
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Rencana pemerintah menerapkan sistem kerja dari rumah (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) menuai kritik. Politikus PDIP, Deddy Sitorus, mempertanyakan efektivitas kebijakan tersebut jika tidak disertai pengawasan ketat.
Ia bahkan menyinggung potensi penyalahgunaan, mulai dari penurunan produktivitas hingga ASN yang justru memanfaatkan waktu untuk aktivitas di luar pekerjaan. Wacana penerapan work from home (WFH) bagi ASN yang digulirkan pemerintah sebagai langkah penghematan bahan bakar minyak (BBM) mendapat respons kritis dari parlemen.
Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Deddy Sitorus, menilai kebijakan tersebut berpotensi tidak efektif jika tidak diiringi sistem pengawasan yang jelas dan terukur. Menurut Deddy, tujuan utama WFH untuk menekan konsumsi BBM bisa meleset apabila ASN tidak benar-benar menjalankan tugasnya dari rumah.
Ia menyoroti potensi moral hazard, di mana ASN justru memanfaatkan fleksibilitas kerja untuk aktivitas pribadi di luar pekerjaan. “Bagaimana memastikan ASN bekerja dan bukannya jalan-jalan?” ujarnya. Deddy menegaskan bahwa penerapan WFH tidak bisa dilakukan secara seragam untuk seluruh ASN.
Ia menyarankan agar kebijakan tersebut hanya diterapkan pada pegawai non-esensial yang tidak berkaitan langsung dengan pelayanan publik. Hal ini penting agar kualitas layanan pemerintah kepada masyarakat tetap terjaga. Jika tidak diatur dengan baik, WFH justru berisiko mengganggu pelayanan publik yang membutuhkan kehadiran fisik pegawai.
Pengawasan Internal
Selain itu, ia menilai keberhasilan sistem kerja jarak jauh sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur dan mekanisme pengawasan internal. Tanpa standar operasional prosedur (SOP) yang jelas serta dukungan teknologi yang memadai, efektivitas WFH akan sulit dicapai.
Deddy juga mengusulkan agar ASN yang menjalankan WFH wajib terhubung secara daring selama jam kerja. Dengan demikian, atasan dapat memantau aktivitas dan kinerja bawahan secara real time. “Harus ada sistem yang memastikan ASN tetap online dan produktif selama jam kerja,” tegasnya.
Wacana WFH bagi ASN sendiri sebelumnya mencuat dalam rapat kabinet yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto pada 13 Maret 2026 di Istana Negara. Dalam rapat tersebut, pemerintah mempertimbangkan skema kerja fleksibel sebagai bagian dari strategi efisiensi energi di tengah tekanan global.
Presiden Prabowo menilai pengalaman Indonesia saat menghadapi pandemi Covid-19 menunjukkan bahwa sistem kerja dari rumah dapat berjalan efektif dan mampu menghemat konsumsi BBM secara signifikan. Ia meminta jajaran menteri untuk mengkaji lebih lanjut skema penerapan WFH, termasuk jumlah hari dan sektor yang memungkinkan untuk menerapkan kebijakan tersebut. (tb)
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 27 Mei 2026
JAKARTA,NEWSREAL.id – Pemerintah menetapkan 1 Zulhijah 1447 Hijriah bertepatan dengan 18 Mei 2026. Dengan demikian, Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M jatuh pada Rabu,...
Pimpin Ratas, Prabowo Bahas Aspirasi Pekerja hingga Peran Kampus untuk Bangun Daerah
JAKARTA, NEWSREAL id -Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah anggota Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Kabupaten, Jawa Barat, pada Sabtu, 2...
Kecelakaan Maut KA Argo Bromo vs KRL di Bekasi Diusut Kepolisian
JAKARTA,NEWSREAL.id – Kepolisian mengusut kecelakaan tragis yang melibatkan taksi Green SM, KRL, dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Kota Bekasi. Peristiwa pilu kecelakaan...
Bertemu Sultan HB X, Diwa Foundation Paparkan Rencana Kegiatan Kebangsaan Bersama KND RI
YOGYAKARTA,NEWSREAL.id – Kota Yogyakarta dipilih Komisi Nasional Disabilitas RI bersama Diwa Foundation dalam menggelar berbagai kegiatan akbar dan sosial menjelang Peringatan Hari Lahir Pancasila dan...
Dikecam, Pemasangan Spanduk “Rising Lion” di atas reruntuhan Rumah Sakit Indonesia Gaza
JAKARTA,NEWSREAL.id – Kementerian Luar Negeri RI mengecam keras tindakan dan propaganda militer di atas reruntuhan rumah sakit Gaza Palestina. Dalam siaran persnya, Kemlu menyatakan prihatin...
Keberangkatan Perdana, Menhaj Lepas 391 Jamaah Embarkasi Jakarta-Pondok Gede
JAKARTA,NEWSREAL.id — Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, secara resmi melepas keberangkatan kloter pertama calon jamaah haji Indonesia tahun 1447 H/2026 M...
Kemenhaj dan Polri Berantas Haji Ilegal hingga ke Daerah
JAKARTA, NEWSREAL.id – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menggandeng Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk meningkatkan pengawasan serta menekan praktik haji nonprosedural yang kerap merugikan...
Diluncurkan Kemendes, CSR ISSF Peningkatan Ekonomi Desa
JAKARTA,NEWSREAL.id – Kemampuan ekonomi pedesaan diharapkan terus meningkat. Hal ini menjadi salah satu program yang ditelurkan Kementerian Desa (Kemendes). Seperti yang diluncurkan baru-baru ini yakni...
Kapal Gamsunoro Disewa Pihak Ketiga, Pertamina Kompetitif 4.090 Pelaut Indonesia Jadi Tulang Punggung
JAKARTA, NEWSREAL.id – PT Pertamina (Persero) memberikan pernyataan terkait informasi yang menyebar di media massa terkait kapal tanker GMT Gamsunoro yang diawaki bukan warga negara...
Bikin Begidik ! 7 Ton Ikan Sapu-sapu Ditangkap Lalu Dikubur di Jakarta, Kenapa ?
JAKARTA,newsreal.id – Merinding bila mendengar atau melihat langsung, ikan sekitar 6,98 ton jenis ikan sapu-sapu ditangkap di berbagai lokasi di Jakarta. Lalu dikumpulkan hampir secara...
Retret Ketua DPRD Seluruh Indonesia, Presiden Prabowo : Kita semua di tenda ini adalah patriot
MAGELANG,newsreal.id – Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi terhadap peserta Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) seluruh Indonesia yang digelar di...
Olahraga Renang Jadi Favorit Presiden Prabowo Sebelum Kunjungan Kerja ke Magelang
JAKARAT,newsreal.id – Presiden Prabowo Subianto memulai aktivitasnya pada Sabtu pagi, 18 April 2026, dengan menjalankan rutinitas olahraga di kediaman pribadinya di Hambalang, Jawa Barat. Kegiatan...

