Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Berita Daerah

DATA Kabupaten Sumba Barat Daya : Jumlah Penduduk, Wilayah, dan Potensi Alam nan Eksotis

Tim Redaksi, newsreal.id
Selasa, 5 April 2022 12:16 WIB
DATA Kabupaten Sumba Barat Daya : Jumlah Penduduk, Wilayah, dan Potensi Alam nan Eksotis


TAMBOLAKA, newsreal.id Kabupaten Sumba Barat Daya merupakan salah satu kabupaten dari empat kabupaten yang menanungi Pulau Sumba di dalam Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama 22 kabupaten/kota lainnya.
Berdasarkan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Sumba Barat Daya dalam Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur, secara administratif Sumbara Barat Daya memiliki batas-batas wilayah administratif.

Batas-batas administratif wilayah Sumbara Barat Daya: Sebelah Utara : Selat Sumba. Sebelah Selatan : Samudera Indonesia. Sebelah Timur : Kabupaten Sumba Barat. Sebelah Barat : Samudera Indonesia

Baca : Potensi Menggiurkan Sumba Barat Daya, DiFo Ajak Pemkab Setempat Berkolaborasi

Dilansir dari laman resmi sbdkab.go.id, Kabupaten Sumba Barat Daya memiliki luas wilayah daratan sebesar 1.445,32 km2, meliputi 11 (sebelas) wilayah Kecamatan yang terdiri dari 173 desa dan 2 kelurahan.

Kecamatan-kecamatan dimaksud adalah Kodi Balaghar, Kodi Bangedo, Kecamatan Kodi, Kodi Utara, Wewewa Utara, Wewewa Selatan, Wewewa Timur, Wewewa Barat, Wewewa Tengah, Loura dan Kota Tambolaka.

Secarai geografis Kabupaten Sumba Barat Daya terletak di bagian ujung barat Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). dengan koordinat 9º,18’-10º, 20’ LS (Lintang Selatan) dan 118º,55’-120º,23’ BT (Bujur Timur). Secara geografis tepat berada diantara 90,18’01” Lintang Selatan dan 1800 55’-1200 23 Bujur Timur.

Meizer dan Pfeiffer (1964) membagi dataran Sumba dalam 7 jenis topografi, karena pembagiannya sangat sulit diamati maka untuk mempermudah pengamatan pembagian wilayah topografi dibuat dalam 5 kelompok sebagai berikut :

Wilayah gunung ditandai dengan kemiringan yang tinggi, wilayah ini meliputi Gunung Tanadaro.

Wilayah perbukitan ditandai dengan kemiringan yang lebih rendah dari wilayah gunung.

Wilayah undukan dekat laut ditandai undukan dan jurang yang curam sepanjang pantai selatan.

Wilayah datar yang cukup luas dan dikelilingi bukit seperti dataran Anakalang.

Wilayah dataran alluvial ditandai oleh dataran yang agak sempit sekitar sungai.

Baca : Moeldoko : Pulau Sumba Potensi Budidaya Sorgum

Keadaan kemiringan lahan di Wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya terdiri dari lahan datar hingga berbukit dengan ketinggian dari permukaan laut berkisar ± 0 hingga 850 MSL (di atas permukaan laut), sedangkan topografi kawasan sepanjang pantai relatif datar.
Jumlah Penduduk dan Potensi Sumba Barat Daya.

Kabupaten Sumba Barat Daya saat ini dipimping Bupati dr Kornelius Kodi Mete dengan masa periode 2019-2024. Menurut keterangan Bupati Kornelius Kodi Mete, jumlah penduduk Sumba Barat Daya berjumlah sekitar 405 ribu jiwa. Kabupaten Sumba Barat Daya memiliki beragam potensi sumber daya alam, baik darat maupun laut.

Dalam kaitan ini kawasan hutan pada kurun waktu tiga (3) tahun terakhir tersisa sekitar 24% dari total luas wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya, dari yang telah ditetapkan 30% luas hutan dari luas wilayah, kondisi ini memperlihatkan proses penciutan luas hutan sangat tajam.

