
NEWSREAL.ID, SURABAYA– Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah mengkritik keras wacana evaluasi pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung yang mengarah pada pengembalian mekanisme pemilihan melalui DPRD. Ia menilai gagasan tersebut berpotensi menarik mundur kualitas demokrasi Indonesia yang selama ini terus berkembang.
“Hati-hati. Kita sudah begitu maju. Jangan sampai tiba-tiba ditarik mundur lagi ke belakang,” ujar Said usai Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) Serentak PDIP Jawa Timur di Hotel Shangri-La Surabaya, Minggu (21/12/2025).
Baca juga: Golkar Sepakat Pilkada Lewat DPRD, Dukung Usulan Cak Imin
Menurut Said, pilkada langsung merupakan bagian dari proses pendewasaan demokrasi yang telah berjalan sejak 2005. Karena itu, wacana pengembalian pilkada tak langsung perlu dikaji secara sangat mendalam agar tidak mengorbankan esensi demokrasi yang lebih substantif.
“Kita ini ingin demokrasi yang semakin maju. Pertanyaannya, apakah kita mau bergerak ke arah demokrasi yang substantif, atau justru kembali ke demokrasi yang sekadar prosedural,” katanya.
Biaya Politik
Said juga menanggapi alasan mahalnya biaya politik yang kerap dijadikan dasar kritik terhadap pilkada langsung. Ia mempertanyakan anggapan bahwa pemilihan kepala daerah melalui DPRD akan lebih murah dan bebas dari persoalan serupa.
“Jangan serta-merta mengatakan pilkada langsung itu berbiaya tinggi. Apakah melalui DPRD pasti tidak berbiaya tinggi? Jangan-jangan persoalannya sama,” ujar Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI tersebut.
Menurutnya, persoalan utama demokrasi tidak terletak pada mekanisme pemilihan kepala daerah, melainkan pada kualitas pendidikan politik yang dijalankan partai politik kepada masyarakat. Ia menilai partai politik memiliki tanggung jawab besar untuk mengedukasi pemilih agar menolak praktik politik uang.
Baca juga: PDIP Pelajari Usulan Pilkada via DPRD, Sikap Final Dibahas Awal Tahun
“Problem utamanya bukan pada sistem pilkada langsung atau tidak langsung, tetapi bagaimana partai politik memberikan pendidikan politik kepada masyarakat bahwa politik uang itu buruk bagi kehidupan bersama,” tegas Said.
Pernyataan Said muncul menyusul pandangan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar yang menilai pilkada langsung tidak produktif dan kurang efektif.
Muhaimin menyatakan PKB akan mengevaluasi pelaksanaan pilkada langsung yang telah berlangsung hampir dua dekade. “Pilkada langsung tidak produktif dan banyak sistem demokrasi yang tidak efektif. Ini perlu dievaluasi,” kata Muhaimin saat membuka Musyawarah Wilayah PKB Jawa Timur di Surabaya, Jumat (19/12/2025).
Muhaimin menambahkan, wacana evaluasi tersebut bukan hanya pandangan PKB semata, melainkan juga menjadi kesadaran di kalangan partai politik lain sebagai bagian dari upaya perbaikan sistem demokrasi nasional. (tb)
Marahnya JK, Hingga Sebut-sebut Termul
JAKARTA, newsreal.id – Nada tinggi Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) terdengar di hadapan wartawan saat jumpa pers di kediamannya, Jakarta...
MBG Berdampak baik bagi Ekonomi Masyarakat, Ini Penilaian Gubernur Lemhanas
JAKARTA,newsreal.id – Program makan bergizi gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah menuai reaksi pro dan kontra. Seperti yang disampaikan oleh Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Ace...
PDIP Desak PBB Lebih Tegas ke Israel Usai Delapan Prajurit TNI Jadi Korban di Lebanon
NEWSREAL.ID, JAKARTA- PDI Perjuangan (PDIP) menilai insiden yang menimpa delapan prajurit TNI di Lebanon harus menjadi momentum bagi PBB untuk bersikap lebih tegas terhadap Israel....
DPR Dorong Perlindungan Pekerja Kreatif, Kasus Amsal Jadi Sorotan
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Anggota Komisi VII DPR RI, Siti Mukaromah mendorong kementerian-kementerian strategis untuk berkolaborasi dalam memberikan perlindungan bagi pekerja kreatif, menyusul kasus yang menimpa videografer...
Andrie Yunus Masih Dirawat Intensif, Kontras: Kondisi Belum Stabil
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketua Badan Pengurus Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Indria Fernida, mengungkapkan kondisi Andrie Yunus yang menjadi korban penyiraman air...
DPR Usul Pelanggaran THR Dijerat Pidana, Bukan Sekadar Sanksi Administratif
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mendorong pelanggaran pembayaran tunjangan hari raya (THR) oleh perusahaan agar dipertimbangkan masuk ranah pidana, tidak lagi...
Prabowo-Megawati Bertemu Dua Jam di Istana, Bahas Isu Strategis hingga Geopolitik
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di Istana Merdeka, Kamis (19/3). Pertemuan yang berlangsung lebih dari dua jam itu...
PKS Jateng Buka Sembilan Posko Mudik
NEWSREAL.ID, SEMARANG- PKS Jawa Tengah menyiapkan sembilan posko mudik Lebaran 2026 yang tersebar di sejumlah titik strategis. Posko ini disiapkan buat bantu pemudik yang melintas...
Megawati Pilih DPP PDIP untuk Open House Lebaran
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, akan menggelar open house Lebaran Idulfitri tahun ini di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta. Baca Juga Megawati...
Kasus Bupati Cilacap, Cak Imin Ingatkan Kepala Daerah PKB: Jangan Dekati Korupsi
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kasus korupsi yang menjerat Bupati Cilacap menjadi peringatan keras di internal Partai Kebangkitan Bangsa. Ketua Umum PKB Cak Imin meminta seluruh kepala daerah...
RUU Hak Cipta Disiapkan DPR, Karya Jurnalistik Bakal Punya Royalti
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Karya jurnalistik tak lagi bisa sembarangan disadur atau disebarluaskan tanpa izin. DPR tengah menyiapkan revisi Undang-Undang Hak Cipta yang bakal memberi perlindungan sekaligus...
Haji 2026 Ditunda karena Perang? DPR: Belum Ada Pengumuman dari Arab Saudi
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kabar soal kemungkinan ibadah haji 2026 ditunda gara-gara situasi panas di Timur Tengah sempat bikin banyak calon jemaah deg-degan. Tapi sampai sekarang, pemerintah...

