Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Internasional

Seratus Bayi Lahir Prematur di Gaza

Tim Redaksi, Admin
Jumat, 11 Juli 2025 08:44 WIB
Seratus Bayi Lahir Prematur di Gaza
NEWSREAL.ID - TERANCAM DITUTUP: Tenaga medis bekerja di ruang operasi Rumah Sakit Nasser yang berisiko ditutup akibat blokade bahan bakar Israel, di Khan Younis, Gaza selatan, Rabu, (9/7). (Foto: Reuters)

NEWSREAL.ID, GAZA CITY- Tak kurang seratus lebih bayi prematur di Jalur Gaza kini berada di ambang kematian. Inkubator tempat mereka bergantung hidup terancam mati total karena krisis bahan bakar yang melumpuhkan sistem rumah sakit, imbas pengepungan dan blokade Israel yang kian membabi buta.

Dua rumah sakit terbesar di wilayah tersebut, Al-Shifa di Kota Gaza dan Nasser di Khan Younis menyatakan kondisi darurat pada Rabu (10/7) setelah suplai energi dan pasokan medis nyaris habis. Serangan udara tanpa henti selama 24 jam terakhir memperparah situasi yang sudah kritis.

“Rumah sakit ini akan berubah dari tempat penyembuhan menjadi kuburan massal,” kata Direktur RS Al-Shifa, Muhammad Abu Salmiyah. Ia menyebut lebih dari 100 bayi prematur serta 350 pasien cuci darah kini bergantung pada sisa-sisa energi yang tersisa di rumah sakit.

Stasiun oksigen segera berhenti. Laboratorium tak lagi bisa digunakan. Bank darah sudah dalam tahap akhir sebelum membusuk akibat sistem pendingin yang mati. “Israel hanya memberikan bahan bakar setetes demi setetes,” tambahnya.

Tutup Layanan

RS Al-Shifa bahkan menutup layanan hemodialisa demi menyelamatkan ruang ICU dan ruang operasi dari pemadaman total.

Sementara itu, kondisi di Rumah Sakit Nasser tak kalah genting. Dengan sisa bahan bakar hanya 3.000 liter, tak cukup untuk bertahan lebih dari 24 jam. Rumah sakit ini menghadapi “jam-jam terakhir yang krusial”.

“Dokter di sini tengah berpacu dengan waktu, gelap, dan kematian,” kata juru bicara RS Nasser, Mohammed Sakr. Menurutnya, rumah sakit membutuhkan 4.500 liter solar per hari agar tetap berfungsi normal.

Tanpa listrik, operasi berlangsung tanpa AC, kipas, bahkan tanpa penerangan memadai. “Keringat staf medis menetes ke luka pasien,” ujar seorang dokter dalam video viral, menggambarkan kondisi memprihatinkan di ruang bedah.

Krisis ini mempertegas kehancuran sistem kesehatan di Gaza sejak serangan besar-besaran Israel dimulai pada Oktober 2023. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat hingga Mei 2024, hanya 19 dari 36 rumah sakit di Gaza yang masih beroperasi secara parsial.

Sebanyak 94 persen fasilitas medis mengalami kerusakan atau kehancuran, dan lebih dari 600 serangan menyasar rumah sakit secara langsung. WHO juga melaporkan bahwa 1.500 lebih tenaga medis telah gugur dan 185 lainnya ditahan oleh militer Israel.

“Sektor kesehatan Gaza kini telah bertekuk lutut,” kata WHO. Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sejak 7 Oktober 2023, serangan Israel telah menewaskan 57.575 warga Palestina dan melukai 136.879 lainnya. (tb)

Berita Terbaru

Berbahasa Provokatif, Israel Kibarkan Bendera di Atas Rumah Sakit Indonesia di Gaza

GAZA, NEWSREAL.id – Perbuatan yang mendapatkan kecaman dilakukan oleh militer Israel baru-baru ini. Sejumlah tentara Israel mengibarkan spanduk di atas Rumah Sakit Indonesia dekat Jabalia...

Lancar, Tiga Kloter Perdana Jamaah Haji Indonesia Tiba di Madinah

MADINAH, NEWSREAL.id — Tiga kelompok terbang (kloter) perdana jamaah calon haji Indonesia tiba di Madinah pada Rabu, 22 April 2026 dengan tertib dan lancar. Mereka...

Israel Dituding Terapkan Lebanon Selatan Seperti Gaza

OVIEDO, NEWSREAL.id – Kebijakan Israel dalam menerapkan strategi di Lebanon Selatan dikritik habis oleh Pemerintahan Spanyol. Jika hal itu terus dilakukan Israel tidak bisa mempertahankan...

Kloter Pertama Jamaah Haji Mendarat di Madinah 22 April

*Manfaatkan Fast Track MADINAH,newsreal.id — Persiapan penyambutan jamaah haji Indonesia di Tanah Suci memasuki tahap akhir. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan seluruh...

AS Cegat Kapal Iran Terobos Blokade di Teluk Oman

WASHINGTON, newsreal.id – Kapal dagang berbendera Iran bernama Touska dicegat oleh militer Amerika Serikat karena berusaha menerobos blokade angkatan laut AS di Teluk Oman, Minggu...

Nasib Dua kapal Pertamina Terkini, Kabar Terakhir Belum Bisa Lintasi Selat Hormuz

JAKARTA,newsreal.id – Dua kapal PIS yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro saat ini masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz. PT Pertamina...

Jalur Pelayaran Strategis Selat Hormuz Dibuka, Harga Minyak Mentah Turun Tajam

JAKARTA,newsreal.id – Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menyatakan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz kembali dibuka untuk aktivitas komersial. Hal itu dikatakan Abbas Araghchi...

Blokade AS Aktif, Kapal Tanker Iran Diinformasikan Melenggang Teluk via Selat Hormuz

TEHERAN,newsreal.id – Meski dibawah sanksi ketat Amerika Serikat (AS) berupa blokade laut, tersiar informasi kapal-kapal tanker Iran bebas melenggang memasuki perairan Teluk melalui Selat Hormuz....

Ini Kabar Teranyar Nasib Dua Kapal Tanker RI Tertahan di Selat Hormuz

JAKARTA, newsreal.id– Upaya negosiasi tanpa pantang menyerah dan berani yang dilakukan diplomat-diplomat Indonesia untuk pembebasan dua kapal tanker untuk melintasi Selat Hormuz menunjukkan sinyal positip....

Ancam AS, Iran Targetkan Kapal Induk dan Perang

TEHERAN, newsreal.id – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah menargetkan sejumlah kapal perang termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln yang berada di sekitar Selat Hormuz....

Seskab Teddy: Presiden Putin Apresiasi Ucapan Paskah Presiden Prabowo

*Simbol Toleransi dan Persahabatan Antarbangsa ADA momen hangat dan menarik saat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan pertemuan 5 jam dengan Presiden Federasi Rusia, Vladimir...

Prabowo-Putin Sepakat Geber Kerjasama Ekonomi dan Energi

JAKARTA,newsreal.id – Presiden RI Prabowo Subianto langsung melakukan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan pembantunya setibanya di Moscow. Dalam pertemuan itu Prabowo menyampaikan apresiasi...

Leave a comment