
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa kebijakan work from home (WFH) telah diputuskan oleh pemerintah dan akan segera diumumkan dalam waktu dekat. Meski begitu, ia menegaskan bahwa bukan dirinya yang akan menyampaikan keputusan tersebut kepada publik.
“Sudah diputuskan, nanti diumumkan. Bukan saya yang ngomong, nanti Pak Menko Perekonomian,” ujar Purbaya di Jakarta, Rabu (25/3/2026). Pernyataan tersebut mengarah pada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang disebut akan menjadi pihak resmi yang mengumumkan kebijakan WFH tersebut.
Terkait tujuan kebijakan, pemerintah sebelumnya menargetkan WFH dapat menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) hingga 20 persen. Namun, Purbaya menilai dampak kebijakan ini tidak bisa dilihat secara sederhana hanya dari sisi penghematan energi.
Menurutnya, ada potensi efek berantai yang justru menguntungkan perekonomian. Aktivitas ekonomi yang meningkat bisa mendorong pertumbuhan bisnis, konsumsi masyarakat, hingga berdampak pada kenaikan penerimaan pajak negara.
“Hemat BBM mungkin iya, tapi kalau ekonomi aktif, bisnis naik cepat, konsumsi naik, pajak juga ikut naik. Itu kan tetap menguntungkan,” jelasnya. Sebagai Bendahara Negara, Purbaya menekankan bahwa pemerintah menggunakan pendekatan menyeluruh dalam menghitung dampak kebijakan. Artinya, keuntungan dan kerugian tidak dilihat secara parsial, melainkan dari keseluruhan efek terhadap ekonomi nasional.
Pemilihan Hari
Salah satu skema yang sempat disampaikan adalah penerapan WFH pada hari Jumat. Menurut Purbaya, pemilihan hari tersebut bukan tanpa alasan. Jumat dinilai sebagai hari kerja dengan durasi paling pendek, sehingga potensi penurunan produktivitas dianggap paling kecil.
“Kalau diliburkan, dipilih yang dampaknya paling kecil ke produktivitas. Jumat kan jam kerjanya paling pendek,” tambahnya. Meski keputusan sudah diambil, masih ada sejumlah hal teknis yang belum sepenuhnya jelas, terutama terkait penerapan di sektor swasta.
Purbaya mengaku belum bisa memastikan apakah kebijakan WFH nantinya bersifat wajib atau hanya berupa imbauan bagi perusahaan. Ia juga menegaskan bahwa tidak semua sektor dapat menerapkan kebijakan ini, terutama sektor industri seperti pabrik yang membutuhkan kehadiran fisik pekerja.
“Yang jelas pabrik-pabrik itu tidak ikut. Swasta wajib atau tidak, mungkin imbauan. Pemerintahan wajib,” ujarnya. Kebijakan WFH ini menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam merespons berbagai dinamika ekonomi, termasuk upaya efisiensi energi di tengah tekanan global terhadap harga minyak.
Selain itu, fleksibilitas kerja juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap keseimbangan produktivitas dan mobilitas masyarakat. Dengan keputusan yang sudah final, publik kini tinggal menunggu pengumuman resmi dari pemerintah. Apakah skemanya wajib, sebagian, atau hanya imbauan, yang jelas, pola kerja di Indonesia bersiap memasuki babak baru. (tb)
Resmi Dilantik! Ini 7 Wajah Baru Pengisi Kursi Dewan Komisioner OJK
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Sebanyak tujuh anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi dilantik usai mengucapkan sumpah jabatan di Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA), Rabu (25/3/2026)....
Garuda Indonesia Tekor Rp5,4 Triliun Sepanjang 2025
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Maskapai pelat merah Garuda Indonesia kembali mencatat kinerja keuangan negatif sepanjang 2025. Perusahaan membukukan rugi bersih sebesar 319,39 juta dollar AS atau setara...
BBM Asia Tenggara Naik Serentak Imbas Perang Iran, RI Masih Bertahan
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Lonjakan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah mulai berdampak luas ke kawasan Asia Tenggara. Sejumlah negara kompak menaikkan harga bahan bakar...
Respons Imbauan WFH, Golkar Usul Prioritas di Tiga Provinsi
NEWSREAL.ID, JAKARTA –Wacana kebijakan work from home (WFH) untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik Timur Tengah mendapat sorotan dari Partai Golkar. Mereka meminta...
Menkeu Rem Anggaran Baru K/L, APBN Dijaga Tetap Sehat
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengambil langkah tegas dengan membatasi pengajuan anggaran baru dari kementerian dan lembaga (K/L). Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga...
Prabowo Panggil Airlangga Cs ke Istana, Efisiensi Anggaran dan WFA Dibahas
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri ke Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (19/3/2026), untuk membahas langkah efisiensi pemerintah di tengah tekanan anggaran. Sejumlah pejabat...
Main Harga Pangan Jelang Lebaran? Siap-Siap Kena Pidana
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah memberi peringatan keras kepada pelaku usaha yang nekat memainkan harga pangan menjelang Lebaran 2026. Tak hanya sanksi administratif, ancaman pidana juga disiapkan...
Blusukan ke Beringharjo, Purbaya Bantah Pasar Tradisional ‘Mati Suri’
NEWSREAL.ID, YOGYAKARTA– Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa pasar tradisional di Indonesia tidak mati suri, setelah melihat langsung aktivitas perdagangan di Pasar Beringharjo dan...
Utang RI Tembus 434,7 Miliar Dolar AS, BI: Masih Terkendali
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada awal tahun 2026 tercatat masih dalam kondisi terkendali. Bank Indonesia (BI) mencatat total ULN Indonesia pada...
Eskalasi Perang AS-Iran Meningkat, Menkeu: APBN 2026 Masih Aman
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memang bikin ekonomi global ikut deg-degan. Tapi pemerintah Indonesia masih cukup santai. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa...
Volume Logistik Diprediksi Melonjak 30 Persen Selama Ramadan
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ramadhan tak hanya membuat pasar dan dapur lebih sibuk. Sektor logistik nasional juga ikut “ngebut”. Distribusi barang diperkirakan melonjak hingga 30 persen, dipicu...
ATM Mulai Sepi, Warga RI Pindah ke Mobile Banking
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Mesin ATM di Indonesia perlahan mulai “ditinggalkan”. Bukan karena rusak, tapi karena masyarakat kini lebih nyaman bertransaksi lewat ponsel. Dari bayar tagihan sampai...

