Ekonomi Bisnis

Zulhas Ancam Tindak Tegas Mafia Beras Oplosan

Tim Redaksi, Admin
Minggu, 20 Juli 2025 11:57 WIB
Zulhas Ancam Tindak Tegas Mafia Beras Oplosan
NEWSREAL.ID - MENINJAU KESIAPAN KOPDES: Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan bersama Gubernur DIY Sri Sultan HB X meninjau kesiapan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kalurahan Sinduadi, Sleman pada Sabtu (19/7). (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, YOGYAKARTA- Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan pemerintah tak akan tinggal diam terhadap praktik kecurangan dalam distribusi beras, khususnya aksi pengoplosan yang merugikan rakyat.

Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah peluncuran lebih dari 80 ribu Koperasi Merah Putih yang akan menjadi garda depan pengawasan distribusi pangan di level desa dan kelurahan.

“Kalau ada yang merugikan rakyat, tindak tegas,” ujar Zulkifli Hasan saat meninjau Koperasi Merah Putih di Sinduadi, Mlati, Sleman, Sabtu (19/7).

Zulhas menyebut bahwa pengawasan di hilir akan diperkuat lewat pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP). Kedua model koperasi ini bukan hanya berfungsi sebagai pusat distribusi bahan pokok bersubsidi, tetapi juga akan menyalurkan berbagai program sosial pemerintah.

“Contohnya, harga beras Rp14.500, disubsidi jadi Rp12.500, tapi dijual lagi Rp13.500. Masih untung, tapi rakyat rugi. Nah, koperasi ini akan cegah praktik semacam itu,” jelasnya.

Peluncuran Kopdes

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meluncurkan secara resmi 80.068 koperasi tersebut di Klaten, Jawa Tengah, Senin (21/7). Peluncuran ini menjadi bagian dari program strategis nasional dalam rangka pemerataan ekonomi dan penguatan ketahanan pangan.

Zulhas menambahkan, koperasi-koperasi ini juga akan dijadikan mitra belanja dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Kita percepat, nanti belanja untuk MBG pun lewat Kopdes karena sudah ada di tiap kelurahan,” tambahnya.

Sementara itu, Kementerian Perdagangan terus melakukan penarikan beras bermerek dari pasar yang tidak memenuhi standar mutu. Dirjen PKTN Kemendag, Moga Simatupang, mengatakan pengawasan dilakukan sejak Maret-April 2025, dan produsen telah dipanggil serta diberi waktu maksimal 30 hari untuk menarik produk tidak sesuai.

“Surat teguran sudah dikirim, tembusannya ke Satgas Pangan. Bila tak ditindaklanjuti, akan ada sanksi lanjutan,” ujar Moga, menegaskan komitmen pemerintah menjaga keamanan dan mutu pangan.

Langkah ini juga sejalan dengan instruksi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, yang sebelumnya memberikan waktu satu minggu kepada perusahaan untuk menyesuaikan kualitas kemasan dan produk beras yang dijual di pasar. (tb)

Berita Terbaru

Logis 08: Penguatan Rupiah dan IHSG Dipengaruhi Tren Positif Pelaku Pasar yang Diinisiasi Sufmi Dasco

JAKARTA,NEWSREAL.id – Penguatan nilai tukar rupiah dan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir dinilai menjadi sinyal positif atas meningkatnya kepercayaan pelaku...

Rupiah Kian Dekati Rp 18.000, Begini Komitmen BI

JAKARTA,NEWSREAL.id – Bank Indonesia terus berkomitmen hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah,. Hal tersebut menjadi komitmen BI seperti yang disampaikan gubernurnya belum...

KSP Tegaskan Ucapan Presiden soal Dolar terkait Pemakaian Sumber Daya di Desa

JAKARTA, NEWSREAL.id – Pernyataan Presiden Prabowo terkait warga desa tidak menggunakan dolar AS karena ingin menyoroti bahwa masyarakat di desa menggunakan sumber daya lokal. Hal...

Kredibilitas BI Usai Rupiah Signifikan Melemah Dipertanyakan

JAKARTA,NEWSREAL.id – Anggota Komisi XI DPR RI Primus Yustisio menyoroti kinerja Bank Indonesia (BI) yang merespons pelemahan nilai tukar rupiah dan tekanan yang terjadi di...

Penandatanganan MoU Danantara-Hisense Disaksikan Prabowo di Kartanegara

JAKARTA,NEWSREAL.id– Presiden Prabowo Subianto menerima delegasi Hisense di kediamannya di Kertanegara, Jakarta, pada Jumat, 15 Mei 2025. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja...

Pertumbuhan Ekonomi Nasional Positif Tembus 5,61 Persen

JAKARTA,NEWSREAL.id – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang kini menunjukkan tren akselerasi. Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai...

Edy Kusnadi Resmi Jadi Calon Dirut Bank Kalbar, Ini Strateginya Perkuat Ekonomi di Kalbar

PONTIANAK,NEWSREAL.id – Bank Kalbar resmi menunjuk Edy Kusnadi sebagai Calon Direktur Utama (Dirut) melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 11 Februari 2026. Penunjukan ini...

Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun dan Serap 700 Ribu Lebih Tenaga Kerja

JAKARTA,NEWSREAL.id – Presiden Prabowo Subianto menerima laporan dari Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, terkait capaian realisasi investasi pada kuartal pertama tahun 2026. Dalam laporannya...

Reformasi Sektor Pertambangan Nasional, Bahlil Laporkan Penataan IUP ke Presiden

JAKARTA,newsreal.id – Langkah tegas pemerintah diambil pemerintah dalam penataan izin usaha pertambangan (IUP) di kawasan hutan. Hal ini menandai fase baru dalam reformasi sektor pertambangan...

Indonesia Buka Investasi Rusia untuk Infrastruktur Strategis Nasional

JAKARTA,newsreal.id – Pemerintah Indonesia membuka peluang bagi Rusia untuk memperkuat kerja sama investasi jangka panjang di sektor energi. Kerja sama tersebut tidak hanya mencakup pasokan...

Masyarakat Transportasi Soroti Krisis Energi, Saatnya Berubah ke Transportasi Massal

JAKARTA,newsreal.id – Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) melihat krisis energi global dijadikan momentum strategis untuk melakukan transformasi sistem transportasi nasional secara menyeluruh. MTI mendorong program peralihan...

Diluncurkan 17 Oktober 2023, Whoosh Catat 15 Juta Perjalanan Penumpang

JAKARTA, newsreal.id -Diluncurkan pada 17 Oktober 2023 hingga Selasa (14/4), Whoosh telah melayani lebih dari 15 juta perjalanan penumpang. Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) menandai pertumbuhan...

Leave a comment