Nasional

Badan Geologi Ungkap “Bom Waktu” di Balik Longsor Cisarua

Tim Redaksi, Admin
Senin, 26 Januari 2026 18:12 WIB
Badan Geologi Ungkap “Bom Waktu” di Balik Longsor Cisarua
NEWSREAL.ID - FOTO UDARA: Foto udara kondisi lahan pertanian dan rumah warga yang terdampak bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (25/1/2026). (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, BANDUNG- Badan Geologi memastikan peristiwa longsor yang menimbun sekitar 30 hektare lahan di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, dipicu oleh kombinasi kompleks antara kondisi geologi purba yang rapuh dan kejenuhan air tanah, bukan semata-mata akibat faktor cuaca ekstrem.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Lana Saria menjelaskan, hasil analisis teknis menunjukkan kawasan terdampak berdiri di atas struktur batuan vulkanik tua yang telah mengalami pelapukan lanjut, sehingga memiliki tingkat kestabilan lereng yang rendah. Kondisi tersebut diperparah oleh curah hujan tinggi yang menyebabkan tanah kehilangan daya ikatnya.

Menurut Lana, lokasi bencana berada pada satuan batuan Formasi Endapan Gunungapi Tua Tidak Terpisahkan (QVu), yang tersusun atas breksi vulkanik, tuf, lava andesit-basalt, serta material piroklastik yang telah melapuk kuat. Pelapukan tersebut secara signifikan menurunkan kuat geser tanah dan membuat lereng sangat rentan terhadap pergerakan.

Selain itu, keberadaan struktur geologi berupa sesar dan rekahan berarah barat laut–tenggara menjadi jalur masuk air hujan ke dalam lapisan tanah. Infiltrasi air yang masif meningkatkan tekanan air pori, melemahkan kohesi tanah, dan memicu kegagalan lereng ketika gaya pendorong melampaui gaya penahan.

Aktivitas Manusia

Faktor aktivitas manusia turut mempercepat terjadinya longsor. Tata guna lahan berupa permukiman dan pertanian, pemotongan lereng untuk akses jalan tanpa sistem drainase memadai, serta kemiringan lereng yang mencapai lebih dari 40 derajat di sejumlah titik, dinilai telah mengganggu keseimbangan alami kawasan tersebut.

Mengingat wilayah ini termasuk Zona Kerentanan Gerakan Tanah Menengah, Badan Geologi mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat segera mengungsi dan menghentikan aktivitas di area rawan. Potensi longsoran susulan masih tinggi, terutama saat dan setelah hujan deras.

“Penanganan longsoran dan pencarian korban harus memperhatikan kondisi cuaca karena pergerakan tanah susulan sangat berbahaya bagi petugas,” ujar Lana.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat hingga Senin, jumlah korban meninggal dunia akibat longsor tersebut mencapai 19 orang, sebanyak 73 orang masih dinyatakan hilang, 666 warga mengungsi, dan 51 unit rumah mengalami rusak berat. (tb)

Berita Terbaru

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla

JAKARTA,NEWSREAL.ID – Pemerintah terus mengerahkan seluruh kekuatan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia. Melalui operasi darat hingga udara, upaya penanganan...

Pemerintah Gencarkan Gerakan Indonesia ASRI, Bedah Rumah Masyarakat TLDH

BOGOR,NEWSREAL.ID – Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus bagi masyarakat yang tidak mempunyai rumah layak huni. Dalam rapat terbatas bersama sejumlah menteri di Hambalang, Kabupaten...

1.000 Perwira TNI-Polri Dikerahkan Atasi Karhutla Sumatera

JAKARTA,NEWSREAL.ID – Sebanyak 1.000 perwira TNI dan Polri untuk diturunkan bersama jajaran di daerah untuk memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi...

Kemenkes Kirim 314 Nakes-logistik ke Respons Dampak Karhutla

JAKARTA,NEWSREAL.ID-Sebanyak 314 tenaga medis/tenaga kesehatan dan ratusan ribu logistik kesehatan ke tujuh provinsi terdampak kebakaran hutan dan lahan. Pengiriman ini dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk...

Presiden Prabowo Masuk Hutan Cek Lokasi Kebakaran di Limbung Kalbar

PONTIANAK,NEWSREAL.ID – Selepas melaksanakan rapat singkat di Posko Karhutla Pontianak, Presiden Prabowo Subianto bergegas melanjutkan agenda untuk mengecek langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan di...

Presiden Prabowo Terbang ke Kalimantan Pimpin Langsung Penanganan Karhutla

JAKARTA,NEWSREAL.ID – Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Kalimantan pada Sabtu pagi, 22 Agustus 2026. Kepala Negara akan meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus...

Kapolda NTT dan Ketua Bhayangkari Hadirkan Kepedulian di Tengah Pengungsi Gempa di Gelora Samador Maumere

MAUMERE,NEWSREAL.ID — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi Flores terus ditunjukkan jajaran Polda NTT. Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., bersama Ketua...

100 Penyandang Disabilitas Semringah Masuk Istana Agung, Foto Bareng Tamu Penting dan Lihat Museum

YOGYAKARTA,Newsreal.id-Sebanyak 100-an siswa beserta pendamping dari sekolah luar biasa (SLB) di wilayah Yogyakarta tak melewatkan kesempatan langka masuk Istana Kepresidenan Yogyakarta atau Gedung Agung, Rabu...

Dukung MBG, Kadin Apresiasi Kepemimpinan Presiden Prabowo yang Visioner

JAKARAT,NEWSREAL.id – Kalangan dunia usaha mengapresiasi agenda transformasi yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri...

Menag Usulkan Strategis terkait MBG, Ini Masukannya

JAKARTA,NEWSREAL.id- Kementerian Agama memberikan sejumlah usulan terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar menyampaikan tiga usulan strategis dalam rangka peningkatan...

Diah Warih: Sudaryono Jadi Dirigen Handal untuk BGN

Jakarta,NEWSREAL.com-Diah Warih Anjari, pendiri Diwa Foundatioan, beri apresiasi atas pelantikan Dr. Sudaryono, B.Eng.,M., MBA menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Dewan Pembina Nasional (DPN) Tani...

Kebijakan Prabowo: Indonesia Terbuka bagi Investor Dunia, Kepentingan Nasional Tetap Prioritas

JAKARTA,TAPALBATAS.co-Presiden Prabowo Subianto menegaskan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang tetap terbuka terhadap seluruh negara untuk menjalin kerja sama. Namun, ia menekankan setiap kemitraan harus...