Kemerosotan luas hutan terutama disebabkan oleh pembakaran hutan yang tidak terkendali, peladangan berpindah-pindah yang tidak terkendali, dan penebangan secara besar-besaran atas berbagai jenis kayu yang bernilai ekonomi tinggi. Kemiringan lahan wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya sepanjang pantai relatif datar.

Karakteristik tanah di wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya terbentuk dari batuan gamping koral yang relatif masih muda, hal ini terlihat dari kecendrungan tanah yang bervariasi yakni campuran antara batu gamping, batu gamping lempungan, sisipan nepal pasiran dan nepal tufan sehingga karakteristik tanah tersebut cenderung asam, netral, dan basa.

Baca : Kerjasama DiFo – PT BCL, Persada Biru Tunjang Program Pengembangan Budidaya Cacing


Sementara pada kawasan pantai didominasi oleh farmasi kaliangga yang terbentuk struktur lapisan batu gamping trumbu.
Kondisi hidrologi di Kabupaten Sumba Barat Daya sangat dipengaruhi oleh 3 (tiga) sumber air tanah, yaitu air tanah bebas, air tanah tertekan dan air permukaan tanah.

Air tanah bebas yaitu sumber air tanah yang mengikuti kondisi morfologi tanah, sedangkan air tanah tertekan terletak jauh di dalam tanah dengan lapisan yang kedap air. Sebagian besar penduduk di Kabupaten Sumba Barat Daya menggunakan air permukaan.

Kabupaten Sumba Barat Daya memiliki enam aliran sungai dengan panjang yang bervariasi, yang terletak di empat kecamatan yaitu Sungai Pola Pare dan Sungai Wai Ha dengan panjang 18 km dan 9 km di Kecamatan Kodi Balaghar, Sungai Wee Wagha dan Sungai Wee Lamboro dengan panjang masing-masing 10 km terletak di Kecamatan Wewewa Selatan, Sungai Wee Kalowo dengan panjang 7 km di Kecamatan Wewewa Timur dan Sungai Loko Kalada sepanjang 16 Km yang terletak di Kecamatan Loura.

Seperti halnya di tempat lain di Indonesia, di Kabupaten Sumba Barat Daya dan Provinsi Nusa Tenggara Timur hanya dikenal dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan.

Baca : BLK Don Bosco Mendapatkan Kunjungan Viktor Laiskodat, Gubernur : Kegiatan Wirausaha harus Kita Dorong


Pada bulan Juni sampai dengan September arus angin berasal dari Australia dan tidak banyak mengandung uap air, sehingga mengakibatkan musim kemarau.

Sebaliknya pada bulan Desember sampai dengan Maret arus angin banyak mengandung uap air yang berasal dari Asia dan Samudera Pasifik, sehingga terjadi musim hujan.

Keadaan seperti ini berganti setiap setengah tahun, setelah melewati masa peralihan pada bulan April-Mei dan Oktober-Nopember.
Walaupun demikian, mengingat Kabupaten Sumba Barat Daya dan umumnya Provinsi Nusa Tenggara Timur lebih dekat dengan Australia, mengakibatkan arus angin yang banyak mengandung uap air dari Asia dan Samudera Pasifik, sampai di wilayah Sumba Barat Daya kandungan uap airnya sudah berkurang, sehingga mengakibatkan hari hujan di Kabupaten Sumba Barat Daya lebih sedikit dibandingkan dengan wilayah lain yang lebih dekat dengan Asia.

Temperatur rata-rata di wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya berkisar antara 21ºC- 34ºC. Temperatur udara rata-rata sekitar 30ºC. Temperatur udara tertinggi 33,7ºC terjadi pada bulan November, sedangkan terendah 21,5ºC terjadi pada bulan Agustus.

