
NEWSREAL.ID, SEMARANG- Ketua Umum DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jawa Tengah, Bambang Wuragil mengimbau seluruh nelayan di wilayah Jawa Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan keselamatan jiwa di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih melanda perairan Indonesia, khususnya di wilayah Pantura dan selatan Jawa.
Bambang menegaskan, fenomena gelombang tinggi dan angin kencang yang terjadi saat ini bukan kondisi biasa, melainkan dampak dari puncak musim baratan yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga Februari 2026.
Situasi tersebut, kata dia, membawa risiko besar bagi keselamatan nelayan apabila tetap memaksakan diri melaut. “Kami mengimbau dengan sangat kepada seluruh nelayan, baik nelayan kecil, menengah, maupun nelayan tradisional, agar tidak memaksakan diri melaut ketika kondisi gelombang tinggi dan angin kencang masih terjadi. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama di atas segalanya,” tegas Bambang.
Ia menyebutkan, kondisi cuaca ekstrem yang saat ini dirasakan nelayan di Kabupaten Batang, Surabaya, dan sejumlah wilayah pesisir lainnya juga terjadi hampir merata di perairan Jawa Tengah. Ombak tinggi, arus laut yang tidak menentu, serta angin kencang berpotensi memicu kecelakaan laut, kerusakan kapal, hingga risiko korban jiwa.
Bambang menilai langkah HNSI Kabupaten Batang yang mengimbau sekitar 10 ribu nelayan untuk menghentikan sementara aktivitas melaut merupakan keputusan yang tepat dan bertanggung jawab. Menurutnya, imbauan tersebut mencerminkan kepedulian organisasi nelayan terhadap keselamatan anggotanya di tengah tekanan ekonomi yang berat.
“Kami sangat memahami bahwa keputusan berhenti melaut bukan hal mudah bagi nelayan. Nelayan hidup dari laut, dan ketika tidak melaut, otomatis tidak ada penghasilan. Namun, dalam kondisi cuaca ekstrem seperti sekarang, keselamatan harus ditempatkan di atas kepentingan ekonomi,” ujarnya.
Posisi Dilematis
Bambang mengakui, situasi ini menempatkan nelayan pada posisi yang dilematis. Di satu sisi, izin berlayar secara administratif masih dibuka oleh Syahbandar Perikanan. Namun di sisi lain, risiko cuaca ekstrem membuat aktivitas melaut menjadi sangat berbahaya.
“Ini memang dilema yang berat. Nelayan tidak punya gaji tetap seperti pekerja formal. Penghasilan mereka 100 persen bergantung pada hasil laut. Tapi kami terus mengingatkan, kehilangan penghasilan masih bisa dicari solusinya, sementara kehilangan nyawa tidak bisa digantikan dengan apa pun,” katanya.
Ia mendorong nelayan untuk memanfaatkan masa jeda melaut dengan melakukan perbaikan kapal, alat tangkap, serta perlengkapan keselamatan. Selain itu, Bambang juga mengapresiasi langkah nelayan di sejumlah daerah yang mengalihkan sementara aktivitas ekonomi ke sektor lain, seperti usaha pengolahan hasil laut, UMKM berbasis perikanan, hingga pekerjaan informal di darat.
Menurut Bambang, kondisi cuaca ekstrem yang kian sering terjadi menjadi alarm serius bagi semua pihak, khususnya pemerintah pusat dan daerah, untuk memperkuat perlindungan bagi nelayan. Ia menegaskan, nelayan merupakan kelompok pekerja dengan tingkat risiko kerja yang sangat tinggi, namun masih minim perlindungan sosial.
“Kami mendorong pemerintah untuk memperluas dan memastikan kepesertaan asuransi nelayan benar-benar dirasakan manfaatnya. Asuransi ini penting agar nelayan dan keluarganya memiliki rasa aman ketika menghadapi risiko kerja di laut,” jelasnya.
Selain perlindungan sosial, Bambang juga menyoroti pentingnya penyediaan infrastruktur pendukung, seperti SPBU khusus nelayan, yang dapat menjamin akses BBM bersubsidi secara mudah dan tepat sasaran. Menurutnya, ketersediaan BBM yang terjangkau akan sangat membantu nelayan ketika kondisi cuaca mulai membaik dan aktivitas melaut kembali normal.
ak hanya itu, ia juga mendorong penguatan sistem peringatan dini cuaca ekstrem, edukasi berkelanjutan kepada nelayan, serta pemanfaatan teknologi keselamatan melaut. Bambang menilai, penggunaan teknologi pelacak kapal, sistem komunikasi darurat, dan informasi cuaca berbasis digital harus terus dikembangkan agar risiko di laut dapat ditekan.
“Edukasi tentang cuaca, mitigasi gelombang tinggi, dan penggunaan teknologi keselamatan harus terus dilakukan. Nelayan harus dibekali pengetahuan yang cukup agar tidak hanya bergantung pada pengalaman, tetapi juga data dan informasi yang akurat,” ujarnya.
