
NEWSREAL, WASHINGTON- Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kesediaannya menjadi “juru damai” antara Iran dan Israel. Namun untuk saat ini, dirinya ingin melihat Iran dan Israel “bertarung dulu”.
Komentar itu muncul di tengah konflik terbuka antara kedua negara yang telah berlangsung sejak Jumat (13/6) yang menyebabkan lebih dari 200 korban jiwa dan eskalasi militer di kawasan Teluk.
Trump menyampaikan pernyataan tersebut di Gedung Putih menjelang keberangkatan menuju Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Kanada. Dia menyampaikan bahwa kini adalah “waktunya untuk kesepakatan”, namun menambahkan bahwa “kadang-kadang mereka (Iran dan Israel) harus bertengkar terlebih dahulu.”
Pernyataan tersebut memicu kritik dari sejumlah pengamat kebijakan luar negeri, karena menggambarkan pendekatan ambigu Amerika Serikat dalam menyikapi konflik Iran-Israel yang kian meluas.
Sejak Jumat pekan lalu, Israel telah melancarkan serangan udara ke berbagai fasilitas militer di Iran, termasuk pangkalan udara dekat Isfahan dan situs pengolahan nuklir di Natanz. Iran membalas dengan peluncuran rudal balistik jarak menengah yang mengenai wilayah perbatasan Israel, meski sebagian besar dicegat oleh sistem pertahanan udara Iron Dome.
Hingga Senin (16/6), sedikitnya 217 orang dilaporkan tewas, dengan lebih dari 600 lainnya terluka di kedua pihak, menurut laporan Human Rights Watch dan pantauan media internasional. Trump, meski membantah keterlibatan langsung AS dalam serangan udara, tetap memberikan peringatan keras kepada Iran.
Dalam unggahan di platform media sosialnya, Truth Social, ia menyatakan bahwa setiap serangan ke fasilitas AS akan dibalas “dengan kekuatan penuh”. “Jika kami diserang dalam berbagai cara oleh Iran, mereka akan menyaksikan pembalasan dengan kekuatan penuh dari Angkatan Bersenjata AS yang belum pernah mereka lihat sebelumnya,” tulis Trump.
Konflik Regional
Di sisi lain, dua pejabat tinggi AS yang dikutip oleh Reuters menyebut bahwa Trump telah memveto rencana Israel yang ingin menghabisi Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Langkah itu dianggap terlalu ekstrem dan bisa menyeret AS lebih jauh dalam konflik yang berpotensi regional.
Sikap ini menunjukkan kontradiksi sikap AS yang mencoba menahan eskalasi lewat veto terhadap Israel, tetapi pada saat yang sama membiarkan konflik terbuka berlanjut, bahkan menyiratkan bahwa pertikaian bisa membawa hasil diplomatik.
Para analis menilai pendekatan Trump mencerminkan pola khas kebijakan luar negerinya: memberi ruang manuver luas, bahkan terhadap konflik bersenjata, sembari tetap memproyeksikan kekuatan militer sebagai alat negosiasi. “Trump menganggap tekanan maksimal adalah bagian dari proses menuju kesepakatan,” ujar Michael Hanna, peneliti senior di International Crisis Group.
Sementara itu, Gedung Putih belum mengumumkan rencana konkret untuk menengahi konflik Iran-Israel, meskipun sejumlah negara G7 termasuk Prancis dan Jerman mendorong AS untuk memainkan peran aktif dalam deeskalasi.
Konflik ini juga berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi global, terutama harga minyak. Sejak Jumat lalu, harga minyak mentah Brent melonjak dari 83 dollar AS ke 89 dollar AS per barel, tertinggi sejak awal tahun. (cnnind,tb)
Senyum Protokoler dan Pengawal Prancis Saat Foto Bersama Presiden Prabowo
PRANCIS,NEWSREAL.id – Ada momen hangat yang mewarnai akhir kunjungan resmi kenegaraan Presiden Prabowo Subianto di Paris, Republik Prancis. Bukan di ruang pertemuan ataupun forum resmi,...
Israel-Rusia Dituding Negara Pelaku Kekerasan Seksual, Masuk Daftar Hitam
NEW YORK, NEWSREAL.id – Sebuah informasi mencengangkan dunia internasional ! Berikut ini adalah salah satu kengerian negeri yang saat ini menjadi perbincangan publik yakni, Israel...
Presiden Prabowo dan Presiden Macron Bahas Kerja Sama Pertahanan hingga IEU-CEPA
PARIS.NEWSREAL.id –Presiden Prabowo Subianto, melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Prancis, Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, pada Kamis, 28 Mei 2026. Pertemuan berlangsung konstruktif...
Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Naik Lagi
JAKARTA,NEWSREAL.id– Amerika Serikat (AS) dan Iran tak juga akur. Di Selat Hormuz keduanya mengklaim saling serang. Hal ini tentu saja membaut perairan hangat kembali terjadi....
Diaspora Indonesia di Paris Rasakan Kehangatan Idul Adha Bersama Presiden Prabowo
PARIS,NEWSREAL.id – Suasana Iduladha 1447 Hijriah di Wisma Indonesia, Paris, Prancis, pada Rabu, 27 Mei 2026, terasa berbeda bagi warga negara Indonesia dan diaspora yang...
Dipenuhi Perasaan Haru, Diaspora Sambut Kepala Negara di Paris
PARIS,NEWSREAL.id – Ratusan warga negara Indonesia (WNI) telah menanti kedatangan Presiden Prabowo Subianto di Paris dengan penuh antusias. Mereka berkerumunan di hotel tempat Kepala Negara...
Israel Didesakan Bebaskan Reporter Indonesia, Ri Kecam Penyerbuan Global Sumud Flotilla
JAKARTA,NEWSREAL.id– Aksi milter yang dilakukan Israel dengan mencegat dan menangkap aktivis yang tergabung dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla menuai kecaman. Kementerian Luar Negeri...
Israel Tangkap 100 Wartawan, Satu Orang Jurnalis Indonesia
SIPRUS,NEWSREAL.id – Militer Israel melakukan tindakan represif menyatakan kapal-kapal Israel mulai melakukan intersepsi terhadap armada koalisi Global Sumud. Sebanyak 100 aktivis ditangkap, dan seorang di...
Khawatir Disadap, AS Buang Barang dari China Sebelum Naik Air Force One
JAKARTA,NEWSREAL.id – Khawatir sebagai alat mata-mata sejumlah barang dari China sengaja dibuang ke tong sampah sebelum menaiki Air Force One. Ulah ini dilakukan Presiden AS...
19 WNI Diamankan Otoritas Saudi Terkait Pelanggaran Hukum Haji
MAKKAH,NEWSREAL.id – Sebnayak 19 Warga Negara Indonesia (WNI) saat ini tengah diamankan oleh aparat keamanan Arab Saudi. Belasan WNI tersebut ditangkap atas dugaan berbagai pelanggaran...
Berbahasa Provokatif, Israel Kibarkan Bendera di Atas Rumah Sakit Indonesia di Gaza
GAZA, NEWSREAL.id – Perbuatan yang mendapatkan kecaman dilakukan oleh militer Israel baru-baru ini. Sejumlah tentara Israel mengibarkan spanduk di atas Rumah Sakit Indonesia dekat Jabalia...
Lancar, Tiga Kloter Perdana Jamaah Haji Indonesia Tiba di Madinah
MADINAH, NEWSREAL.id — Tiga kelompok terbang (kloter) perdana jamaah calon haji Indonesia tiba di Madinah pada Rabu, 22 April 2026 dengan tertib dan lancar. Mereka...