Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Internasional

Jurnalis India Viral: Dampak Rudal Iran di Israel Disebut Disensor, Kerusakan Diklaim Lebih Parah

Tim Redaksi, Newsreal.id
Selasa, 10 Maret 2026 01:26 WIB
Jurnalis India Viral: Dampak Rudal Iran di Israel Disebut Disensor, Kerusakan Diklaim Lebih Parah
NEWSREAL.ID - RUDAL IRAN: Petugas penyelamat dan personel militer beroperasi di lokasi kejadian di mana beberapa orang tewas akibat serangan rudal Iran di Beit Shemesh, Israel, Minggu (1/3/2026). (Foto: AP Photo)

NEWSREAL.ID, NEW DELHI- Sebuah video pengakuan jurnalis India mendadak viral di media sosial. Ia mengklaim kerusakan di Israel akibat serangan rudal Iran jauh lebih besar dari yang dilaporkan, bahkan menyebut pemerintah Israel menerapkan sensor ketat terhadap media selama perang berlangsung.

Seorang jurnalis asal India, Brijmohan Singh, menjadi perbincangan di media sosial setelah mengungkap pengalamannya meliput konflik antara Iran dan Israel. Singh, yang merupakan pimpinan media India Sadhna Plus News, mengklaim bahwa pemerintah Israel membatasi secara ketat peliputan dampak serangan rudal Iran.

Dalam video yang beredar luas, ia mengatakan media dan warga dilarang mempublikasikan lokasi serta bangunan yang mengalami kerusakan akibat serangan tersebut. Singh menceritakan pengalamannya setelah kembali ke India dari Israel. Ia sebelumnya berada di sana untuk meliput kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi.

Namun, ia bersama beberapa jurnalis lain sempat tertahan di Israel setelah penerbangan mereka dibatalkan menyusul meningkatnya eskalasi konflik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran. Menurut Singh, ia menyaksikan langsung dampak serangan rudal yang disebutnya menimbulkan kerusakan serius di sejumlah wilayah Israel.

“Saat rudal menghantam, itu tidak membedakan apakah Anda seorang India atau Israel,” kata Singh dalam video tersebut. Ia bahkan menyebut tempat perlindungan bawah tanah atau bunker tidak sepenuhnya menjamin keselamatan warga.

“Orang-orang berpikir bunker memberi keamanan, tetapi saya melihat orang-orang tetap menderita bahkan jauh di bawah tanah,” ujarnya. Singh juga menuding adanya pembatasan ketat terhadap peliputan media selama konflik berlangsung. Ia mengatakan jurnalis tidak diperbolehkan merekam korban tewas maupun warga yang terluka.

Selain itu, media juga disebut tidak diizinkan mengunjungi rumah sakit untuk memverifikasi jumlah korban. “Kami tidak boleh mengambil gambar korban tewas atau terluka, dan kami juga tidak diizinkan pergi ke rumah sakit,” katanya.

Ada Perbedaan 

Ia bahkan mengklaim terdapat perbedaan antara laporan resmi dengan cerita warga setempat mengenai jumlah korban akibat serangan. Singh juga mempertanyakan efektivitas sistem pertahanan udara Israel yang selama ini dikenal canggih.

Menurutnya, dalam satu insiden pada pagi hari, sebuah rudal Iran menghantam wilayah Israel tanpa didahului bunyi sirene peringatan. “Orang-orang mengatakan Israel memiliki teknologi sangat maju, tetapi suatu pagi tidak ada sirene sama sekali dan rudal tiba-tiba menghantam,” ujarnya.

Sementara itu, laporan sejumlah media internasional menyebut Iran juga menggunakan rudal klaster dalam serangan terhadap Tel Aviv. Media Turki Anadolu Agency mengutip laporan televisi Israel Channel 12 Israel yang menyebut pecahan rudal Iran jatuh di kawasan pusat kota Tel Aviv dan wilayah sekitarnya.

Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kebakaran besar dan kerusakan material di beberapa lokasi. Beberapa laporan media lain juga menyebut sebagian area Bandara Ben Gurion di Tel Aviv mengalami kebakaran setelah dihantam rudal balistik Iran.

Surat kabar Israel Haaretz melaporkan serangan tersebut menimbulkan kerusakan signifikan pada sejumlah bangunan di wilayah tengah Israel. Sementara harian Yedioth Ahronoth menyebut kegagalan sistem pertahanan udara mencegat sebagian rudal Iran memicu kepanikan warga di Tel Aviv.

