
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan mengumumkan perkembangan krusial dalam penyidikan kasus dugaan korupsi kuota haji 2023-2024 pada Senin, 30 Maret 2026. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu menyebut, pihaknya telah mencatat kemajuan signifikan dalam penanganan perkara tersebut.
Namun, detail perkembangan itu belum dapat diungkap ke publik saat ini. “Sudah ada progres yang sangat bagus, nanti akan kami sampaikan hari Senin,” ujar Asep di Jakarta, Kamis (26/3/2026). Asep juga belum memastikan apakah perkembangan itu berkaitan dengan penetapan tersangka baru. Ia meminta masyarakat menunggu pengumuman resmi pekan depan, setelah aktivitas Lebaran kembali normal.
Menurutnya, sorotan publik terhadap kasus ini justru mempercepat proses penyidikan. Termasuk kritik terkait penanganan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang sebelumnya memicu polemik. “Dukungan dan perhatian masyarakat sangat membantu percepatan penanganan perkara ini,” katanya.
Dalam konstruksi perkara, Yaqut bersama staf khususnya, Ishfah Abidal Aziz, telah ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya diduga terlibat dalam praktik pengaturan kuota haji tambahan yang menyimpang dari aturan. Kasus ini berkaitan dengan pembagian kuota tambahan dari Pemerintah Arab Saudi pada 2023 dan 2024.
Pada 2023, tambahan 8.000 kuota awalnya disepakati mayoritas untuk haji reguler. Namun, diduga terjadi praktik “jual-beli” kuota haji khusus dengan fee hingga US$5.000 per jemaah. Sementara pada 2024, kuota tambahan 20.000 yang semula dirancang untuk memangkas antrean panjang, diduga diubah skemanya menjadi pembagian 50:50 antara reguler dan khusus, bertentangan dengan aturan yang berlaku.
Fee Percepatan
KPK juga mengungkap adanya dugaan pungutan fee percepatan keberangkatan (T0/TX) yang dibebankan kepada jemaah melalui Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Nilainya bervariasi, mulai dari 2.000 dollar AS hingga 5.000 dollar AS per orang.
Selain itu, sejumlah pihak lain turut disebut dalam pusaran kasus, termasuk pejabat di Kementerian Agama dan pihak swasta seperti Fuad Hasan Masyhur. KPK menduga sebagian dana hasil pungutan tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi serta upaya “pengkondisian” pihak tertentu, termasuk terkait wacana pembentukan pansus haji di DPR.
Meski sempat ada perintah pengembalian dana kepada asosiasi travel, penyidik menyebut tidak semua uang dikembalikan. Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut pelayanan ibadah publik sekaligus dugaan praktik korupsi yang membebani calon jemaah.
Pengumuman KPK pekan depan dinilai akan menjadi titik penting dalam mengungkap lebih jauh aktor dan aliran dana dalam skandal ini. (tb)
Dalam Sejarah Dugaan Penyadapan Terungkap, Ketum G-Nesia: Jangan Korbankan Kepercayaan Publik Terhadap Polri
JAKARTA,NEWSREAL.ID – Ketua Umum Gen Emas Indonesia (G-Nesia), Diah Warih Anjari atau yang akrab disapa Diwa, menilai pengungkapan kasus dugaan penyadapan ilegal yang menyeret sejumlah...
Diusulkan, TGPF soal penggeledahan Ponpes Sukoharjo
JAKARTA,NEWSREAL.ID– Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengusulkan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen untuk mencari titik terang terkait penggeledahan di Pondok Pesantren (Ponpes)...
Komnas HAM Desak Pemulihan Psikologis Santriwati Pesantren Sukoharjo
JAKARTA,NEWSREAL.ID – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta pemulihan psikologis bagi santriwati, ustazah, dan balita yang diduga mengalami trauma akibat penggeledahan aparat di...
243 Orang dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla, Ini Penjelasan Kapolri
JAKARTA,NEWSREAL.ID– Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Suyudi Ario Seto mengungkapkan sebanyak 243 orang dan 13 korporasi menjadi tersangka dalam kasus kebakaran hutan...
Heboh Temuan Ombusmand RI di Lapas Cibinong, Diah Warih: Keadilan Tak Boleh Mengenal Kasta di Balik Jeruji
JAKARTA,NEWSREAL.ID — Keadilan tidak boleh mengenal kasta, termasuk di balik jeruji besi. Prinsip itulah yang ditegaskan Founder Diwa Foundation Diah Warih Anjari dalam menyoroti hasil...
Temuan Ombudsman dan Kementerian Imipas di Lapas Cibinong Berbeda, Komisi XIII : Harus Diusut Tuntas
JAKARTA,NEWSREAL.ID — Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso meminta perbedaan hasil pemeriksaan Ombudsman RI dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) di Lapas Kelas...
Terkait Proyek Dinas PUTR, KPK Gelar OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara
JAKARTA,NEWSREAL.ID– Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena menjadi bupati yang ditarget Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkini. Sirajudin terkait dugaan korupsi...
Tersangka Kasus Pedagang Cermin Tewas di Pejompongan Ditetapkan, Diwa: Isu Anggota GRIB Terlibat Hoaks
JAKARTA,NEWSREAL.ID — Misteri kasus meninggalnya pedagang cermin di kawasan Pejompongan memasuki babak baru. Kepolisian telah menetapkan tersangka dalam perkara tersebut. Perkembangan ini sekaligus menjadi penegasan...
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus Tewasnya Pedagang Cermin di Pejompongan
JAKARTA,NEWSREAL.ID — Polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan kekerasan yang menyebabkan tewasnya pedagang cermin Bambang Setiawan (59) di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat....
Polri Ungkap 72 Tersangka Karhutla, Ditangani Sembilan Polda
JAKARTA,NEWSREAL.ID — Jajaran Polri telah menerbitkan 89 laporan polisi terkait dugaan tindak pidana karhutla di sembilan Polda, yakni Polda Riau, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Jambi,...
Tangis Pilu Anak Terduga Pencuri Ayam yang Tewas Dikeroyok Massa di Tabanan
TABANAN, NEWSREAL.com-Suara tangis seorang bocah perempuan yang terus memanggil ayahnya menjadi potret paling memilukan dari peristiwa pengeroyokan yang menewaskan pria berinisial KD di Banjar Dinas...
DPR Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Penyekapan oleh Oknum Polisi di Jateng
JAKARTA, NEWSREAL.id – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI soroti kasus dugaan penyekapan dan penyiksaan terhadap seorang perempuan berinisial M (30), warga Cirebon, Jawa Barat (Jabar)....