Opini

Operasional Trans Metro Terlindungi Perda Angkutan Umum

Tim Redaksi, Admin
Minggu, 31 Desember 2023 18:05 WIB
Operasional Trans Metro Terlindungi Perda Angkutan Umum

TRANSPORTASI* merupakan salah satu tulang punggung perekonomian masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok, selain kebutuhan hidup lainnya yang menunjang kebutuhan pokok selain sandang, pangan dan papan. Mungkin selama ini kebutuhan akan jasa transportasi sangat tidak dirasakan. Masyarakat menganggap sudah merupakan kebutuhan dasar, sehingga kurang menjadi perhatian yang serius. Komponen-komponen biaya transportasi saat ini mungkin masyarakat abai per komponen yang dirasakan tidak merupakan dirasakan sebagai biaya.

Dorongan untuk menggunakan angkutan umum sebagai cara penyelesaian untuk mengatasi masalah yanag disebabkan peningkatan jumlah kendaraan, kemacetan lalu lintas, dan polusi udara.

Manfaat yang diperoleh menggunakan angkutan umum, antara lain, pertama, mengurangi kemacetan lalu lintas. Dengan mengalihkan sebagian besar pengguna jalan ke angkutan umum, kemacetan dapat dikurangi. Angkutan umum memiliki kapasitas angkut yang lebih besar ketimbang kendaraan pribadi. Kedua, mengoptimalkan penggunaan ruas jalan. Angkutan umum yang efisien memungkinkan penggunaan yang lebih efektif dan optimal dari ruas jalan yang tersedia. Tentunya dengan cara koordinasi jadwal, rute dan layanan angkutan umum dengan baik.

Ketiga, mampu mengurangi polusi udara. Penggunaan angkutan umum dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dan polutan lainnya yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor. Keempat, dapat meningkatkan kualitas hidup. Dengan mempromosikan angkutan massal yang handal, aman dan nyaman, maka masyarakat dapat menikmati manfaat waktu perjalanan yang singkat.

Baca : Aksi Nyata G-Nesia, Gelar Bazar Murah Sekaligus Kampanyekan Paslon 2 Prabowo Gibran

Dengan memprioritaskan dan meningkatkan sistem angkutan umum yang efisien, serta menyediakan insentif atau subsidi operasional dan infrastruktur yang diperlukan, maka pemerintah (termasuk pemda) dan masyarakat dapat bekerjasama untuk mengurangi dampak negatif dari peningkatan jumlah kendaraan bermotor, kemacaten lalu lintas dan polusi dalam lingkungan perkotaan.

Mandat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pasal 138 menyebutkan Pemerintah bertanggungjawab atas penyelenggaraan angkutan umum yang selamat, aman, nyaman dan terjangkau. Pasal 139 (ayat 3), Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota wajib menjamin tersedianya angkutan umum untuk jasa angkutan orang dan/atau barang dalam wilayah kabupaten/kota. Kemudian di pasal 158, menyebutkan Pemerintah menjamin tersedianya Angkutan Massal Berbasis Jalan untuk memenuhi kebutuhan orang dengan kendaraan bermotor di kawasan persoalan.

Pasal 14 (1) Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014 tentang Angkutan Jalan, menyebutkan angkutan umum diselenggarakan dalam Upaya memenuhi kebutuhan angkutan orang dan/atau barang yang selamat, aman, nyaman, dan terjangkau. Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah bertanggungjawab atas penyelenggaraan angkutan umum untuk jasa angkutan orang dan/atau barang dengan kendaraan bermotor.

Trans Metro Pekanbaru
Trans Metro Pekanbaru biasa disebut TMP pertama kali dioperasikan tahun 2009 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 111 Tahun 2009. Pekanbaru termusuk salah satu kota percontohan saat itu. Pada awalnya, TMP hanya melayani dua koridor. Namun, seiring berjalannya waktu, kini TMP telah melayani 8 koridor yang sudah menjangkau seluruh Kota pekanbaru dan wilayah aglomerasi terdekat, yaitu Kabupaten Kampar.

TMP dikelola oleh UPT Pengelolaan Trans Pekanbaru. Jumlah armada TMP yang digunakan sebanyak 100 armada terdiri dari 70 bus besar dan 40 bus sedang. Tarif TMP terbagi dua kategori, yaitu Rp 4.000 untuk umum dan mahasiswa/wi serta Rp 3.000 untuk pelajar. Pengoperasian TMP didukung 164 orang awak bus (pramudi dan pramugara) dan 45 tenaga pendukung (mekanik, security, pengawas halte dan staf pool).

Baca : Kunjungan ke Jawa Timur, Presiden Akan Resmikan Pasar hingga Smelter

Sepanjang 277,8 km dilayani 8 koridor. Kedelapan koridor itu dilayani 46 armada bus, yakni 32 bus besar dan 14 bis sedang. Kecepatan rata-rata 30 km per jam, headway rata-rata 16 menit.