Di sisi lain, kantor berita Iran Islamic Republic News Agency melaporkan bahwa Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) meluncurkan gelombang serangan lanjutan dalam operasi yang mereka sebut True Promise 4, dengan menggunakan rudal Khorramshahr-4, Kheibar, dan Fattah.

Sementara laporan The Washington Post menyebut Rusia diduga memberikan dukungan intelijen kepada Iran terkait posisi aset militer Amerika Serikat di Timur Tengah, yang disebut menjadi salah satu faktor akurasi serangan rudal dan drone Iran terhadap target militer. (tb)

Berita Terbaru

Trump Sebut Iran ‘Pecundang Timur Tengah’, Akademisi: Itu Cuma Retorika Politik

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pernyataan keras Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut Iran sebagai “pecundang Timur Tengah” dinilai tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan. Akademisi hubungan...

Moskow Tegaskan Berdiri di Belakang Iran, Sinyal Beri Bantuan Militer Jika Diminta

NEWSREAL.ID, LONDON- Peta geopolitik perang di Timur Tengah makin panas. Rusia secara terbuka menyatakan tidak bersikap netral dalam konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan...

Tongkat Estafet Revolusi Iran Berpindah: IRGC Langsung Pasang Badan untuk Mojtaba Khamenei

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Iran resmi memasuki babak baru. Setelah wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, Dewan Pakar langsung menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin baru Revolusi Islam....

Trump Kena “Tamparan Teheran”? Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Iran Usai Serangan AS-Israel

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Alih-alih menggoyang kekuasaan Iran, serangan militer Amerika Serikat dan Israel justru memunculkan babak baru yang tak terduga. Penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi...

24 Negara Bagian AS Gugat Tarif Baru Trump, Dinilai Langgar Konstitusi

NEWSREAL.ID, WASHINGTON- Kebijakan tarif impor baru yang diumumkan Presiden Donald Trump memicu gelombang perlawanan dari pemerintah daerah di Amerika Serikat. Sebanyak 24 negara bagian resmi...

Iran Klaim AS Gagal Pecah Belah Negara, Ali Larijani: Salah Perhitungan

NEWSREAL.ID, TEHERAN– Pemerintah Iran menilai strategi Amerika Serikat untuk melemahkan dan memecah belah negara itu justru berakhir dengan kegagalan. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dewan Keamanan...

Tiongkok Mulai Bantu Iran, Rusia Diduga Suplai Citra Satelit untuk Serangan

NEWSREAL.ID, ANKARA- Peta geopolitik konflik Timur Tengah makin panas. Laporan terbaru menyebut Tiongkok mulai menunjukkan tanda-tanda dukungan terhadap Iran, sementara Rusia diduga ikut membantu lewat...

Upaya Batasi Kuasa Perang Trump Kandas di Senat AS, Resolusi soal Iran Ditolak

NEWSREAL.ID, WASHINGTON- Upaya Partai Demokrat di Amerika Serikat untuk membatasi kewenangan militer Presiden dalam konflik dengan Iran berakhir gagal. Senat AS menolak rancangan resolusi yang...

Tegas Tolak Gencatan Senjata, Menlu Iran: Tak Ada Alasan Negosiasi dengan AS

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Pemerintah Iran menegaskan tidak pernah meminta gencatan senjata kepada Amerika Serikat maupun Israel di tengah konflik yang memanas. Teheran bahkan menyatakan siap menghadapi...

Investigasi Pentagon: Serangan yang Tewaskan 160 Siswi Iran Diduga Dilakukan Militer AS

NEWSREAL.ID, WASHINGTON- Penyelidikan internal militer Amerika Serikat mengarah pada dugaan bahwa pasukan AS berada di balik serangan udara yang menghantam sebuah sekolah perempuan di Iran...

Iran Ancam Kapal AS dan Sekutu di Selat Hormuz, Tiongkok-Rusia Dijamin Aman

NEWSREAL.ID, TEHERAN- Ketegangan di Timur Tengah semakin meningkat setelah Iran menyatakan hanya akan menargetkan kapal milik Amerika Serikat dan negara sekutunya di Selat Hormuz. Kapal-kapal...

Iran Tegas Tutup Pintu Mediasi dengan AS

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Iran kembali menegaskan sikap kerasnya di tengah memanasnya konflik Timur Tengah. Melalui duta besarnya di Jakarta, Teheran menyatakan tidak akan membuka ruang negosiasi...