Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ekonomi Bisnis

Utang Luar Negeri RI Capai Rp7.077 Triliun, BI Klaim Masih Aman

Tim Redaksi, Admin
Senin, 14 Juli 2025 13:16 WIB
Utang Luar Negeri RI Capai Rp7.077 Triliun, BI Klaim Masih Aman
NEWSREAL.ID - Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Di tengah dinamika ekonomi global yang tidak menentu, utang luar negeri (ULN) Indonesia terus bertambah dan kini mencapai Rp7.077,1 triliun atau setara 435,6 miliar dollar AS per Mei 2025.

Meski angkanya mencolok, Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa kondisi ULN nasional masih terkendali dan berada dalam kategori aman. Berdasarkan laporan BI yang dirilis Senin (14/7), pertumbuhan ULN secara tahunan (year-on-year/yoy) tercatat sebesar 6,8 persen. Angka ini melambat dibandingkan April 2025 yang sempat menyentuh 8,2 persen.

“Posisi ULN Indonesia pada Mei 2025 tercatat sebesar US$ 435,6 miliar ata secara tahunan tumbuh 6,8persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada April 2025 sebesar 8,2 persen,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, Senin (14/7).

Dijelaskan, ULN Indonesia terdiri dari dua komponen utama, yakni utang pemerintah dan utang swasta. Utang pemerintah menyumbang porsi terbesar dengan nilai 209,6 miliar dollar AS, tumbuh 9,8 persen (yoy).

Pertumbuhan ini terdorong oleh pembayaran jatuh tempo Surat Berharga Negara (SBN) internasional serta meningkatnya minat investor asing terhadap SBN domestik, seiring dengan keyakinan terhadap prospek ekonomi nasional.

Instrumen Pembiayaan

“Sebagai salah satu instrumen pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pemanfaatan ULN terus diarahkan pada program prioritas dalam mendukung stabilitas dan momentum pertumbuhan ekonomi dengan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan pengelolaan ULN,” tuturnya.

Dari sisi pemanfaatan, sebagian besar ULN pemerintah digunakan untuk mendukung sektor-sektor strategis seperti jasa kesehatan dan kegiatan sosial (22,3 persen), administrasi pemerintahan dan pertahanan (18,7 persen), jasa pendidikan (16,5 persen), konstruksi (12 persen), serta transportasi dan pergudangan (8,7 persen).

Sementara itu, ULN swasta tercatat sebesar 196,4 miliar dollar AS, namun mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,9 persen (yoy), lebih dalam dibanding bulan sebelumnya yang hanya minus 0,4 persen.

Meskipun terjadi peningkatan nilai ULN, BI menekankan bahwa kondisi utang Indonesia tetap solid. Rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) terjaga di level 30,6 persen dan sebagian besar merupakan utang jangka panjang yang mencapai 84,6 persen dari total ULN. (tb)

Berita Terbaru

Pertumbuhan Ekonomi Nasional Positif Tembus 5,61 Persen

JAKARTA,NEWSREAL.id – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang kini menunjukkan tren akselerasi. Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai...

Edy Kusnadi Resmi Jadi Calon Dirut Bank Kalbar, Ini Strateginya Perkuat Ekonomi di Kalbar

PONTIANAK,NEWSREAL.id – Bank Kalbar resmi menunjuk Edy Kusnadi sebagai Calon Direktur Utama (Dirut) melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 11 Februari 2026. Penunjukan ini...

Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun dan Serap 700 Ribu Lebih Tenaga Kerja

JAKARTA,NEWSREAL.id – Presiden Prabowo Subianto menerima laporan dari Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, terkait capaian realisasi investasi pada kuartal pertama tahun 2026. Dalam laporannya...

Reformasi Sektor Pertambangan Nasional, Bahlil Laporkan Penataan IUP ke Presiden

JAKARTA,newsreal.id – Langkah tegas pemerintah diambil pemerintah dalam penataan izin usaha pertambangan (IUP) di kawasan hutan. Hal ini menandai fase baru dalam reformasi sektor pertambangan...

Indonesia Buka Investasi Rusia untuk Infrastruktur Strategis Nasional

JAKARTA,newsreal.id – Pemerintah Indonesia membuka peluang bagi Rusia untuk memperkuat kerja sama investasi jangka panjang di sektor energi. Kerja sama tersebut tidak hanya mencakup pasokan...

Masyarakat Transportasi Soroti Krisis Energi, Saatnya Berubah ke Transportasi Massal

JAKARTA,newsreal.id – Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) melihat krisis energi global dijadikan momentum strategis untuk melakukan transformasi sistem transportasi nasional secara menyeluruh. MTI mendorong program peralihan...

Diluncurkan 17 Oktober 2023, Whoosh Catat 15 Juta Perjalanan Penumpang

JAKARTA, newsreal.id -Diluncurkan pada 17 Oktober 2023 hingga Selasa (14/4), Whoosh telah melayani lebih dari 15 juta perjalanan penumpang. Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) menandai pertumbuhan...

Peran Serta Masyarakat Bangun Dapur BGN Tinggi, Data Sebut Investasi Capai Rp54 triliun

BOGOR, newsreal.id – Partisipasi masyarakat dalam membantu pemerintah untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sangat tinggi. Hal ini didasarkan pada data yang dicatat Badan...

Penggemar Wisata, Rangkaian New Generation Hadir di KA Bangunkarta dan Singasari

JAKARTA,newsreal.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun berinovasi dalam layanan perkeretaapian. Mereka akan mengoperasikan rangkaian Stainless Steel New Generation (SSNG) yang...

Alarm bagi Pengusaha Rokok Indonesia, Menkeu Beri Tenggat Beralih Ilegal ke Legal

JAKARTA,newsreal.id – Informasi penting disampaikan pemerintah kepada para pengusaha rokok di Indonesia. Informasi ini disampaikan, agar para pengusaha rokok ini segera melengkapi diri izin usaha...

Bentuk Sistem Agroforestri Tradisional, Ini Modal yang Dimiliki Indonesia

NEWSREAL, Jakarta – Diskursus mengenai tanaman komoditas unggulan nasional dalam konteks perubahan iklim kerap terjebak pada simplifikasi sumber masalah atau bagian dari solusi. Dalam kenyataannya,...

KPK Ingatkan Kemenperin Waspadai Risiko Tata Kelola Investasi Rp6,74 Triliun

NEWSREAL.ID, JAKARTA- KPK mengingatkan Kementerian Perindustrian untuk mengantisipasi potensi risiko tata kelola dalam realisasi investasi sebesar Rp6,74 triliun di 175 kawasan industri sepanjang 2025. Kepala...

Leave a comment