Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ekonomi Bisnis

Buruh Tolak Rumus Kenaikan UMP 2026 Versi Kemnaker

Tim Redaksi, Newsreal.id
Kamis, 20 November 2025 17:29 WIB
Buruh Tolak Rumus Kenaikan UMP 2026 Versi Kemnaker
NEWSREAL.ID - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Polemik penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 mulai memanas. Kalangan buruh menolak keras formula perhitungan yang digunakan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), karena dianggap menghasilkan kenaikan yang terlalu kecil dan jauh dari kondisi riil pekerja.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menyebut rumus Kemnaker hanya menghasilkan kenaikan sekitar 3,75 persen, atau setara Rp 100 ribuan di sebagian besar daerah. Angka ini bahkan lebih rendah dibanding kenaikan UMP tahun sebelumnya.

“Dengan rumus Menaker, indeks tertentu 0,2, inflasi 2,65 persen, pertumbuhan ekonomi 5,12 persen, kenaikan upah minimum hanya 3,75 persen. Itu lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi,” ujarnya dalam konferensi pers daring.

Iqbal mencontohkan UMP Jawa Barat yang saat ini berada di kisaran Rp 2,2 juta. Jika hanya naik 3,75 persen, tambahan yang diterima pekerja hanya sekitar Rp 80 ribu. “Jahat benar negeri ini, Rp 80.000 naiknya,” tegasnya.

Bertolak Belakang

KSPI menilai formula Kemnaker tahun ini bertolak belakang dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto saat menghitung UMP 2025, yang menggunakan indeks lebih besar. “Presiden memberi indeks 0,8-0,9 tahun lalu. Kalau sekarang Menaker memberi 0,2-0,7, itu artinya melawan Presiden. Kalau nggak mau mendengarkan Presiden, ya mundur saja,” kata Iqbal.

Sebagai solusi kompromi, KSPI mengusulkan tiga opsi kenaikan UMP 2026, yakni kenaikan 6,5 persen, mengikuti formula tahun 2025 yang diputuskan Presiden Prabowo kenaikan 7,77 persen atau kenaikan 8,5 sampai 10,5 persen. Menurut KSPI, tiga opsi tersebut masih dalam batas rasional karena mempertimbangkan inflasi, pertumbuhan ekonomi, serta daya beli pekerja yang dinilai terus menurun. (tb)

Berita Terbaru

Respons Imbauan WFH, Golkar Usul Prioritas di Tiga Provinsi

NEWSREAL.ID, JAKARTA –Wacana kebijakan work from home (WFH) untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik Timur Tengah mendapat sorotan dari Partai Golkar. Mereka meminta...

Menkeu Rem Anggaran Baru K/L, APBN Dijaga Tetap Sehat

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengambil langkah tegas dengan membatasi pengajuan anggaran baru dari kementerian dan lembaga (K/L). Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga...

Prabowo Panggil Airlangga Cs ke Istana, Efisiensi Anggaran dan WFA Dibahas

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri ke Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (19/3/2026), untuk membahas langkah efisiensi pemerintah di tengah tekanan anggaran. Sejumlah pejabat...

Main Harga Pangan Jelang Lebaran? Siap-Siap Kena Pidana

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah memberi peringatan keras kepada pelaku usaha yang nekat memainkan harga pangan menjelang Lebaran 2026. Tak hanya sanksi administratif, ancaman pidana juga disiapkan...

Blusukan ke Beringharjo, Purbaya Bantah Pasar Tradisional ‘Mati Suri’

NEWSREAL.ID, YOGYAKARTA– Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa pasar tradisional di Indonesia tidak mati suri, setelah melihat langsung aktivitas perdagangan di Pasar Beringharjo dan...

Utang RI Tembus 434,7 Miliar Dolar AS, BI: Masih Terkendali

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada awal tahun 2026 tercatat masih dalam kondisi terkendali. Bank Indonesia (BI) mencatat total ULN Indonesia pada...

Eskalasi Perang AS-Iran Meningkat, Menkeu: APBN 2026 Masih Aman

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memang bikin ekonomi global ikut deg-degan. Tapi pemerintah Indonesia masih cukup santai. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa...

Volume Logistik Diprediksi Melonjak 30 Persen Selama Ramadan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ramadhan tak hanya membuat pasar dan dapur lebih sibuk. Sektor logistik nasional juga ikut “ngebut”. Distribusi barang diperkirakan melonjak hingga 30 persen, dipicu...

ATM Mulai Sepi, Warga RI Pindah ke Mobile Banking

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Mesin ATM di Indonesia perlahan mulai “ditinggalkan”. Bukan karena rusak, tapi karena masyarakat kini lebih nyaman bertransaksi lewat ponsel. Dari bayar tagihan sampai...

Menkeu: APBN Masih Tangguh Hadapi Badai Krisis Global

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia masih cukup kuat untuk menghadapi potensi krisis global, termasuk...

Timur Tengah Memanas, DPR Minta Pemerintah Percepat Kemandirian Energi

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan geopolitik global yang meningkat mendorong DPR RI mendesak pemerintah mempercepat program kemandirian energi nasional. Eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan...

Antisipasi Dampak Perang AS-Iran, Airlangga: Pasokan Energi RI Sudah Diamankan dari Luar Timur Tengah

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah Indonesia menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi gejolak pasokan energi akibat konflik global. Salah satunya dengan mengamankan sumber energi dari berbagai negara di...

Leave a comment