Nasional

Banjir Bandang Sumatera Renggut 1.204 Nyawa, Lebih dari 111 Ribu Warga Mengungsi

Tim Redaksi, Admin
Selasa, 27 Januari 2026 17:47 WIB
Banjir Bandang Sumatera Renggut 1.204 Nyawa, Lebih dari 111 Ribu Warga Mengungsi
NEWSREAL.ID - JEMBATAN DARURAT: Warga melintasi sungai menggunakan jembatan darurat di perbatasan Aceh dan Sumatera Utara, Rabu (9/12). Banjir bandang pada akhir November lalu di Sungai Peusangan telah menghancurkan infrastruktur di Bireun, Aceh. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Bencana hidrometeorologi yang melanda Pulau Sumatera sejak akhir tahun lalu meninggalkan duka mendalam. Hingga akhir Januari ini, dampak banjir bandang dan longsor masih dirasakan ribuan warga di sejumlah provinsi, dengan korban jiwa terus bertambah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 1.204 orang hingga Selasa (27/1).

Berdasarkan data resmi BNPB, sebanyak 111.800 warga masih mengungsi di berbagai lokasi terdampak. Selain itu, tercatat 140 orang dinyatakan hilang dan masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

Aceh Utara menjadi wilayah dengan jumlah korban jiwa tertinggi, yakni mencapai 246 orang. Disusul Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dengan jumlah korban meninggal sebanyak 197 orang.

Selain korban jiwa, Aceh Utara juga tercatat sebagai daerah dengan jumlah pengungsi terbanyak, mencapai sekitar 33 ribu orang. Ribuan warga terpaksa meninggalkan rumah akibat kerusakan permukiman dan ancaman bencana susulan.

Secara keseluruhan, bencana banjir bandang dan longsor tersebut berdampak pada 53 kabupaten/kota di tiga provinsi. BNPB mencatat sebanyak 247.949 rumah mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.

Upaya Pemulihan

Sementara itu, upaya pemulihan pascabencana masih terus berlangsung. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melaporkan baru satu daerah di Aceh yang kembali berstatus normal, yakni Kabupaten Aceh Besar.

“Aceh ini memang perlu kita bekerja lebih keras lagi karena yang sudah normal baru satu kabupaten, yaitu Aceh Besar,” ujar Tito dalam rapat koordinasi satuan tugas percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatra di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (26/1).

Tito menyebutkan, sedikitnya delapan daerah di Aceh masih memerlukan perhatian khusus, terutama wilayah pegunungan seperti Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tengah. Kendala utama di daerah tersebut adalah kerusakan infrastruktur, termasuk jalan longsor dan jembatan putus.

Menurut Tito, dari total 18 daerah terdampak di Aceh, baru sembilan kabupaten/kota yang mulai mengarah pada kondisi normal. Pemerintah pusat dan daerah terus berupaya mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi agar aktivitas masyarakat dapat segera pulih. (tb)

Berita Terbaru

Dukung MBG, Kadin Apresiasi Kepemimpinan Presiden Prabowo yang Visioner

JAKARAT,NEWSREAL.id – Kalangan dunia usaha mengapresiasi agenda transformasi yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri...

Menag Usulkan Strategis terkait MBG, Ini Masukannya

JAKARTA,NEWSREAL.id- Kementerian Agama memberikan sejumlah usulan terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar menyampaikan tiga usulan strategis dalam rangka peningkatan...

Diah Warih: Sudaryono Jadi Dirigen Handal untuk BGN

Jakarta,NEWSREAL.com-Diah Warih Anjari, pendiri Diwa Foundatioan, beri apresiasi atas pelantikan Dr. Sudaryono, B.Eng.,M., MBA menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Dewan Pembina Nasional (DPN) Tani...

Kebijakan Prabowo: Indonesia Terbuka bagi Investor Dunia, Kepentingan Nasional Tetap Prioritas

JAKARTA,TAPALBATAS.co-Presiden Prabowo Subianto menegaskan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang tetap terbuka terhadap seluruh negara untuk menjalin kerja sama. Namun, ia menekankan setiap kemitraan harus...

Diangkat Jadi Dewan Kehormatan SBNI, Hercules: NKRI Harga Mati

JAKARTA , NEWSREAL.id– Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, Rozario Marshal atau yang dikenal sebagai Hercules, kembali mendapat kepercayaan untuk mengemban peran di...

Prabowo: KDKMP Jadi Pusat Pelayanan Ekonomi Desa yang Terintegrasi

JAKARTA,NEWSREAL.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat sekaligus mempercepat...

Belum Putuskan Pengganti Febrie, Istana Tunggu Usulan Jaksa Agung

JAKARTA,NEWSREAL.id– Soal pengganti Febrie Adriansyah, pemerintah menunggu usulan resmi dari Jaksa Agung ST Burhanuddin. Hingga saat ini, Presiden Prabowo Subianto belum dapat menerbitkan keputusan pengangkatan...

Bupati Sukoharjo Jadi Tersangka KPK, Ini Respons Gubernur Jateng Ahmad Luthfi

BATANG, NEWSREAL.id – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Sukoharjo tetap berjalan normal meski Bupati Sukoharjo Etik Suryani telah...

Instruksi Prabowo, Aparatur Negara Introspeksi dan Pemerintahan Harus Bersih dari Korupsi

JAKARTA,NEWSREAL.id – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh aparatur negara untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki kinerja demi mewujudkan pemerintahan yang bersih, berintegritas, serta berpihak kepada kepentingan...

Rachmat Gobel Meninggal Dunia, Indonesia Kehilangan Tokoh Pengusaha dan Politikus Nasional

JAKARTA, NEWSREAL.id– Indonesia berduka atas wafatnya pengusaha nasional sekaligus politikus Partai NasDem, Rachmat Gobel, yang meninggal dunia pada Jumat (10/7/2026) pukul 03.20 WIB di Jakarta....

Berantas Penangkapan Ikan Ilegal, KKP Tambah 10 Kapal Patroli di Laut Natuna Utara

JAKARTA, NEWSREAL.id– Pemerintah terus memperkuat pengamanan di Laut Natuna Utara dengan menambah armada kapal pengawas dan meningkatkan infrastruktur pengawasan guna mengantisipasi maraknya praktik penangkapan ikan...

Soal OTT Bupati Sukoharjo, KPK Ungkap Dugaan soal Kasus Pemerasan

JAKARTA, NEWSREAL.id– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya mengungkap konstruksi awal operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Sukoharjo, Etik Suryani. KPK sebut OTT tersebut berkaitan...