NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian menegaskan, penerapan work from home (WFH) tidak akan mengganggu layanan esensial di daerah.
Pemerintah pusat bahkan akan melakukan sosialisasi khusus kepada pemerintah daerah agar pelaksanaan kebijakan ini tetap berjalan optimal. Menurut Tito, skema WFH bukan hal baru bagi pemerintah.
Pengalaman saat pandemi Covid-19 menjadi bukti bahwa sistem kerja fleksibel tersebut pernah diterapkan dan berjalan cukup baik. “Tidak ada masalah. Pemda juga sudah punya pengalaman. Hanya saja, karena ada kepala daerah baru, nanti akan kita jelaskan lagi,” ujar Tito usai konferensi pers di Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Ia menegaskan, sektor-sektor vital tidak boleh terpengaruh oleh kebijakan ini. Layanan seperti transportasi umum, penanganan darurat, rumah sakit, hingga kebersihan lingkungan wajib tetap beroperasi penuh.
“Hal-hal yang esensial seperti angkutan, layanan emergensi, rumah sakit, kebersihan harus tetap jalan,” tegasnya. Lebih lanjut, Tito mengungkapkan bahwa wacana penerapan WFH sebelumnya telah dibahas bersama sejumlah kementerian dan lembaga.
Namun, keputusan final masih menunggu laporan resmi kepada Presiden Prabowo Subianto. Salah satu skema yang mengemuka adalah penerapan WFH selama satu hari dalam sepekan.
Meski demikian, hari pelaksanaannya belum dipastikan dan masih menunggu keputusan tingkat pusat. “Tapi hari apa yang akan diambil, nanti diputuskan. Hasil rapat akan dilaporkan dulu ke Presiden,” jelas Tito.
Strategi Penghematan
Sebelumnya, pemerintah menggulirkan rencana WFH pasca-Lebaran sebagai bagian dari strategi penghematan energi, khususnya di tengah kenaikan harga minyak dunia. Kebijakan ini diharapkan dapat menekan mobilitas harian masyarakat dan berdampak pada efisiensi konsumsi bahan bakar.
Rencana tersebut juga telah disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, yang menyebutkan bahwa kebijakan WFH akan berlaku bagi aparatur sipil negara (ASN) dan diimbau untuk diikuti sektor swasta.
Meski arah kebijakan sudah mulai terlihat, pemerintah tetap berhati-hati dalam implementasinya, terutama untuk memastikan tidak ada gangguan pada pelayanan publik. Koordinasi antara pusat dan daerah menjadi kunci agar fleksibilitas kerja bisa berjalan seiring dengan kualitas layanan kepada masyarakat.
Dengan pengalaman sebelumnya dan persiapan yang matang, pemerintah optimistis skema WFH bisa diterapkan tanpa mengorbankan pelayanan esensial. Artinya, meski sebagian ASN nanti bekerja dari rumah, layanan publik tetap harus “on” seperti biasa, tidak ada alasan untuk ikut offline. (tb)
Prabowo: KDKMP Jadi Pusat Pelayanan Ekonomi Desa yang Terintegrasi
JAKARTA,NEWSREAL.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat sekaligus mempercepat...
Belum Putuskan Pengganti Febrie, Istana Tunggu Usulan Jaksa Agung
JAKARTA,NEWSREAL.id– Soal pengganti Febrie Adriansyah, pemerintah menunggu usulan resmi dari Jaksa Agung ST Burhanuddin. Hingga saat ini, Presiden Prabowo Subianto belum dapat menerbitkan keputusan pengangkatan...
Bupati Sukoharjo Jadi Tersangka KPK, Ini Respons Gubernur Jateng Ahmad Luthfi
BATANG, NEWSREAL.id – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Sukoharjo tetap berjalan normal meski Bupati Sukoharjo Etik Suryani telah...
Instruksi Prabowo, Aparatur Negara Introspeksi dan Pemerintahan Harus Bersih dari Korupsi
JAKARTA,NEWSREAL.id – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh aparatur negara untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki kinerja demi mewujudkan pemerintahan yang bersih, berintegritas, serta berpihak kepada kepentingan...
Rachmat Gobel Meninggal Dunia, Indonesia Kehilangan Tokoh Pengusaha dan Politikus Nasional
JAKARTA, NEWSREAL.id– Indonesia berduka atas wafatnya pengusaha nasional sekaligus politikus Partai NasDem, Rachmat Gobel, yang meninggal dunia pada Jumat (10/7/2026) pukul 03.20 WIB di Jakarta....
Berantas Penangkapan Ikan Ilegal, KKP Tambah 10 Kapal Patroli di Laut Natuna Utara
JAKARTA, NEWSREAL.id– Pemerintah terus memperkuat pengamanan di Laut Natuna Utara dengan menambah armada kapal pengawas dan meningkatkan infrastruktur pengawasan guna mengantisipasi maraknya praktik penangkapan ikan...
Soal OTT Bupati Sukoharjo, KPK Ungkap Dugaan soal Kasus Pemerasan
JAKARTA, NEWSREAL.id– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya mengungkap konstruksi awal operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Sukoharjo, Etik Suryani. KPK sebut OTT tersebut berkaitan...
Gugun Gumilar: Indonesia Emas 2045 Memerlukan Pemuda yang Mampu Merawat Kerukunan
MANADO,NEWSREAL.id– Staf Khusus Menteri Agama RI, H. Gugun Gumilar, M.A., Ph.D., menegaskan bahwa keberhasilan Peta Jalan Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh kualitas generasi muda...
Berantas Korupsi, Diwa : Sinergitas TNI/Polri, Kejaksaan Dijaga demi Bangsa
JAKARTA, NEWSREAL.id– Pendiri DIWA Foundation, Diah Warih Anjari, mendorong sinergitas TNI, Polri dan Kejaksaan, untuk memberantas korupsi di Indonesia. Pernyataan itu muncul setelah Diwa, sapaan...
Prabowo dan PM Modi di Prambanan, Sapa Umat Hindu hingga Tinjau Pemugaran Candi
YOGYAKARTA, NEWSREAL.id – Keakraban Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi terlihat dalam rangkaian kunjungan bersama di kawasan Candi Prambanan, Rabu (8/7/2026)....
Lindungi Peternak, Pemerintah Tetapkan Harga Acuan Ayam dan Telur Per 15 Juli
JAYAPURA, NEWSREAL.id – Pemerintah memperkuat perlindungan terhadap peternak rakyat dengan menetapkan harga acuan baru untuk ayam pedaging hidup (live bird) dan telur ayam ras. Kebijakan...
BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem dan Gelombang Tinggi bagi Warga Pesisir
JAKARTA, NEWSREAL.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal dan beraktivitas di kawasan pesisir, untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi gelombang...