Demikian karakteristik Kabupaten Sumba Barat Daya, jumlah penduduk, wilayah, dan potensi alam yang perlu dikembangkan lagi. (diwa,tim)

Baca : Lulus Prakerin BLK Don Bosco, Siswa Ditantang Buka Lapangan Pekerjaan

Berita Terbaru

Salat Idulfitri di Simpanglima, Gubernur Ajak Warga Perkuat Persatuan dan Kepedulian

NEWSREAL.ID, SEMARANG- Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berbaur dengan ribuan warga saat melaksanakan Salat Idulfitri 1447 H di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Sabtu (21/3/2026). Luthfi...

Lebaran di Balai Kota Semarang: Ribuan Warga Tumpah, Toleransi Makin Terasa

NEWSREAL.ID, SEMARANG- Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa kuat di halaman Balai Kota Semarang saat ribuan warga memadati lokasi untuk melaksanakan Salat Idul Fitri 1447...

Lebaran, 10 Puskesmas di Semarang Tetap Buka 24 Jam Lengkap IGD

NEWSREAL.ID, SEMARANG– Kabar baik untuk pemudik dan warga, sebanyak 10 puskesmas di Kota Semarang tetap buka selama libur Idul Fitri 2026. Seluruhnya dilengkapi Instalasi Gawat...

BBM dan Listrik di Jateng Dipastikan Aman Saat Lebaran

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah memastikan pasokan energi di Jawa Tengah aman selama arus mudik dan Idul Fitri 2026. Stok bahan bakar minyak (BBM) hingga listrik disebut...

Pemkot Semarang Gelar Shalat Idulfitri di Halaman Balai Kota

NEWSREAL.ID, SEMARANG- Pemkot Semarang siap menggelar Shalat Idulfitri 1447 H/2026 M di halaman Balai Kota, Jalan Pemuda No. 148. Momen ini bakal jadi ajang kumpul...

Cek Posko Mudik, Wali Kota: Jalur Darat Waspada, One Way Siap Diterapkan

NEWSREAL.ID, SEMARANG- Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti turun langsung memantau sejumlah posko pelayanan mudik bersama Forkopimda, Rabu (18/3/2026), untuk memastikan kesiapan jelang puncak arus...

Safari Ramadan di Polrestabes, Forkopimda Kompak Jaga Kondusivitas Kota

NEWSREAL.ID, SEMARANG- Suasana hangat penuh kebersamaan terasa dalam kegiatan Safari Ramadan dan Tarawih Keliling Pemerintah Kota Semarang bersama Forkopimda di Masjid Al Hidayah Polrestabes Semarang,...

Plat Merah Masih Wira-Wiri Saat Lebaran? Agustina: Itu Lagi Tugas, Bukan Jalan-Jalan

NEWSREAL.ID, SEMARANG- Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng angkat bicara soal kemungkinan kendaraan dinas atau mobil pelat merah yang masih terlihat beroperasi saat libur Lebaran 2026....

Kapolrestabes Semarang Tekankan Pelayanan Maksimal Saat Mudik

NEWSREAL.ID, SEMARANG- Kapolrestabes Semarang, M Syahduddi, bersama Dandim 0733/Kota Semarang, Priyo Handoyo, melakukan kunjungan kerja ke Pos Pelayanan (Posyan) di Stasiun Tawang, Senin (16/3/2026) malam....

Mudik Gratis, Ahmad Luthfi Berangkatkan Ratusan Warga Jateng dari Pasar Senen

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, melepas ratusan peserta program Mudik Gratis 2026 dengan moda kereta api dari Stasiun Pasar Senen, Selasa (17/3/2026). Keberangkatan ditandai dengan...

Polda Jateng Siapkan One Way Lokal dari Kalikangkung ke Bawen

NEWSREAL.ID, SEMARANG- Polda Jawa Tengah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas di jalan tol saat puncak mudik Lebaran 2026. Direktur Lalu Lintas...

Posko Mudik di Mangkang Jadi Oase Pemudik, Wali Kota Agustina: Ini Bukti Semarang Masih Guyub

NEWSREAL.ID, SEMARANG- Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menghadiri peresmian Posko Mudik Lebaran yang didirikan oleh GP Ansor, Banser, dan KNPI Kota Semarang di kawasan Mangkang...

Leave a comment