten tersebut.

Bupati dr. Kornelius Kodi Mete menyampaikan sejumlah program unggulan, di antaranya :

  1. Desa bercahaya,
  2. Desa berair,
  3. Desa berkekuatan pangan,
  4. Desa aman dan tentram,
  5. Desa pintar,
  6. Desa sehat,
  7. dan Desa pariwisata.

“Kami berharap Juga Brother’s Buddy bisa dibuka di Sumba Barat Daya. Guna membuka peluang usaha dengan sistem digital marketing yg disediakan dari DiFo,” papar orang nomor satu di Sumba Barat Daya ini.

Terpisah Pendiri DiFo Diah Warih Anjari menyatakan, sesuai dengan tema tahun ini yaitu 41 Tahun Berbakti Untuk Negeri.

DiFo juga bisa hadir dan berkarya di tengah masyarakat bahkan sampai di daerah terpencil seperti di Pulau Sumba, Provinsi NTT.

“Kehadiran kami di sana bisa turut membantu meningkatkan kesejahteraan rakyat, bertukar informasi, dan tentunya kolaborasi ini bisa mendatangkan devisa dan terutama meningkatkan pendapatan asli daerah,” harap pengusaha cantik dan pegiat sosial. (Red)

Tinggalkan Pesan