Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Berita Daerah

Menko PMK: Negara Hadir Tangani Longsor Cisarua

Tim Redaksi, Newsreal.id
Minggu, 25 Januari 2026 14:36 WIB
Menko PMK: Negara Hadir Tangani Longsor Cisarua
NEWSREAL.ID - PENANGANAN LONGSOR: Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno saat memberikan keterangan dalam penanganan bencana longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (25/1/2026). (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, BANDUNG BARAT- Pemerintah pusat memastikan penanganan bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, berjalan terkoordinasi dan menyeluruh. Seluruh sumber daya negara dikerahkan untuk penyelamatan korban, perlindungan pengungsi, hingga pencegahan bencana lanjutan.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan pemerintah mengawal penuh penanganan longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, dengan prioritas utama penyelamatan jiwa serta percepatan pencarian puluhan warga yang masih dilaporkan hilang.

Pratikno mengatakan, hingga saat ini operasi pencarian dan pertolongan masih terus dilakukan secara intensif. Sekitar 83 warga dilaporkan masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan. “Prioritas utama saat ini adalah penyelamatan jiwa. Operasi SAR dilakukan 24 jam non-stop karena masih ada warga yang belum ditemukan,” kata Pratikno di Bandung Barat, Minggu, (25/1/2026).

Ia menjelaskan, penanganan bencana longsor dilakukan melalui lima kluster utama agar seluruh aspek penanggulangan berjalan efektif dan terintegrasi. Kluster pertama adalah pencarian dan pertolongan (SAR) yang dikoordinasikan Basarnas, dengan dukungan TNI, Polri, BPBD, BNPB, serta relawan.

Pos Medis

Kluster kedua adalah kesehatan, dengan pengoperasian pos-pos layanan medis selama 24 jam. Pos kesehatan tersebut didukung ambulans, sistem rujukan siaga, serta layanan trauma healing bagi para korban terdampak.

Selanjutnya, kluster logistik bertugas memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi, mulai dari bahan pangan, makanan siap saji, hingga perlengkapan penunjang seperti selimut dan kebutuhan darurat lainnya.

Pratikno juga menyebut adanya kluster perlindungan sosial yang melibatkan Kementerian Sosial, Dinas Sosial, serta BPBD Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Bandung Barat untuk mendampingi korban dan keluarga terdampak.

“Kluster terakhir adalah kluster infrastruktur yang fokus pada pencegahan bencana susulan serta penyediaan fasilitas pendukung bagi warga terdampak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Pratikno mengungkapkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah melakukan pembahasan bersama Wakil Gubernur Jawa Barat dan Bupati Bandung Barat terkait rencana relokasi warga dari wilayah rawan, termasuk percepatan identifikasi lahan yang dinilai aman.

“Bapak Wakil Presiden juga telah membahas rencana relokasi dan percepatan identifikasi lahan aman untuk meminimalkan risiko bencana susulan,” kata Pratikno.

Berita Terbaru

Kanwil Kemenkum Jateng Gaspol Kawal Perda Berkualitas

NEWSREAL.ID, SEMARANG- Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Jawa Tengah terus memperkuat perannya dalam mengawal lahirnya regulasi daerah yang berkualitas, harmonis, dan aplikatif. Upaya tersebut...

Puluhan Siswa SMA 2 Kudus Diduga Keracunan MBG

NEWSREAL.ID, KUDUS- Pemerintah Kabupaten Kudus bersama TNI dan Polri bergerak cepat menangani dugaan keracunan massal yang dialami 70 siswa SMA Negeri 2 Kudus usai menyantap...

Longsor Cisarua Telan 17 Korban Jiwa, Identifikasi Masih Berjalan

NEWSREAL.ID, BANDUNG BARAT- Bencana tanah longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, menewaskan sedikitnya 17 orang. Hingga Minggu (25/1), Badan...

250 Personel SAR Dikerahkan Cari 80 Korban Longsor Cisarua

NEWSREAL.ID, BANDUNG BARAT- Operasi pencarian korban longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, memasuki hari kedua dengan kekuatan besar. Ratusan personel terlatih diterjunkan guna mempercepat...

KemenPPPA Fokus Lindungi Perempuan dan Anak Pasca Longsor Cisarua

NEWSREAL.ID, BANDUNG BARAT- Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan keselamatan dan pemulihan kelompok rentan pascabencana longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Perempuan dan anak menjadi...

Meski Dapat Hibah, Keraton Solo Akui Masih Tombok

NEWSREAL.ID, SURAKARTA- Di balik kemegahan tradisi dan ritual adat yang terus dijaga, Keraton Kasunanan Surakarta ternyata masih bergulat dengan persoalan pembiayaan. Bantuan pemerintah dinilai belum...

Longsor Cisarua Timbun Permukiman, 82 Warga Masih Dicari

NEWSREAL.ID, BANDUNG- Hujan deras yang mengguyur kawasan pegunungan Bandung Barat kembali memicu bencana mematikan. Lereng Gunung Burangrang longsor, Sabtu (24/1/2026) dini hari dan menimbun permukiman...

Musim Baratan Memuncak, HNSI Jateng Ingatkan Nelayan Utamakan Keselamatan

NEWSREAL.ID, SEMARANG- Ketua Umum DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jawa Tengah, Bambang Wuragil mengimbau seluruh nelayan di wilayah Jawa Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan dan...

SK Keraton Solo Diprotes, Kubu PB XIV Purbaya Ancam Gugat Fadli Zon ke PTUN

NEWSREAL.ID, SURAKARTA- Polemik penunjukan pelaksana pengelolaan Keraton Kasunanan Surakarta kian memanas. Pihak SISKS Pakubuwana (PB) XIV Purbaya resmi melayangkan surat keberatan atas terbitnya Surat Keputusan...

Ricuh di Keraton Solo Berujung Laporan Polisi, Dua Aduan Masuk ke Polresta

NEWSREAL.ID, SURAKARTA- Keributan yang terjadi di Keraton Kasunanan Surakarta berbuntut panjang. Polresta Solo menerima dua aduan dari pihak berbeda terkait insiden ricuh yang terjadi saat...

Keraton Solo Panas Lagi, Dua Kubu Ribut Saat Menteri Fadli Zon Hadir

NEWSREAL.ID, SURAKARTA- Suasana Keraton Surakarta kembali memanas. Dua kubu yang sama-sama mengklaim tahta kerajaan terlibat adu mulut di hadapan Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Minggu (18/1/2026)....

Sate, Tongseng, dan Keraton: Gibran Duduk Semeja dengan Dua PB XIV di Solo

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka buka suara soal pertemuannya dengan dua Pakubuwono (PB) XIV, yakni PB XIV Purbaya dan PB XIV Mangkubumi, saat...