Bambang mengingatkan, Jateng merupakan provinsi dengan jumlah nelayan terbanyak di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan, terdapat lebih dari 254 ribu nelayan di Jawa Tengah yang menggantungkan hidupnya pada sektor kelautan dan perikanan.
Angka tersebut menunjukkan betapa strategisnya peran nelayan bagi ketahanan pangan nasional. “Nelayan adalah pahlawan protein bagi bangsa ini. Mereka menopang kebutuhan pangan masyarakat, bahkan di tengah risiko dan ketidakpastian. Karena itu, negara tidak boleh abai terhadap keselamatan dan kesejahteraan nelayan,” tegas Bambang.
Di akhir pernyataannya, Bambang mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, mahasiswa, hingga sektor swasta dan pengembang teknologi, untuk bersinergi dalam melindungi nelayan di tengah ancaman cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.
“Keselamatan nelayan tidak bisa ditunda dan tidak bisa ditawar. Kami berharap ada kolaborasi nyata dan berkelanjutan agar nelayan bisa bekerja dengan aman, bermartabat, dan sejahtera,” pungkasnya. (tb)
Lebaran, 10 Puskesmas di Semarang Tetap Buka 24 Jam Lengkap IGD
NEWSREAL.ID, SEMARANG– Kabar baik untuk pemudik dan warga, sebanyak 10 puskesmas di Kota Semarang tetap buka selama libur Idul Fitri 2026. Seluruhnya dilengkapi Instalasi Gawat...
BBM dan Listrik di Jateng Dipastikan Aman Saat Lebaran
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah memastikan pasokan energi di Jawa Tengah aman selama arus mudik dan Idul Fitri 2026. Stok bahan bakar minyak (BBM) hingga listrik disebut...
Pemkot Semarang Gelar Shalat Idulfitri di Halaman Balai Kota
NEWSREAL.ID, SEMARANG- Pemkot Semarang siap menggelar Shalat Idulfitri 1447 H/2026 M di halaman Balai Kota, Jalan Pemuda No. 148. Momen ini bakal jadi ajang kumpul...
Empat Oknum TNI Ditahan, Diduga Terlibat Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI menahan empat personel TNI yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Komandan Puspom TNI,...
Cek Posko Mudik, Wali Kota: Jalur Darat Waspada, One Way Siap Diterapkan
NEWSREAL.ID, SEMARANG- Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti turun langsung memantau sejumlah posko pelayanan mudik bersama Forkopimda, Rabu (18/3/2026), untuk memastikan kesiapan jelang puncak arus...
Safari Ramadan di Polrestabes, Forkopimda Kompak Jaga Kondusivitas Kota
NEWSREAL.ID, SEMARANG- Suasana hangat penuh kebersamaan terasa dalam kegiatan Safari Ramadan dan Tarawih Keliling Pemerintah Kota Semarang bersama Forkopimda di Masjid Al Hidayah Polrestabes Semarang,...
KPK Bongkar Peran “Gus Alex” di Skandal Kuota Haji
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap peran penting Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex dalam kasus dugaan korupsi pengaturan kuota dan penyelenggaraan haji di...
BNN Musnahkan 34 Kg Narkoba, 147 Ribu Jiwa Disebut Terselamatkan
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Badan Narkotika Nasional memusnahkan sebanyak 34,21 kilogram barang bukti narkotika hasil pengungkapan sembilan kasus, yang disebut telah menyelamatkan sekitar 147.340 jiwa. Pelaksana Tugas...
Plat Merah Masih Wira-Wiri Saat Lebaran? Agustina: Itu Lagi Tugas, Bukan Jalan-Jalan
NEWSREAL.ID, SEMARANG- Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng angkat bicara soal kemungkinan kendaraan dinas atau mobil pelat merah yang masih terlihat beroperasi saat libur Lebaran 2026....
Kapolrestabes Semarang Tekankan Pelayanan Maksimal Saat Mudik
NEWSREAL.ID, SEMARANG- Kapolrestabes Semarang, M Syahduddi, bersama Dandim 0733/Kota Semarang, Priyo Handoyo, melakukan kunjungan kerja ke Pos Pelayanan (Posyan) di Stasiun Tawang, Senin (16/3/2026) malam....
Mudik Gratis, Ahmad Luthfi Berangkatkan Ratusan Warga Jateng dari Pasar Senen
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, melepas ratusan peserta program Mudik Gratis 2026 dengan moda kereta api dari Stasiun Pasar Senen, Selasa (17/3/2026). Keberangkatan ditandai dengan...
Polda Jateng Siapkan One Way Lokal dari Kalikangkung ke Bawen
NEWSREAL.ID, SEMARANG- Polda Jawa Tengah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas di jalan tol saat puncak mudik Lebaran 2026. Direktur Lalu Lintas...

