Dambakan Muktamar NU yang Sejuk

gus-yahya-nu
FOTO DIRI : Gus Yahya (viva)

ORGANISASI massa (ormas) Islam terbesar di Indonesia Nahdlatul Ulama (NU) akan menggelar muktamar. Sedianya Muktamar NU  dilaksanakan pada 23-25 Desember 2021. Namun menyusul kebijakan PPKM level 3, muncul dua arus wacana, diundur atau dimajukan.

Salah satu agenda penting dari muktamar ini adalah laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya dan pemilihan rais aam dan ketua umum.

Nah, dari pemberitaan media, salah satu nama yang mencuat menjadi kandidat kuat ketua PBNU adalah Yahya Cholil Staquf.

Lalu siapa Yahya Cholil Staquf, dan apa latar belakangnya ? Berikut ulasannya yang dihimpun dari berbagai sumber.

Yahya Cholil Staquf berasal dari di Rembang, Jawa Tengah. Ia lahir pada 16 Februari 1966.
Ayahnya merupakan tokoh NU sekaligus salah satu pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), KH. Muhammad Cholil Bisri. Ibunya bernama Muchisnah. 

KH Yahya Cholil Staquf juga merupakan keponakan dari Pengasuh Pondok Raudlatut Thalibin, KH Mustofa Bisri atau Gus Mus.

Pendidikan

Soal pendidikan, KH Yahya Cholil Staquf mendapatkan pendidikan formal di pesantren. Ia pernah menjadi murid KH. Ali Maksum di Madrasah Al-Munawwir Krapyak di Yogyakarta. 

Pendidikannya berlanjut di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Gadjah Mada.

Dibesarkan dari kultur Nahdilyin kuat dan kehidupan pesantren, KH. Yahya Cholil Staquf pun pernah menjadi pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Tholibin, Rembang, Jawa Tengah.

Nama KH. Yahya Cholil Staquf mulai melejit ketika menjadi juru bicara Presiden ke-4 Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. 

Baca : Bahas Pembentukan KKTN, Kepala BNPT Bertemu Gubernur Jatim

Baca : Presiden Joko Widodo, UU Cipta Kerja Masih Berlaku

Pada tahun 2014, KH. Yahya Cholil Staquf menjadi salah satu inisiator pendiri institut keagamaan di California, Amerika Serikat, yang bernama Bayt Ar-Rahmah Li adDa’wa Al-Islamiyah rahmatan Li Al-alamin yang mengkaji agama Islam untuk perdamaian dan rahmat alam.
Pada 2015, KH. Yahya Cholil Staquf terpilih sebagai Katib Aam Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

Suasana Sejuk

gus-yahya-nu2

KH. Yahya Cholil Staquf semakin dikenal ketika terpilih sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada 2018, untuk menggantikan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang wafat pada 2017, KH. Hasyim Muzadi. Jabatan itu hanya ia emban setahun, hingga 2019. 

Terkait dengan agenda muktamar NU, beredar luas meme yang mencantumkan karikatur Gus Yahya dengan penggalan kalimat dan kutipan.

Baca : Futuristik, Bus Listrik yang Bakal Jadi Armada Damri

Menyikapi dinamika inyernal NU, kita ingin muktamar ini sejuk, bahagia dan damai, tetapi kita juga tak perlu takut untuk berbeda pendapat.

“Tidak ada permusuhan yang abadi, yang abadi adalah persaudaraan kita menjadi kader NU,” KH. yahya Choli Staquf. (Red)



Tinggalkan Pesan