Nasional

Lewat Tenggat, Gus Yahya Klaim Belum Bisa Berkomunikasi dengan Rais Aam PBNU

Tim Redaksi, Admin
Rabu, 24 Desember 2025 21:03 WIB
Lewat Tenggat, Gus Yahya Klaim Belum Bisa Berkomunikasi dengan Rais Aam PBNU
NEWSREAL.ID - KONFRENSI PERS: Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya (tengah) saat konferensi pers di Kantor PBNU, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (24/12/2025). (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengaku belum berhasil berkomunikasi dengan Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar untuk melakukan islah, meski tenggat waktu 3×24 jam yang ditetapkan para kiai sepuh telah berakhir.

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Yahya menanggapi hasil Forum Musyawarah Kubro yang digelar para kiai senior NU di Pesantren Lirboyo, Kediri. Dalam forum itu, kedua pihak diminta melakukan islah secara sungguh-sungguh dalam waktu 3×24 jam terhitung sejak Minggu (21/12) pukul 12.00 WIB.

Gus Yahya mengatakan, setelah forum musyawarah tersebut, dirinya langsung mengirim pesan kepada Miftachul Akhyar untuk meminta pertemuan. Upaya itu dilanjutkan dengan pengiriman surat resmi pada Senin (22/12). Namun hingga Rabu (24/12) siang, belum ada respons dari Rais Aam PBNU.

Baca juga: Said Aqil: Hasil Musyawarah Kubro Harus Ditindaklanjuti PBNU

“Sekarang sudah lewat jam 12 siang hari Rabu. Maka saat ini waktunya saya memberi laporan tentang upaya islah yang saya lakukan. Sampai detik ini saya belum mendapatkan respons, tanggapan, atau jawaban atas permohonan saya untuk bertemu dengan Rais Aam,” kata Gus Yahya di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (24/12/2025).

Ia menegaskan telah mencoba berbagai jalur komunikasi demi mewujudkan islah, namun belum membuahkan hasil. Karena itu, Gus Yahya menyatakan akan berkoordinasi dengan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di seluruh Indonesia, termasuk cabang luar negeri, untuk menentukan langkah selanjutnya.

“Kami akan berkoordinasi dan berembuk dengan segenap PWNU dan PCNU seluruh Indonesia mengenai langkah-langkah apa yang akan ditempuh bersama untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang kita hadapi,” ujarnya.

Tiga Poin

Sebelumnya, Musyawarah Kubro di Pesantren Lirboyo menetapkan tiga poin utama. Pertama, meminta kedua belah pihak melakukan islah dengan batas waktu paling lambat 3 hari sejak Ahad, 21 Desember 2025 pukul 12.00 WIB.

Kedua, jika islah tidak tercapai, mandat diserahkan kepada Mustasyar untuk membentuk panitia Muktamar yang netral dalam waktu maksimal satu hari setelah batas islah. Ketiga, apabila dua opsi tersebut tidak terpenuhi, peserta sepakat mencabut mandat dan mengusulkan penyelenggaraan Muktamar Luar Biasa (MLB) berdasarkan kesepakatan PW dan PC yang hadir, paling lambat sebelum pemberangkatan kloter pertama haji Indonesia.

Menanggapi hasil Musyawarah Kubro tersebut, Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar menyatakan menghormati forum kultural itu karena diinisiasi oleh KH Anwar Manshur selaku Mustasyar PBNU. Namun, ia menegaskan bahwa setiap keputusan organisasi harus berjalan sesuai aturan dan mekanisme Jam’iyah Nahdlatul Ulama.

“Forum kultural tersebut tentu kami hormati. Tetapi keputusan organisasi harus berjalan sesuai aturan dan mekanisme Jam’iyah, karena di situlah marwah Nahdlatul Ulama dijaga,” kata Miftachul dalam pernyataannya di CNN Indonesia TV, Rabu (24/12).

Miftachul juga menjelaskan bahwa pemberhentian Gus Yahya sebagai Ketua Umum Tanfidziyah PBNU bukan keputusan sepihak, melainkan hasil proses kelembagaan melalui tahapan dan forum resmi. Ia menyebut Syuriyah PBNU telah melakukan pemanggilan dan tabayun sebanyak dua kali, masing-masing pada 13 dan 17 November 2025.

Menurut Miftachul, keputusan Rapat Pleno PBNU pada 9 Desember 2025 merupakan hasil mekanisme organisasi yang berjalan sesuai Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, dan Peraturan Perkumpulan Nahdlatul Ulama.

