Nasional

Longsor Cisarua Jadi Momentum Evaluasi Total Tata Ruang dan Lingkungan

Tim Redaksi, Admin
Jumat, 30 Januari 2026 18:15 WIB
Longsor Cisarua Jadi Momentum Evaluasi Total Tata Ruang dan Lingkungan
NEWSREAL.ID - OPERASI PENCARIAN: Tim SAR bersama relawan melakukan operasi pecarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jabar. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Lingkungan Hidup (LH) sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, harus dijadikan momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata ruang dan pengelolaan lingkungan.

“Penanganan bencana tidak bisa dilakukan secara parsial. Kami akan melibatkan para ahli untuk mengkaji penyebab utama longsor ini, sekaligus merumuskan langkah tindak lanjut, terutama yang berkaitan dengan tata ruang agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Hanif dalam pernyataan resmi yang dikonfirmasi dari Jakarta, Senin, (26/1/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan usai Hanif melakukan peninjauan langsung ke lokasi bencana pada Minggu (25/1/2026). Dalam kunjungannya, ia menyoroti pentingnya penguatan daya dukung dan daya tampung lingkungan agar fungsi ekologis kawasan tetap terjaga di tengah masifnya pemanfaatan lahan.

Hanif menekankan bahwa penanganan bencana tidak boleh berhenti pada respons darurat semata, melainkan harus berbasis pada kajian ilmiah yang komprehensif dan berkelanjutan. Untuk itu, Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH akan segera menurunkan tim ahli lintas disiplin guna mengevaluasi secara mendalam penyebab longsor.

Fungsi Lahan

“Evaluasi ini terutama akan menyoroti perubahan fungsi lahan yang terjadi secara masif. Dari situ, kami akan merumuskan kebijakan penataan ruang yang lebih ketat,” ujarnya. Langkah tersebut, lanjut Hanif, diperlukan untuk memastikan kejadian serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang, khususnya di wilayah dengan tingkat kerentanan bencana yang tinggi.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Cisarua tercatat mengalami hujan selama empat hari berturut-turut dengan intensitas rata-rata 68 milimeter per hari. Meski hujan menjadi faktor pemicu, Hanif menilai secara klimatologis intensitas tersebut belum tergolong ekstrem.

“Jika dibandingkan dengan wilayah lain seperti Sumatera yang memiliki intensitas hujan lebih tinggi, angka ini sebenarnya tidak terlalu besar. Namun, kejadian longsor tetap terjadi,” jelasnya.

Kondisi tersebut, menurut Hanif, mengindikasikan adanya kerapuhan pada struktur tutupan lahan dan ketahanan lanskap di wilayah Bandung Barat yang perlu segera dibenahi. “Curah hujan memang menjadi pemicu, tetapi fakta ini menunjukkan ada faktor lain yang harus kita evaluasi secara mendalam,” pungkasnya. (tb)

Berita Terbaru

Dukung MBG, Kadin Apresiasi Kepemimpinan Presiden Prabowo yang Visioner

JAKARAT,NEWSREAL.id – Kalangan dunia usaha mengapresiasi agenda transformasi yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri...

Menag Usulkan Strategis terkait MBG, Ini Masukannya

JAKARTA,NEWSREAL.id- Kementerian Agama memberikan sejumlah usulan terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar menyampaikan tiga usulan strategis dalam rangka peningkatan...

Diah Warih: Sudaryono Jadi Dirigen Handal untuk BGN

Jakarta,NEWSREAL.com-Diah Warih Anjari, pendiri Diwa Foundatioan, beri apresiasi atas pelantikan Dr. Sudaryono, B.Eng.,M., MBA menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Dewan Pembina Nasional (DPN) Tani...

Kebijakan Prabowo: Indonesia Terbuka bagi Investor Dunia, Kepentingan Nasional Tetap Prioritas

JAKARTA,TAPALBATAS.co-Presiden Prabowo Subianto menegaskan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang tetap terbuka terhadap seluruh negara untuk menjalin kerja sama. Namun, ia menekankan setiap kemitraan harus...

Diangkat Jadi Dewan Kehormatan SBNI, Hercules: NKRI Harga Mati

JAKARTA , NEWSREAL.id– Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, Rozario Marshal atau yang dikenal sebagai Hercules, kembali mendapat kepercayaan untuk mengemban peran di...

Prabowo: KDKMP Jadi Pusat Pelayanan Ekonomi Desa yang Terintegrasi

JAKARTA,NEWSREAL.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat sekaligus mempercepat...

Belum Putuskan Pengganti Febrie, Istana Tunggu Usulan Jaksa Agung

JAKARTA,NEWSREAL.id– Soal pengganti Febrie Adriansyah, pemerintah menunggu usulan resmi dari Jaksa Agung ST Burhanuddin. Hingga saat ini, Presiden Prabowo Subianto belum dapat menerbitkan keputusan pengangkatan...

Bupati Sukoharjo Jadi Tersangka KPK, Ini Respons Gubernur Jateng Ahmad Luthfi

BATANG, NEWSREAL.id – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Sukoharjo tetap berjalan normal meski Bupati Sukoharjo Etik Suryani telah...

Instruksi Prabowo, Aparatur Negara Introspeksi dan Pemerintahan Harus Bersih dari Korupsi

JAKARTA,NEWSREAL.id – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh aparatur negara untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki kinerja demi mewujudkan pemerintahan yang bersih, berintegritas, serta berpihak kepada kepentingan...

Rachmat Gobel Meninggal Dunia, Indonesia Kehilangan Tokoh Pengusaha dan Politikus Nasional

JAKARTA, NEWSREAL.id– Indonesia berduka atas wafatnya pengusaha nasional sekaligus politikus Partai NasDem, Rachmat Gobel, yang meninggal dunia pada Jumat (10/7/2026) pukul 03.20 WIB di Jakarta....

Berantas Penangkapan Ikan Ilegal, KKP Tambah 10 Kapal Patroli di Laut Natuna Utara

JAKARTA, NEWSREAL.id– Pemerintah terus memperkuat pengamanan di Laut Natuna Utara dengan menambah armada kapal pengawas dan meningkatkan infrastruktur pengawasan guna mengantisipasi maraknya praktik penangkapan ikan...

Soal OTT Bupati Sukoharjo, KPK Ungkap Dugaan soal Kasus Pemerasan

JAKARTA, NEWSREAL.id– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya mengungkap konstruksi awal operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Sukoharjo, Etik Suryani. KPK sebut OTT tersebut berkaitan...