Adapun rutenya adalah Ramayana – Pandau sepanjang 31 km dengan 8 bus besar dan headway 10 menit, Terminal Bandar Raya Payung Sekaki – Kulim 46 km (6 bus besar, 19 menit), Awal Bros – Kampus UIN 32,2 km (6 bus besar, 14 menit), rute Ramayana – Pasar Tangor 17,8 km (6 bus besar, 9 menit), Terminal Bandar Raya Payung Sekaki – Ramayana 28 km (4 bus sedang, 19 menit), Walikota Sudirman – Walikota Tenayan 47,6 km (4 bus sedang, 29 menit), Terminal Bandar Raya Payung Sekaki – Pandau 34,2 km (6 bus sedang, 15 menit), dan Kantor Walikota – Stadion Rumbai 41 km (6 bus sedang, 17 menit).

Baca : Cuaca Ekstrem, Praktikan Enam Aktivitas Fisik ini

Selain rute yang sudah dilayani, telah direncanakan 12 rute baru, yaitu Pandau – Sukaramai Trade Centre sepanjang 31 km, Terminal Bandar Raya Payung Sekaki – Bandara Sultan Syarif Kasim II (31,2 km), Sukaramai Trade Centre – Unilak (Stadion Rumbai) 17 km, Gelanggang Remaja – Kulim (22,5 km), Kampus UIN Panam – STC (37 km), Sukaramai Trade Centre – Kantor Camat Kulim (28,6 km), Sukaramai Trade Centre – Terminal Bandar Raya Payung Sekaki (26 km), Mall Pelayanan Publik – Komplek Perkantoran Walikota Tenayan (30,8 km), Pelabuhan Sungai Duku – Cempedak (15,4 km), dan Perumahan Pandau – Eka Hospital (28 km), Terminal Bandar Raya Payung Sekaki – Garuda Sakti (21 km), dan Mall Pelayanan Publik – Pandau (38,5 km).

Data yang diperoleh dari Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru (2023), biaya operasional TMP tahun 2019 sebesar Rp 30,9 miliar. Pendapatan operasional dari tiket penumpang sebanyak Rp 12,5 miliar (40,5 persen), sehingga subsidi Rp 18,4 miliar (59,5 persen). Tahun 2020, turun biaya operasional hanya Rp 25,5 miliar, pendapatan operasional (tiket) Rp 7,1 miliar (27,8 persen) dan subsidi menjadi Rp 17,5 miliar (72,2 persen). Sementara itu, anggaran yang dikucurkan untuk operasional Bus TMP tahun 2021 sebesar Rp 5,5 miliar, tahun 2022 (Rp 31 miliar), dan tahun 2023 (Rp 34,2 miliar).

Biaya transportasi
Biaya transportasi merupakan biaya yang harus dikeluarkan untuk menunjang mobilitas melakukan aktifitas penunjang kegiatan bekerja atau aktivitas lainnya. Mengutip hasil perhitungan Dinas Perhubungan Pekanbaru (2023), warga kota Pekanbaru mengeluarkan biaya transportasi per bulan sekitar Rp 1.060.000 (34 persen) dari pendapatan bulanan. Asumsi UMK Kota Pekanbaru Rp 3.100.000, biaya transportasi yang menjadi kebutuhan per bulan Rp 1.060.000 (biaya modal motor Rp 500 ribu, biaya bahan bakar Rp 250 ribu, biaya pemeliharaan Rp 100 ribu, biaya administrasi Rp 20 ribu dan biaya parkir Rp 90 ribu).

Baca : Presiden Tekankan Seluruh Pihak Kawal Kesiapan Pelaksanaan Pemilu 2024

Sebelumnya, Pemkot. Pekanbaru sudah punya Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang berisikan Rencana Induk Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kota, Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas (penetapan prioritas angkutan massal melalui lajur atau jalur atau jalan khusus, Penyediaan Angkutan Umum untuk Jasa Angkutan Orang dalam kota, Penetapan Kawasan Perkotaan untuk pelayanan angkutan perkotaan di daerah, Penetapan Rencana Umum Jaringan Trayek Perkotaan.

angkutan_umum_pekan_baru2

Sekarang sudah ada Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2023 tentang Ketentuan Umum Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Dalam PP tersebut di pasal 25, menyebutkan paling sedikit 10 persen untuk pembangunan dan/atau pemeliharaan jalan serta peningkatan moda dan sarana transportasi umum

Untuk menindaklanjuti PP tersebut. Pemkot. Pekanbaru bersama DPRD Kota Pelanbaru telah menyusun Perda yang memberikan rekomendasi 5 persen dari APBD untuk peningkatan dan pengembangan angkutan umum Trans Metro Pekanbaru.

Baca : G-Nesia dan GRIB Berkolaborasi untuk Menangkan Prabowo – Gibran

Sekarang agar Pemkot. Pekanbaru lebih serius urus angkutan umum, dibuatlah Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Angkutan Umum Massal di Pekanbaru. Perda tersebut berisikan Penyelenggaraan Angkutan Umum Massal; perencanaan, pengelolaan dan pengembangan; peningkatan penggunaan angkutan umum massal; pembatasan kendaraan bermotor perorangan, insentif sebesar 5 persen dari APBD, tanggungjawab pemerintah daerah, pemantauan, evaluasi dan pelaporan; dan pembiayaan.