Dalam kesempatan yang sama, Gus Yahya juga menanggapi isu pengelolaan tambang yang disebut-sebut menjadi pemicu konflik internal PBNU. Ia menegaskan PBNU tidak pernah meminta atau menuntut konsesi tambang dari pemerintah, meskipun saat ini PBNU memang menerima konsesi tersebut.

Baca juga: Zulfa Mustofa Tegaskan Tak Mau Terjebak Konflik PBNU

“Apakah tanpa konsesi tambang konflik tidak akan terjadi? Belum tentu juga. Tapi perbedaan biasanya memang muncul karena perbedaan kepentingan,” ujarnya.

Terkait usulan agar PBNU mengembalikan konsesi tambang kepada pemerintah, Gus Yahya menilai hal tersebut perlu dimusyawarahkan. Ia menegaskan sejak awal PBNU berprinsip bahwa pengelolaan tambang tidak boleh dilakukan sendiri atau hanya dengan pihak swasta, melainkan harus dikoordinasikan dengan pemerintah. (tb)

Berita Terbaru

Dukung MBG, Kadin Apresiasi Kepemimpinan Presiden Prabowo yang Visioner

JAKARAT,NEWSREAL.id – Kalangan dunia usaha mengapresiasi agenda transformasi yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri...

Menag Usulkan Strategis terkait MBG, Ini Masukannya

JAKARTA,NEWSREAL.id- Kementerian Agama memberikan sejumlah usulan terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar menyampaikan tiga usulan strategis dalam rangka peningkatan...

Diah Warih: Sudaryono Jadi Dirigen Handal untuk BGN

Jakarta,NEWSREAL.com-Diah Warih Anjari, pendiri Diwa Foundatioan, beri apresiasi atas pelantikan Dr. Sudaryono, B.Eng.,M., MBA menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Dewan Pembina Nasional (DPN) Tani...

Kebijakan Prabowo: Indonesia Terbuka bagi Investor Dunia, Kepentingan Nasional Tetap Prioritas

JAKARTA,TAPALBATAS.co-Presiden Prabowo Subianto menegaskan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang tetap terbuka terhadap seluruh negara untuk menjalin kerja sama. Namun, ia menekankan setiap kemitraan harus...

Diangkat Jadi Dewan Kehormatan SBNI, Hercules: NKRI Harga Mati

JAKARTA , NEWSREAL.id– Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, Rozario Marshal atau yang dikenal sebagai Hercules, kembali mendapat kepercayaan untuk mengemban peran di...

Prabowo: KDKMP Jadi Pusat Pelayanan Ekonomi Desa yang Terintegrasi

JAKARTA,NEWSREAL.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat sekaligus mempercepat...

Belum Putuskan Pengganti Febrie, Istana Tunggu Usulan Jaksa Agung

JAKARTA,NEWSREAL.id– Soal pengganti Febrie Adriansyah, pemerintah menunggu usulan resmi dari Jaksa Agung ST Burhanuddin. Hingga saat ini, Presiden Prabowo Subianto belum dapat menerbitkan keputusan pengangkatan...

Bupati Sukoharjo Jadi Tersangka KPK, Ini Respons Gubernur Jateng Ahmad Luthfi

BATANG, NEWSREAL.id – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Sukoharjo tetap berjalan normal meski Bupati Sukoharjo Etik Suryani telah...

Instruksi Prabowo, Aparatur Negara Introspeksi dan Pemerintahan Harus Bersih dari Korupsi

JAKARTA,NEWSREAL.id – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh aparatur negara untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki kinerja demi mewujudkan pemerintahan yang bersih, berintegritas, serta berpihak kepada kepentingan...

Rachmat Gobel Meninggal Dunia, Indonesia Kehilangan Tokoh Pengusaha dan Politikus Nasional

JAKARTA, NEWSREAL.id– Indonesia berduka atas wafatnya pengusaha nasional sekaligus politikus Partai NasDem, Rachmat Gobel, yang meninggal dunia pada Jumat (10/7/2026) pukul 03.20 WIB di Jakarta....

Berantas Penangkapan Ikan Ilegal, KKP Tambah 10 Kapal Patroli di Laut Natuna Utara

JAKARTA, NEWSREAL.id– Pemerintah terus memperkuat pengamanan di Laut Natuna Utara dengan menambah armada kapal pengawas dan meningkatkan infrastruktur pengawasan guna mengantisipasi maraknya praktik penangkapan ikan...

Soal OTT Bupati Sukoharjo, KPK Ungkap Dugaan soal Kasus Pemerasan

JAKARTA, NEWSREAL.id– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya mengungkap konstruksi awal operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Sukoharjo, Etik Suryani. KPK sebut OTT tersebut berkaitan...

Leave a comment