
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Angka kerugian negara dalam kasus mega kredit PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) akhirnya terungkap. Kejaksaan Agung menyebut kerugian mencapai lebih dari Rp1,088 triliun, akibat penyimpangan dalam pemberian kredit dari tiga bank daerah kepada perusahaan tekstil raksasa tersebut.
“Nilai kerugian negara ditaksir sebesar Rp1.088.650.808.028. Ini masih akan diverifikasi secara final oleh BPK RI,” ungkap Nurcahyo Jungkung Madyo, Direktur Penyidikan Jampidsus, dalam keterangan pers di Gedung Kejagung, Selasa (22/7) dini hari.
Kasus ini menyeret kredit yang dikucurkan oleh Bank BJB, Bank DKI Jakarta, dan Bank Jateng, dengan total pinjaman yang belum dilunasi (outstanding) hingga Oktober 2024 mencapai Rp3,5 triliun.
Namun, dari ketiga bank tersebut, total yang dinyatakan merugikan negara saat ini adalah senilai Rp1,088 triliun. Adapun rinciannya sebagai berikut, Bank Jateng senilai Rp395,66 miliar, Bank BJB (Rp543,98 miliar) dan Bank DKI Jakarta (Rp149,01 miliar).
Sebelas Tersangka
Skandal ini telah menjerat sebelas orang tersangka, termasuk nama-nama besar dari sektor perbankan dan industri tekstil yakni Dicky Syahbandinata, eks Pemimpin Divisi Korporasi Bank BJB (2020), Zainuddin Mappa, eks Dirut Bank DKI (2020), Iwan Setiawan Lukminto, eks Dirut Sritex (2005-2022) serta Allan Moran Severino, Direktur Keuangan Sritex (2006-2023).
Lalu Babay Farid Wazadi, eks Direktur Kredit UMKM & Keuangan Bank DKI (2019-2022), Pramono Sigit, eks Direktur Teknologi Operasional Bank DKI (2015-2021), Yuddy Renaldi, Dirut Bank BJB (2019-2025) dan Benny Riswandi, SEVP Bisnis Bank BJB (2019-2023).
Selain itu masih ada Supriyatno, Dirut Bank Jateng (2014-2023), Pujiono, Direktur Bisnis Korporasi Bank Jateng (2017-2020) serta Suldiarta, Kepala Divisi Bisnis Korporasi Bank Jateng (2018–2020).
Penyidik menduga kuat bahwa proses pemberian kredit kepada Sritex dilakukan dengan melanggar prinsip kehati-hatian, serta disertai penyimpangan dalam penggunaan dana pinjaman.
Kejaksaan memastikan pengusutan terus berlanjut untuk menelusuri aliran dana dan kemungkinan keterlibatan pihak lain. Dengan angka kerugian yang fantastis dan melibatkan banyak tokoh strategis, kasus ini diperkirakan akan menjadi salah satu perkara korupsi terbesar di sektor perbankan dalam beberapa tahun terakhir. (ct)
155 Ribu Warga Binaan Dapat Remisi Lebaran, 1.162 Orang Langsung Bebas
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Sebanyak 155.908 warga binaan di seluruh Indonesia menerima remisi khusus Idul Fitri 1447 H/2026. Kebijakan ini ditegaskan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan sebagai bentuk penghargaan...
KPK Alihkan Penahanan Yaqut Jadi Tahanan Rumah Sejak 19 Maret
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi mengalihkan status penahanan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjadi tahanan rumah sejak Kamis (19/3/2026) malam. Juru Bicara...
Empat Oknum TNI Ditahan, Diduga Terlibat Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI menahan empat personel TNI yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Komandan Puspom TNI,...
KPK Bongkar Peran “Gus Alex” di Skandal Kuota Haji
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap peran penting Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex dalam kasus dugaan korupsi pengaturan kuota dan penyelenggaraan haji di...
BNN Musnahkan 34 Kg Narkoba, 147 Ribu Jiwa Disebut Terselamatkan
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Badan Narkotika Nasional memusnahkan sebanyak 34,21 kilogram barang bukti narkotika hasil pengungkapan sembilan kasus, yang disebut telah menyelamatkan sekitar 147.340 jiwa. Pelaksana Tugas...
Polisi Periksa Tujuh Saksi dan Analisis 86 CCTV Usut Teror Air Keras ke Aktivis Kontras
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Polisi terus mendalami kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Andrie Yunus. Hingga kini,...
Aktivis Disiram Air Keras, Prabowo Perintahkan Kapolri Usut Tuntas
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kasus penyiraman diduga air keras terhadap seorang aktivis HAM memicu perhatian serius pemerintah. Presiden Prabowo Subianto disebut langsung memerintahkan kepolisian untuk mengusut tuntas...
KPK Curiga ‘THR Pejabat’ Tak Cuma di Cilacap, Kepala Daerah Lain Diminta Hentikan Praktik Ini
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kasus dugaan “THR pejabat” di Cilacap membuka kotak pandora baru. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga praktik pemberian tunjangan hari raya dari kepala daerah...
Kunker Virtual, Jaksa Agung ST Burhanuddin Tekankan Penegakan Hukum Proaktif
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin menekankan pentingnya penegakan hukum yang proaktif, profesional, dan berintegritas kepada seluruh jajaran Kejaksaan Republik Indonesia menjelang Hari Raya...
Sembilan OTT KPK Sepanjang 2026, Tiga Kasus Terjadi Selama Ramadan
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan sembilan operasi tangkap tangan (OTT) sejak awal tahun 2026. Penangkapan Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, menjadi OTT...
KPK Sita Uang Tunai dalam OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah uang tunai dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, bersama 26 orang...
Menteri HAM Kutuk Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis Kontras, Desak Polisi Usut Tuntas
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Natalius Pigai selaku Menteri Hak Asasi Manusia mengutuk keras aksi penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban...

