mou-difo-pemkab-sbd

*MoU Pemkab SBD Bersama DiFo

NTT,newsreal.id – Diwa Foundation (Difo) hadir di pulau Nusa Tenggara Timur,  tepatnya di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD).
Kehadiran yayasan ini bakalan berjangka panjang, sebab ada misi khusus yang akan dilaksanakan di kabupaten tersebut.

Dipayungi sebuah kerjasama keduabelah pihak, baik Pemkab SBD maupun DiFo sepakat menjalankan Sapu Jagad.

“Program Sapu jagad menjadi andalan Yayasan DiFo dalam Kerjasama dengan PemKab Sumba Barat Daya,” terang Harry BM, perwakilan DiFo dalam siaran persnya, Rabu (27/10/2021).

Pelaksanaan MoU berlangsung di Rumah Jabatan (rujab) Bupati Sumba Barat Daya, Senin (25/10/2021l) malam. Dihadiri oleh Perwakilan DiFo (Harry BM), Bupati Sumba Barat Daya, dr Kornelius Kodi Mete, Kepala Dinas Pariwisata SBD, Ir Nyoman Agus S, MT, Kepala Dinas Kominfo SBD,  Drh Rihi Meha A Praing, MP, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, Marcelinus Salomon Reda Lete, SP, dan Operator perencanaan program dan anggaran Dinas Pertanian Ferdinand E, SP.

Lebih lanjut Harry menyampaikan sejumlah goal yang hendak dicapai dari MoU ini terbilang menantang. Diantaranya, pengembangan sektor pertanian, pariwisata, seni, budaya, ekonomi Kreatif dan Kehumasan berbasis Tehnologi Informasi.

Program menyasar kepada efektivitas pemerintah kabupaten dalam mengoptimalkan pelayanan dan fasilitasi yang terintegrasi di sektor pertanian, pariwisata, seni, budaya, ekonomi kreatif  berbasis teknologi informasi yang ditopang dengan standar kehumasan yang berkualitas di tiap-tiap OPD.

Sasaran yang kedua adalah para petani, kelompok atau organisasi tani khususnya dengan komoditas yang menjadi unggulan daerah, masyarakat adat ataupun masyarakat yang tinggal di sekitar obyek dan fasilitas wisata serta para pelaku seni dan kebudayaan supaya tergerak, terwadahi dan berpartisipasi aktif dalam mewujudkan masa depan yang lebih baik.

“Tujuan utamanya jelas untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan pendapatan asli daerah melalui Program Sapu Jagad.”

Poin penting dari pembicaraan adalah bupati berharap agar Pelabuhan Weikelo di Sumba Barat Daya ini bisa diupgrade untuk dioptimalkan lagi baik kapasitas maupun fungsinya.

“Untuk Galeri Brother Buddy Sumba, bupati akan menyiapkan lahan yang strategis di kawasan Kota Tambolaka.”

“Aktivitas pelabuhan masih banyak dilakukan secara tradisional. Jika dimungkinkan bupati  menginginkan adanya pendampingan di bidang kelautan agar hasil tangkapan ikan nelayan bisa lebih baik,” pungkas bupati.(rls)

Tujuan MoU DiFo – Pemkab SBD
1. Menjalin sinergi dan kolaborasi yang produktif dan berdampak positif bagi peningkatan taraf hidup masyarakat dan  Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya.
2. Meningkatkan pemahaman pentingnya mengembangkan model pembangunan yang berkelanjutan dan menempatkan masyarakat sebagai subyek dan partisipan aktif dalam pembangunan di daerahnya.
3. Mendorong kearifan lokal masyarakat untuk menjadi kekuatan penggerak kemajuan daerah.
4. Memberikan ruang yang memadai bagi para pihak yang berkehendak baik untuk dapat terlibat dalam pembangunan daerah.

Tinggalkan Pesan