Prinsip penyelenggaraan angkutan massal di Kota Pekanbaru, Pemkot. Pekanbaru menganggap transportasi umum sebagai kebutuhan dasar. Kota Pekanbaru akan menjadi kota besar dengan mobilitas tinggi, sehingga angkutan umum massal akan mejadi tulang punggung (back bone) pembangunan kota dan masyarakat. Sektor perhubungan merupakan urusan pemerintah wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar, tetapi perlu diberikan skala prioritas untuk peningkatan pelayanan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Penyelenggaraan angkutan umum menjadi tanggungjawab Pemkot. Pekanbaru. Keseimbangan antara penyediaan angkutan umum massal dengan kebutuhan masyarakat akan jasa angkutan orang akan meningkat setiap tahunnya, sehingga dibutuhkan sarana dan prasarana penunjang.

Baca : Promosikan Moderasi Beragama di Jepang, Sasar Sekolah, Mahasiswa/Dosen di PT

*Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat

Berita Terbaru

Dua Dekade Rp 3.500: Implikasi Multidimensi Rencana Penyesuaian Tarif Transjakarta

SELAMA dua dekade, skema subsidi yang masif berhasil mengunci biaya perjalanan harian masyarakat pada tingkat yang sangat terjangkau. Membicarakan tarif Transjakarta bukan lagi sekadar menghitung...

Menakar Jaminan Keselamatan dan Urgensi Transportasi Publik di Labuan Bajo

SEBUAH destinasi wisata kelas dunia tidak pernah dinilai sekadar dari keindahan lanskap atau kemegahan akomodasinya, melainkan dari sejauh mana sistem di dalamnya mampu menjamin keselamatan...

Dilema Bandara Husein Sastranegara, Antara Kenyamanan Turis – Nasib Bandara Kertajati ?

KEBIJAKAN  transportasi dan tata ruang di Jawa Barat kembali menemui titik balik yang krusial. Rencana diaktifkannya kembali Bandara Husein Sastranegara di Bandung untuk penerbangan komersial...

Menagih Keadilan Sosial dalam Insentif Kendaraan Listrik

DIPERLUKAN program insentif kendaraan listrik yang berkeadilan dan lebih tetap sasaran agar kemanfaatan dapat dirasakan masyarakat yang benar-benar membutuhkan . Pemerintah menunda pengumuman insentif kendaraan...

Dilema Menutup Pelintasan Sebidang, Antara Keselamatan Nyawa dan Denyut Ekonomi

PT Kereta Api Indonesia sedang giat melakukan penutupan sejumlah pelintasan sebidang di wilayah Daop 1 Jakarta. Jalan lebar yang kurang dari 2 meter dan atau...

Indonesia Darurat Keselamatan Transportasi Jalan*

KONDISI “Darurat Keselamatan Transportasi Jalan” di Indonesia merupakan isu sistemik yang dipicu oleh akumulasi berbagai faktor, mulai dari pengawasan regulasi yang lemah hingga perilaku pengguna...

Desak Investigasi Tragedi Bekasi Mendalam dan Transparan, Diwa : Hentikan Perpecahan Opini !

PENDIRI sekaligus founder Diwa Foundation Diah Warih Anjari meminta berbagai pihak menghentikan perpecahan opini soal tragedi Bekasi Timur yang terjadi belakangan ini. Ia mengaku risih...

Hukum Memusnahkan Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur Hidup-Hidup

*FENOMENA meningkatnya populasi ikan sapu-sapu di sejumlah perairan kerap menimbulkan persoalan serius bagi keseimbangan ekosistem. Ikan ini dikenal sebagai spesies invasif yang dapat merusak habitat...

Diwa: Kasus FH UI Tamparan Keras Dunia Pendidikan

“Kasus ini adalah alarm keras bagi kita semua bahwa kampus yang seharusnya menjadi ruang aman dan beradab justru masih diwarnai perilaku yang merendahkan martabat perempuan."

Transformasi Transportasi Umum demi Kemandirian Energi Indonesia*

SEBESAR 91,2 persen konsumsi BBM nasional di sektor transportasi, sebanyak 93 persen penyaluran BBM subsidi digunakan kendaraan pribadi . Presiden Prabowo Subianto bakal menggencarkan sejumlah...

Kemacetan Tanjung Priok, Djoko Setijowarno : Benahi Tata Kelola Kawasan Pelabuhan

KEMACETAN panjang yang terjadi di sekitar Kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Kamis (17/4/2025). Diperkirakan adalah kemacetan lalu lintas yang terparah. Namun, kemacetan bukan hal...

Penyebab dan Solusi Penanganan Banjir di Indonesia

Oleh: [Edy Susilo]* BAYANGKAN sejenak, Anda terbangun di tengah malam oleh suara gemuruh air yang deras. Dalam hitungan menit, rumah yang selama ini menjadi tempat...

Leave a comment