Internasional

Thailand Usir Dubes Kamboja, Hubungan Diplomatik Memanas Imbas Insiden Ranjau

Tim Redaksi, Admin
Jumat, 25 Juli 2025 17:39 WIB
Thailand Usir Dubes Kamboja, Hubungan Diplomatik Memanas Imbas Insiden Ranjau
NEWSREAL.ID - PENJINAK RANJAU: Sejumlah personel militer dan tim penjinak bahan peledak Thailand bersiap melakukan operasi penyisiran ranjau darat di kawasan hutan perbatasan Thailand-Kamboja. Mereka dilengkapi dengan alat pendeteksi logam guna memastikan jalur aman dari sisa-sisa ranjau, Kamis (24/7). (Foto: AP)

NEWSREAL.ID, BANGKOK- Pemerintah Thailand mengambil langkah tegas dengan mengusir Duta Besar Kamboja dan menarik pulang Duta Besar Thailand dari Phnom Penh, menyusul dua insiden ledakan ranjau di wilayah perbatasan yang melukai sejumlah tentara Thailand.

Langkah itu diumumkan langsung oleh Perdana Menteri Sementara Thailand Phumtham Wechayachai pada Rabu (23/7), sebagai tanggapan atas jatuhnya korban jiwa di pihak militer Thailand akibat ledakan ranjau PMN-2 buatan Uni Soviet.

“Kami menarik Duta Besar Thailand di Kamboja dan mengusir Duta Besar Kamboja dari Thailand. Selanjutnya, kami akan mengkaji ulang tingkat hubungan diplomatik dengan Kamboja,” ujar Phumtham dalam pernyataan resminya.

Lima tentara Thailand dilaporkan terluka dalam insiden terakhir, dengan satu korban mengalami amputasi kaki akibat ledakan ranjau yang terjadi di area sengketa perbatasan Thailand-Kamboja. Insiden tersebut terjadi hanya delapan hari setelah kejadian serupa pada 16 Juli yang juga mencederai tiga personel militer Thailand.

Ladang Ranjau

Hasil inspeksi militer Thailand menemukan sejumlah ranjau PMN-2 baru yang ditanam di dalam wilayah Thailand, sekitar 50–100 meter dari patok perbatasan dengan Kamboja. Pihak militer meyakini ranjau tersebut dipasang dalam dua bulan terakhir.

“Temuan ini sangat serius dan memperlihatkan adanya pelanggaran kedaulatan,” ujar pejabat militer Thailand dalam pernyataan terpisah.

Pemerintah Thailand telah melayangkan protes resmi kepada Jepang, selaku ketua Konferensi Negara-Negara Pihak Konvensi Ottawa—perjanjian internasional yang melarang produksi, penyimpanan, dan penggunaan ranjau darat antipersonel.

Dalam laporannya, Thailand secara eksplisit menuduh Kamboja sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pemasangan ranjau di wilayahnya. Tuduhan tersebut kini memicu kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut antara kedua negara tetangga itu. (tb)

Berita Terbaru

Senyum Protokoler dan Pengawal Prancis Saat Foto Bersama Presiden Prabowo

PRANCIS,NEWSREAL.id – Ada momen hangat yang mewarnai akhir kunjungan resmi kenegaraan Presiden Prabowo Subianto di Paris, Republik Prancis. Bukan di ruang pertemuan ataupun forum resmi,...

Israel-Rusia Dituding Negara Pelaku Kekerasan Seksual, Masuk Daftar Hitam

NEW YORK, NEWSREAL.id – Sebuah informasi mencengangkan dunia internasional ! Berikut ini adalah salah satu kengerian negeri yang saat ini menjadi perbincangan publik yakni, Israel...

Presiden Prabowo dan Presiden Macron Bahas Kerja Sama Pertahanan hingga IEU-CEPA

PARIS.NEWSREAL.id –Presiden Prabowo Subianto, melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Prancis, Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, pada Kamis, 28 Mei 2026. Pertemuan berlangsung konstruktif...

Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Naik Lagi

JAKARTA,NEWSREAL.id– Amerika Serikat (AS) dan Iran tak juga akur. Di Selat Hormuz keduanya mengklaim saling serang. Hal ini tentu saja membaut perairan hangat kembali terjadi....

Diaspora Indonesia di Paris Rasakan Kehangatan Idul Adha Bersama Presiden Prabowo

PARIS,NEWSREAL.id – Suasana Iduladha 1447 Hijriah di Wisma Indonesia, Paris, Prancis, pada Rabu, 27 Mei 2026, terasa berbeda bagi warga negara Indonesia dan diaspora yang...

Dipenuhi Perasaan Haru, Diaspora Sambut Kepala Negara di Paris

PARIS,NEWSREAL.id – Ratusan warga negara Indonesia (WNI) telah menanti kedatangan Presiden Prabowo Subianto di Paris dengan penuh antusias. Mereka berkerumunan di hotel tempat Kepala Negara...

Israel Didesakan Bebaskan Reporter Indonesia, Ri Kecam Penyerbuan Global Sumud Flotilla

JAKARTA,NEWSREAL.id– Aksi milter yang dilakukan Israel dengan mencegat dan menangkap aktivis yang tergabung dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla menuai kecaman. Kementerian Luar Negeri...

Israel Tangkap 100 Wartawan, Satu Orang Jurnalis Indonesia

SIPRUS,NEWSREAL.id – Militer Israel melakukan tindakan represif menyatakan kapal-kapal Israel mulai melakukan intersepsi terhadap armada koalisi Global Sumud. Sebanyak 100 aktivis ditangkap, dan seorang di...

Khawatir Disadap, AS Buang Barang dari China Sebelum Naik Air Force One

JAKARTA,NEWSREAL.id – Khawatir sebagai alat mata-mata sejumlah barang dari China sengaja dibuang ke tong sampah sebelum menaiki Air Force One. Ulah ini dilakukan Presiden AS...

19 WNI Diamankan Otoritas Saudi Terkait Pelanggaran Hukum Haji

MAKKAH,NEWSREAL.id – Sebnayak 19 Warga Negara Indonesia (WNI) saat ini tengah diamankan oleh aparat keamanan Arab Saudi. Belasan WNI tersebut ditangkap atas dugaan berbagai pelanggaran...

Berbahasa Provokatif, Israel Kibarkan Bendera di Atas Rumah Sakit Indonesia di Gaza

GAZA, NEWSREAL.id – Perbuatan yang mendapatkan kecaman dilakukan oleh militer Israel baru-baru ini. Sejumlah tentara Israel mengibarkan spanduk di atas Rumah Sakit Indonesia dekat Jabalia...

Lancar, Tiga Kloter Perdana Jamaah Haji Indonesia Tiba di Madinah

MADINAH, NEWSREAL.id — Tiga kelompok terbang (kloter) perdana jamaah calon haji Indonesia tiba di Madinah pada Rabu, 22 April 2026 dengan tertib dan lancar. Mereka...

Leave a comment