Nasional

Istana: Gelar Pahlawan Marsinah Tak Ada Kaitannya dengan Kasus Pembunuhan

Tim Redaksi, Admin
Senin, 10 November 2025 17:54 WIB
Istana: Gelar Pahlawan Marsinah Tak Ada Kaitannya dengan Kasus Pembunuhan
NEWSREAL.ID - MENCIUM FOTO: Kakak pejuang buruh Marsinah mencium foto adiknya seusai penganugerahan gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negar, Senin (10/11). (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah menegaskan penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah tak berkaitan dengan upaya membuka kembali penyelidikan kasus pembunuhan aktivis buruh itu pada 1993. Penghargaan tersebut murni diberikan atas keberanian dan keteladanan perjuangannya membela hak-hak pekerja.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan, keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah semata-mata didasarkan pada jasa dan nilai perjuangannya, bukan pada proses hukum kasus yang menimpa dirinya.

“Saya kira enggak ada hubungannya juga, ya. Kita melihat jasa-jasa dari para tokoh, terutama para pendahulu kita,” kata Prasetyo usai Upacara Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11).

Bentuk Penghormatan

Ia menekankan, penetapan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional merupakan bentuk penghormatan negara atas keberanian dan dedikasinya memperjuangkan keadilan bagi kaum buruh, bukan karena faktor kasus yang hingga kini masih menyisakan misteri.

“Penganugerahan ini melihat kontribusi dan keteladanan perjuangan beliau sebagai simbol keberanian buruh memperjuangkan keadilan,” ujarnya. Prasetyo juga mengajak masyarakat untuk meneladani semangat perjuangan Marsinah, sekaligus menatap masa depan dengan sikap positif.

“Mari kita melihat ke depan. Semua generasi punya masa, setiap masa ada orangnya, ada prestasi, ada kelebihan, dan ada kekurangan,” tambahnya. Marsinah dikenal sebagai buruh pabrik di PT Catur Putra Surya (CPS), Sidoarjo, Jawa Timur, yang aktif memperjuangkan hak-hak pekerja. Pada 1993, ia memimpin aksi mogok kerja menuntut kenaikan upah sesuai ketentuan pemerintah.

Tragedi terjadi pada 5 Mei 1993, ketika Marsinah terakhir terlihat mendatangi Kodim Sidoarjo untuk mencari rekan-rekannya yang ditahan. Tiga hari kemudian, 8 Mei 1993, jasadnya ditemukan di sebuah gubuk di Nganjuk dengan tanda-tanda kekerasan fisik dan seksual.

Kasus pembunuhan Marsinah sempat menarik perhatian dunia dan menjadi simbol perlawanan buruh terhadap ketidakadilan pada masa itu. Meski belum ada kejelasan hukum hingga kini, semangat perjuangannya tetap hidup dalam gerakan pekerja di Indonesia. (ct)

Berita Terbaru

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla

JAKARTA,NEWSREAL.ID – Pemerintah terus mengerahkan seluruh kekuatan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia. Melalui operasi darat hingga udara, upaya penanganan...

Pemerintah Gencarkan Gerakan Indonesia ASRI, Bedah Rumah Masyarakat TLDH

BOGOR,NEWSREAL.ID – Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus bagi masyarakat yang tidak mempunyai rumah layak huni. Dalam rapat terbatas bersama sejumlah menteri di Hambalang, Kabupaten...

1.000 Perwira TNI-Polri Dikerahkan Atasi Karhutla Sumatera

JAKARTA,NEWSREAL.ID – Sebanyak 1.000 perwira TNI dan Polri untuk diturunkan bersama jajaran di daerah untuk memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi...

Kemenkes Kirim 314 Nakes-logistik ke Respons Dampak Karhutla

JAKARTA,NEWSREAL.ID-Sebanyak 314 tenaga medis/tenaga kesehatan dan ratusan ribu logistik kesehatan ke tujuh provinsi terdampak kebakaran hutan dan lahan. Pengiriman ini dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk...

Presiden Prabowo Masuk Hutan Cek Lokasi Kebakaran di Limbung Kalbar

PONTIANAK,NEWSREAL.ID – Selepas melaksanakan rapat singkat di Posko Karhutla Pontianak, Presiden Prabowo Subianto bergegas melanjutkan agenda untuk mengecek langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan di...

Presiden Prabowo Terbang ke Kalimantan Pimpin Langsung Penanganan Karhutla

JAKARTA,NEWSREAL.ID – Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Kalimantan pada Sabtu pagi, 22 Agustus 2026. Kepala Negara akan meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus...

Kapolda NTT dan Ketua Bhayangkari Hadirkan Kepedulian di Tengah Pengungsi Gempa di Gelora Samador Maumere

MAUMERE,NEWSREAL.ID — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi Flores terus ditunjukkan jajaran Polda NTT. Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., bersama Ketua...

100 Penyandang Disabilitas Semringah Masuk Istana Agung, Foto Bareng Tamu Penting dan Lihat Museum

YOGYAKARTA,Newsreal.id-Sebanyak 100-an siswa beserta pendamping dari sekolah luar biasa (SLB) di wilayah Yogyakarta tak melewatkan kesempatan langka masuk Istana Kepresidenan Yogyakarta atau Gedung Agung, Rabu...

Dukung MBG, Kadin Apresiasi Kepemimpinan Presiden Prabowo yang Visioner

JAKARAT,NEWSREAL.id – Kalangan dunia usaha mengapresiasi agenda transformasi yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri...

Menag Usulkan Strategis terkait MBG, Ini Masukannya

JAKARTA,NEWSREAL.id- Kementerian Agama memberikan sejumlah usulan terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar menyampaikan tiga usulan strategis dalam rangka peningkatan...

Diah Warih: Sudaryono Jadi Dirigen Handal untuk BGN

Jakarta,NEWSREAL.com-Diah Warih Anjari, pendiri Diwa Foundatioan, beri apresiasi atas pelantikan Dr. Sudaryono, B.Eng.,M., MBA menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Dewan Pembina Nasional (DPN) Tani...

Kebijakan Prabowo: Indonesia Terbuka bagi Investor Dunia, Kepentingan Nasional Tetap Prioritas

JAKARTA,TAPALBATAS.co-Presiden Prabowo Subianto menegaskan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang tetap terbuka terhadap seluruh negara untuk menjalin kerja sama. Namun, ia menekankan setiap kemitraan harus...

Leave a comment